Bahlil: Proyek Masela sumbang penerimaan negara 37,8 miliar dolar AS
Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela: Kontribusi Besar bagi Perekonomian Indonesia
Bahlil – Tanimbar, Maluku — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela diperkirakan akan memberikan kontribusi finansial yang sangat besar bagi negara. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa proyek ini akan menyumbang penerimaan negara hingga mencapai angka 37,8 miliar dolar AS. Angka tersebut mencerminkan potensi ekonomi dan fiskal yang luar biasa dari pengembangan ladang gas di wilayah Maluku.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahlil pada acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang diselenggarakan di Tanimbar, Maluku, pada hari Kamis. Ia menjelaskan bahwa proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS.
“Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar 37,8 miliar dolar AS,” ujar Bahlil dalam acara Groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela yang digelar di Tanimbar, Maluku, Kamis.
Selain pendapatan langsung, proyek ini juga akan memberikan kontribusi pajak tidak langsung yang tidak kalah besarnya. Berdasarkan estimasi yang telah dihitung, kontribusi pajak tidak langsung diperkirakan mencapai sekitar 6,43 miliar dolar AS. Jumlah ini akan menjadi tambahan signifikan bagi kas negara dari sektor energi.
Dampak positif proyek ini tidak hanya terbatas pada aspek keuangan, tetapi juga akan dirasakan melalui penciptaan lapangan kerja dalam skala besar. Pada masa konstruksi, proyek diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung. Setelah memasuki tahap operasi, Lapangan Abadi akan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja ini akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar wilayah proyek.
Lapangan gas dengan potensi cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara Rp352 triliun. Dengan besarnya investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan industri hilir, pemerintah berharap Proyek LNG Abadi Masela menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.
Proyek ini dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair per tahun. Selain itu, Lapangan Abadi juga akan memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan industri dalam negeri serta menghasilkan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari. Produksi yang besar ini akan mendukung berbagai sektor industri di Indonesia.
Bahlil menyampaikan kehadiran proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi pembangunan industri, peningkatan pendapatan negara, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya. Proyek ini diharapkan menjadi model pengembangan energi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia.
Konsorsium Pengelola Proyek
Ladang Gas Abadi di Blok Masela sendiri dikelola oleh konsorsium INPEX Masela Ltd dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen, Pertamina Hulu Energi 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15 persen. Struktur kepemilikan ini menunjukkan kolaborasi antara perusahaan energi domestik dan internasional dalam mengembangkan potensi energi Indonesia.
Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya, proyek LNG Abadi Masela tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan energi nasional, tetapi juga menjadi simbol kemajuan ekonomi Indonesia Timur. Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan proyek ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan negara.