Important Visit: Polda Jambi bantu evakuasi korban banjir di Merangin dan Sarolangun
Polda Jambi Bantu Evakuasi Korban Banjir di Merangin dan Sarolangun
Bencana banjir yang terjadi di beberapa area Kabupaten Merangin dan Sarolangun pada Minggu (26/4) dini hari mendapat respons cepat dari Kepolisian Daerah (Polda) Jambi. Polri turut serta dalam upaya evakuasi serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Elran Munaji, mengungkapkan bahwa personel kepolisian dan pihak terkait langsung bergerak untuk menangani situasi, termasuk melakukan evakuasi dan distribusi bantuan.
Dalam situasi tersebut, polisi turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengamanan, dan memberi himbauan kepada warga agar waspada terhadap ancaman banjir berulang. Di Kecamatan Pamenang Selatan, banjir meluap dari Sungai Batang Tembesi menggenangi Desa Pulau Bayur dan Desa Selango, menyebabkan puluhan rumah terendam dan rusak. Menurut data sementara, 60 rumah terkena dampak, dengan 15 di antaranya mengalami kerusakan parah. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan jembatan gantung juga mengalami kerusakan.
“Mereka para personil turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan, pengamanan, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap potensi banjir susulan,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji.
Di Kabupaten Sarolangun, banjir melanda Kecamatan Batang Asai, Bathin VIII, dan Limun. Ratusan rumah warga terendam, sejumlah jembatan desa terputus, dan fasilitas umum rusak. Meski begitu, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Polda Jambi melalui Polsek Pamenang telah menyalurkan bantuan sembako dan terus berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait untuk penanganan pasca-banjir.
Di Sarolangun, Polres bersama TNI, BPBD, dan Dinas Sosial melakukan patroli, pendirian tenda darurat, serta distribusi bantuan. “Kondisi air saat ini mulai surut di sebagian besar wilayah, dan masyarakat mulai membersihkan rumah masing-masing,” kata Jurubicara Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji.
“Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam penanganan bencana. Seluruh jajaran telah bergerak cepat membantu evakuasi, pengamanan, serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak,” ujarnya.
Personel Polri juga disiagakan untuk memantau debit air dan mencegah kemungkinan banjir susulan. Mereka aktif memberi peringatan agar warga tidak beraktivitas di area dekat aliran sungai yang deras. “Kolaborasi dengan TNI, BPBD, Dinas Sosial, dan stakeholder lainnya sangat penting agar penanganan bencana berjalan optimal,” tambah Erlan.
Sebagai antisipasi, masyarakat diminta tetap waspada terhadap curah hujan tinggi. “Kami mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan, menghindari area rawan, dan segera melaporkan kebutuhan bantuan kepada petugas,” kata Kombes Pol Erlan Munaji.