BPOM teken MoU kuatkan peran keluarga dalam keamanan obat-pangan

Latest Program: BPOM dan TP PKK Jalin Kerjasama Strategis

Latest Program – Jakarta mencatatkan momen bersejarah dalam dunia pengawasan konsumen melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga tingkat nasional. Peristiwa penting ini terjadi pada hari Rabu yang lalu dan menandai babak baru dalam upaya memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki akses terhadap produk kesehatan yang berkualitas tinggi serta aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Kerjasama ini merupakan bagian dari Latest Program yang digagas oleh BPOM untuk memperkuat peran keluarga sebagai unit terkecil masyarakat dalam menjaga keamanan obat dan pangan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai produk-produk kesehatan yang telah melalui proses pengawasan ketat dari otoritas terkait.

Visi Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam sambutannya menyampaikan pandangan mendalam bahwa keluarga memiliki posisi sentral sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan seluruh bangsa Indonesia. Dengan jaringan kepengurusan yang menjangkau hingga tingkat paling bawah, TP PKK dinilai memiliki potensi luar biasa untuk membantu BPOM dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan.

BPOM tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi mitra pembangunan. Bersama TP PKK, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh obat, kosmetik, dan pangan yang aman, bermutu, dan berkhasiat.

Kerja sama ini mencakup tiga area prioritas utama yang akan menjadi fokus implementasi selama periode tertentu. Pertama, penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat luas. Kedua, peningkatan kapasitas para kader PKK agar mampu berperan sebagai fasilitator dan pengawas khusus di lapangan. Ketiga, pembinaan intensif bagi pelaku usaha mikro dan kecil serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga yang bergerak di bidang produksi obat bahan alam, suplemen kesehatan, kosmetik, dan berbagai jenis pangan olahan.

Acara Bertepatan dengan Puncak HKG PKK ke-54

Prosesi penandatanganan ini dilaksanakan secara bersamaan dengan perayaan puncak Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-54. Tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah penguatan sepuluh program pokok PKK, pelaksanaan Asta Cita, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan ini, BPOM hadir sebagai salah satu dari sembilan mitra strategis yang dipercaya untuk melakukan kesepakatan kerja sama dengan TP PKK guna memperkuat ketahanan keluarga di sektor kesehatan.

Masing-masing pihak berkomitmen penuh untuk saling mendukung dalam mewujudkan konsumsi produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat di lingkup terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas hidup manusia sejak dini, kata Taruna Ikrar dengan penuh optimisme.

Jaringan Luas dan Potensi Besar TP PKK

Senada dengan pernyataan dari BPOM, Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, juga menyambut baik sinergi ini dan memaparkan besarnya potensi yang dimiliki oleh organisasi yang dipimpinnya. Berdasarkan sumber data profil desa dan kelurahan Kementerian Dalam Negeri tahun 2026, jaringan kepengurusan PKK tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten dan kota, hingga 43.792 desa dan kelurahan di seluruh penjuru negeri.

Keberadaan dan jejaring kader yang sedemikian besar merupakan potensi kekuatan sosial yang kemampuannya dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional dan daerah melalui pemberdayaan keluarga.

Saat ini, terdapat 6.364.671 orang kader TP PKK di seluruh Indonesia. Dengan kekuatan struktur yang masif tersebut, para kader inilah yang nantinya siap digerakkan di lapangan untuk menyukseskan program pengawasan obat dan makanan bersama BPOM secara langsung dari unit terkecil masyarakat. Melalui kemitraan yang kuat ini, BPOM dan pihaknya berkomitmen untuk mengawal kesehatan masyarakat mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Implementasi Latest Program ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan adanya sinergi antara BPOM dan TP PKK, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang mendukung produksi dan distribusi produk kesehatan yang berkualitas. Masyarakat pun akan semakin percaya terhadap produk-produk yang beredar di pasaran, sehingga dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *