Key Discussion: Prabowo dan Modi umumkan 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara

Prabowo dan Modi Umumkan 2026-2027 Sebagai Tahun Tagore-Dewantara

Key Discussion – Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat menetapkan tahun 2026-2027 sebagai Tahun Tagore-Dewantara. Inisiatif ini menggambarkan upaya meningkatkan kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan India, yang terinspirasi oleh koneksi historis antara Rabindranath Tagore, tokoh sastra India legendaris, dan Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia yang diakui secara internasional.

Sejarah Kerja Sama yang Berakar Panjang

Kerja sama antara kedua negara memiliki akar yang dalam, terutama melalui pertemuan bersejarah antara Tagore dan Dewantara pada bulan Agustus 1927. Saat itu, Tagore, yang merupakan penerima Hadiah Nobel pada 1913, berkunjung ke Taman Siswa di Yogyakarta, lembaga pendidikan yang dijalankan oleh Dewantara. Pertemuan tersebut menjadi simbol pertukaran budaya dan pendidikan yang memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan India, jauh sebelum kedua negara merdeka.

“Pertemuan Rabindranath Tagore dengan Ki Hadjar Dewantara 100 tahun lalu adalah momen penting dalam membangun ikatan persahabatan antara bangsa kita. Kedua negara akan merayakan secara meriah kejadian bersejarah ini, serta menghormati kontribusi besar yang diberikan oleh Ki Hadjar Dewantara bagi pengembangan sistem pendidikan Indonesia, dan Tagore terhadap dunia kebudayaan global,” ujar Modi.

Dalam pidatonya, Modi juga menekankan peran Ki Hajar Dewantara sebagai Menteri Pendidikan pertama Indonesia yang membawa perubahan signifikan dalam cara pendidikan diterapkan di negeri ini. Menurutnya, visi dan prinsip yang diusung Dewantara masih relevan hingga kini, terutama dalam upaya menciptakan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada masyarakat global.

Visi Masa Depan: Kolaborasi dan Pertumbuhan

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Tahun Tagore-Dewantara akan menjadi cerminan dari persahabatan yang telah berkembang selama berdekad-dekad. “Inisiatif ini mencerminkan komitmen kita untuk memperkuat ikatan peradaban yang telah terjalin lama, sekaligus meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan, riset, teknologi, kebudayaan, dan interaksi langsung antarwarga,” tutur Prabowo.

Dalam acara yang sama, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, khususnya pendidikan. Prabowo menjelaskan bahwa dukungan terhadap pendirian kampus Indian Institutes of Management (IIM) dan kemungkinan pendirian Indian Institutes of Technology (IIT) di Indonesia menjadi bagian dari strategi ini. “Kedua belah pihak akan mempercepat proses kerja sama pendidikan, termasuk pengembangan institusi pendidikan tinggi India di tanah air, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesempatan belajar bagi generasi muda,” lanjutnya.

“Kami juga berkomitmen untuk memperbanyak jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di India, serta menciptakan program pertukaran yang lebih luas. Ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara, baik dalam bidang akademik maupun perekonomian,” tambah Prabowo.

Kerja sama pendidikan di antara Indonesia dan India diharapkan bisa menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Modifikasi sistem pendidikan Indonesia melalui model India, seperti penggunaan metode pembelajaran modern dan pengembangan kampus internasional, dianggap sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan global. Modi menyoroti bahwa ekspansi IIM dan IIT di Indonesia akan memperkaya lingkungan akademik lokal, sementara Prabowo menegaskan bahwa ini akan mempercepat pertukaran pengetahuan antara kedua negara.

Langkah Konkret untuk Kemitraan Global

Kerja sama pendidikan ini bukan hanya tentang institusi, tetapi juga tentang kultur dan nilai-nilai yang diadopsi dari satu negara ke negara lain. Tagore, yang dikenal sebagai pendiri pendidikan umum di India, memiliki pandangan bahwa pendidikan harus memperkaya pemikiran dan melibatkan partisipasi aktif individu dalam proses pembelajaran. Dewantara, di sisi lain, mengusung pendekatan pendidikan yang berfokus pada kemandirian dan kearifan lokal.

Kedua tokoh ini dipandang sebagai “pembawa kebijakan pendidikan yang transformatif,” sehingga inisiatif Tahun Tagore-Dewantara diharapkan menjadi platform untuk menggabungkan visi mereka. Prabowo mengungkapkan bahwa pendirian kampus IIM di Indonesia akan menjadi pusat pengembangan manajemen bisnis dan inovasi, sementara IIT diharapkan menghasilkan sumber daya teknologi dan ilmu pengetahuan yang berkualitas.

Dalam wawancara khusus, Modi menekankan bahwa perayaan seratus tahun pertemuan Tagore dan Dewantara adalah kesempatan emas untuk merevisi hubungan bilateral. “Kami akan memperkuat aliansi pendidikan dengan membangun forum diskusi, program pertukaran pelajar, dan penelitian bersama. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis, baik di tingkat akademik maupun industri,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk meninjau kembali prioritas kerja sama. Prabowo menyebutkan bahwa kebudayaan dan pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan antar masyarakat. “Melalui Tahun Tagore-Dewantara, kita ingin menunjukkan komitmen kuat terhadap kolaborasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga budaya dan semangat persahabatan,” imbuhnya.

Dengan perayaan dua tahun yang dimulai pada 2026, Indonesia dan India berharap mampu menggerakkan inisiatif yang menciptakan pengaruh jangka panjang. Modi menyatakan bahwa kejadian tersebut membuka peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi, sementara Prabowo menyoroti peran pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Tahun ini akan menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih baik, di mana pemimpin kedua negara menjadi penjembatannya untuk masyarakat,” pungkas Prabowo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *