Key Strategy: Menekraf dorong DPRD jadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif daerah

Menekraf Dorong DPRD Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Daerah

Key Strategy – Pacitan, Jawa Timur (ANTARA) – Dalam acara Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) yang digelar di Museum dan Galeri SBY-Ani, Pacitan, Senin sore, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya peran anggota DPRD dalam mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah masing-masing. Ia menekankan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan kebijakan kreatif ekonomi bisa dijalankan secara optimal, dengan menggabungkan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Peran DPRD dalam Membentuk Ekosistem Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky mengungkapkan bahwa sektor ekonomi kreatif kini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi telah bertransformasi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berawal dari tingkat daerah. “DPRD memiliki peran kritis dalam memastikan ekonomi kreatif tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi pilar utama pembangunan,” katanya. Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh lembaga legislatif ini akan menjadi penggerak utama untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, dalam berkontribusi pada perekonomian lokal.

“Ekonomi kreatif saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Karena itu, peran DPRD sangat strategis,” ujarnya.

Teuku Riefky menambahkan bahwa anggota DPRD bisa memperkuat ekonomi kreatif dengan menyusun regulasi yang mendukung inisiatif lokal, menciptakan lembaga-lembaga kreatif, serta menyalurkan anggaran yang lebih berpihak kepada pelaku usaha di bidang tersebut. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan yang efektif terhadap pelaksanaan program agar selaras dengan tujuan pembangunan daerah. “Komitmen DPRD dalam memprioritaskan sektor ini akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan masyarakat,” lanjutnya.

Investasi dan Keterlibatan Generasi Muda

Akhir pekan lalu, acara Bimteknas yang diadakan di Pacitan menjadi panggung untuk membahas proyeksi investasi sektor kreatif. Menurut data yang disampaikan Riefky, pada 2025, jumlah investasi di bidang ekonomi kreatif diperkirakan mencapai Rp183,01 triliun, yang merupakan 134 persen dari target pemerintah. Angka ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi Indonesia sebagai destinasi kreatif yang menjanjikan.

“Kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target pemerintah, didukung meningkatnya kepercayaan investor terhadap talenta kreatif Indonesia,” ujarnya.

Dalam konteks ini, Riefky mengungkapkan bahwa sektor kreatif juga telah menciptakan sekitar 27,4 juta peluang kerja, dengan sekitar 63 persen di antaranya berasal dari kalangan generasi muda. “Menggali bakat generasi muda sebagai penggerak ekonomi kreatif adalah kunci untuk menjaga dinamika pertumbuhan di masa depan,” katanya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sektor ini tergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif.

Dampak pada PAD dan Budaya Lokal

Menurut Riefky, penguatan ekonomi kreatif di tingkat daerah tidak hanya meningkatkan lapangan kerja, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). “Dengan ekonomi kreatif, daerah bisa memperoleh sumber pendapatan baru yang berasal dari inovasi lokal,” jelasnya. Selain itu, ia menyoroti bahwa sektor ini juga membantu memperkuat identitas budaya masyarakat, sekaligus mendorong ekspor produk kreatif yang bermutu.

Riefky mengingatkan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, DPRD harus menjadi pengambil kebijakan yang proaktif. “Dukungan optimal dari DPRD akan menjadi fondasi bagi ekonomi kreatif untuk menjadi penggerak utama pembangunan daerah,” katanya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan legislatif dalam proses pengambilan kebijakan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan potensi kreatifnya.

“Kalau dukungan DPRD berjalan optimal, ekonomi kreatif akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing investasi,” ujarnya.

Dalam upaya mempercepat pertumbuhan daerah, Riefky mengusulkan beberapa langkah konkret. Di antaranya adalah penyusunan regulasi yang memudahkan pengusaha kreatif, serta pembentukan kelembagaan yang bisa memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif. Ia juga menekankan pentingnya alokasi anggaran yang tepat, terutama untuk proyek-proyek yang berpotensi menghasilkan dampak jangka panjang.

Sebagai contoh, anggaran yang dialokasikan untuk bidang kreatif bisa digunakan dalam pengembangan infrastruktur, pelatihan keterampilan, dan promosi produk lokal. “Dengan strategi ini, daerah tidak hanya memperoleh pendapatan tambahan, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan,” kata Riefky. Ia menilai, ekonomi kreatif berpotensi menjadi jalan untuk mengatasi tantangan ekonomi di era digital yang kini semakin menguasai pasar.

Dalam bimbingan teknis yang dihadiri oleh anggota fraksi Partai Demokrat dari seluruh Indonesia, Riefky juga memberikan contoh nyata tentang perkembangan sektor ini. Di Pacitan, misalnya, beberapa inisiatif kreatif seperti kerajinan lokal dan wisata budaya telah menunjukkan hasil yang signifikan. “Kita harus melihat bagaimana potensi kreatif lokal bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak luas,” katanya.

Kebijakan yang dipimpin DPRD diharapkan bisa menjadi katalisator utama untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi tingkat kemiskinan. Riefky menekankan bahwa dengan menggandeng pelaku usaha kreatif, lembaga legislatif bisa menjadi mitra strategis dalam menciptakan perekonomian daerah yang lebih inklusif dan berkualitas. “Ini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Strategi untuk Masa Depan

Riefky berharap anggota DPRD tidak hanya memperkuat fungsi legislasi, tetapi juga menjadi pengambil kebijakan yang mampu mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Ia men

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *