RI kembali desak PBB lakukan investigasi usai gugurnya Praka Rico

RI Kembali Desak PBB Lakukan Investigasi Usai Gugurnya Praka Rico

Jakarta – Pemerintah Indonesia kembali menuntut PBB melakukan penyelidikan menyeluruh setelah Prajurit Kepala Rico Pramudia gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Pernyataan ini disampaikan oleh Vahd Nabyl Achmad Mulachela, juru bicara Kemenlu, dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Sabtu.

Nabyl menyatakan bahwa pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada Praka Rico. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan jenazah langsung dibawa kembali dengan prosedur yang layak dan dihormati. “Berbagai upaya medis telah dilakukan, tetapi kondisi luka yang parah mengakibatkan nyawa almarhum tidak bisa diselamatkan,” terang Nabyl.

“Indonesia mendesak PBB untuk menyelidiki secara mendalam, transparan, dan akuntabel agar fakta terungkap serta tindakan pertanggungjawaban atas insiden ini terlaksana,” kata Nabyl.

Peristiwa ini memperparah kerugian Indonesia, karena dalam sebulan terakhir sudah ada empat prajurit TNI yang gugur selama bertugas bersama UNIFIL. Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhond meninggal akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026. Insiden serupa membuat Praka Rico terluka dan harus dirawat intensif.

Dalam serangkaian peristiwa pada 29–30 Maret dan 3 April, dua personel TNI lainnya—Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ikhwan—gugur saat konvoi pasukan yang mereka pengawal diserang. Selain Rico, tujuh tentara TNI juga cedera dalam serangan tersebut.

Kerusuhan di Lebanon tidak hanya mengenai Indonesia. Pada 18 April, Prancis kehilangan dua tentara saat serangan terhadap pasukan perdamaian internasional. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa perlindungan personel TNI yang bertugas di misi PBB adalah prioritas, karena serangan terhadap mereka dianggap pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *