KAI Daop 9 Jember terjunkan 17 Polsuska jaga perlintasan rawan

KAI Daop 9 Jember Bentuk Keamanan Tambahan di Perlintasan Kereta Api Rawa

KAI Daop 9 Jember terjunkan 17 Polsuska – Dalam rangka memastikan keselamatan transportasi selama masa libur sekolah 2026, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur, melakukan penambahan personel pengawas di sejumlah perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya risiko tabrakan antara kendaraan dan pejalan kaki di wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi, yang dikenal sebagai zona rawan. Dengan menurunkan 17 petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), KAI mencoba mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di titik-titik tersebut.

Masa Libur Sekolah: Momentum Kritis untuk Keselamatan

Masa libur sekolah biasanya menjadi periode yang paling rentan terhadap kecelakaan di perlintasan kereta api. Pada masa ini, jumlah pengguna jalan meningkat tajam, terutama di daerah-daerah yang terpencil. KAI Daop 9 memperkirakan bahwa kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko tabrakan, terutama karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang keberadaan kereta api yang melintas tanpa pengawasan langsung.

Area Rawa dan Strategi Pengawasan

Wilayah Pasuruan hingga Banyuwangi terdiri dari sejumlah perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu, sehingga membutuhkan pengawasan intensif. Berdasarkan laporan terkini, sekitar 30 perlintasan di daerah tersebut tidak memiliki sistem peringatan otomatis, seperti lampu atau suara. Dengan menambahkan 17 Polsuska, KAI berupaya memperkuat kehadiran pengawas di titik-titik yang sering menjadi sumber kecelakaan.

Pengawasan ini tidak hanya fokus pada pengamatan langsung, tetapi juga melibatkan koordinasi dengan warga setempat untuk memastikan keamanan. Polsuska akan memberikan informasi tentang jadwal kereta, mengarahkan pejalan kaki, dan merespons insiden yang terjadi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kecelakaan serius yang sebelumnya sering terjadi di sejumlah perlintasan.

Peran Polsuska dalam Membangun Kesadaran

Petugas Polsuska memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya perlintasan tanpa palang pintu. Mereka tidak hanya mengawasi keberadaan kereta api, tetapi juga berusaha meminimalkan risiko melalui sosialisasi dan edukasi. Setiap anggota Polsuska diberikan pelatihan khusus untuk mengenali kondisi lingkungan sekitar perlintasan dan menerapkan protokol keamanan secara efektif.

Di samping itu, KAI juga melakukan pembersihan dan pencahayaan di sekitar perlintasan sebagai upaya tambahan. Langkah ini bertujuan mengurangi kebingungan pengguna jalan saat melintas di saat kereta api melintas. Selain itu, beberapa titik perlintasan telah dipasang papan informasi yang berisi tips keselamatan dan jadwal kereta api terkini.

Dampak Harapan dari Penambahan Personel

KAI Daop 9 menargetkan penurunan insiden kecelakaan sebesar 20% selama libur sekolah 2026. Dengan 17 personel Polsuska yang ditempatkan di titik-titik rawan, mereka dapat memastikan bahwa pengguna jalan diberi peringatan tepat waktu. Selain itu, kehadiran petugas ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada warga, terutama di sekitar sekolah yang menjadi pusat kegiatan anak-anak dan remaja.

Pemilihan lokasi perlintasan di Pasuruan hingga Banyuwangi didasarkan pada data kecelakaan yang tercatat sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut menjadi tempat insiden serius, seperti tabrakan antara truk dan kereta api yang terjadi pada bulan Mei 2025. KAI berharap dengan penambahan personel, insiden serupa dapat diminimalkan.

Koordinasi dengan Pihak Lokal untuk Keselamatan Terpadu

Langkah KAI Daop 9 ini tidak dilakukan secara terpisah, tetapi berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dan organisasi lokal. KAI telah menyelenggarakan rapat bersama instansi terkait untuk menyusun rencana pengawasan yang lebih terarah. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian setempat juga memberikan saran mengenai titik-titik yang paling rentan.

Menurut Kepala Daerah Operasi 9 Jember, Budi Hartono, kehadiran Polsuska akan meningkatkan kesadaran warga mengenai keberadaan kereta api. “Pengawasan langsung oleh petugas memungkinkan kami merespons kejadian yang tidak terduga dengan cepat,” katanya. Ia menambahkan, selain itu, petugas juga akan mengumpulkan data mengenai kebiasaan pengguna jalan di perlintasan tersebut.

Harapan untuk Keselamatan yang Lebih Terjamin

Para ahli keselamatan transportasi menyambut positif langkah KAI ini. “Perlintasan tanpa palang pintu membutuhkan kehadiran manusia untuk mengawasi, terutama saat masa libur sekolah,” kata Dr. Rina Sari, peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ia menekankan bahwa kecel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *