Lima mahasiswa S-1 UI menembus program geosains dunia di Houston

2 hours ago  ·  3 min read
By Matthew Brown - pemandanganindah.com

Pemandanganindah.com – Lima mahasiswa S 1 UI menembus program geosains internasional SEG EVOLVE dan berhasil mendapat undangan mempresentasikan karya mereka pada konferensi IMAGE 2026 di Houston, Amerika Serikat. Kelima mahasiswa tersebut tergabung dalam Tim Kenanga dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), yaitu Ellysa Dinda Nathasya, Michael Partogi, Hishnu Ghaitsul Hudna, Luthfan Zaidan Akbar, dan Muhammad Fairuz Ulya. Mereka menjadi satu-satunya tim beranggotakan mahasiswa sarjana dalam program yang umumnya diikuti mahasiswa pascasarjana dari bidang geosains, teknik, dan disiplin terkait.

Prestasi Tim Kenanga dalam Program SEG EVOLVE

SEG EVOLVE merupakan program pengembangan karier selama sekitar enam bulan yang dirancang menyerupai lingkungan kerja industri energi. Peserta mengolah data geosains nyata, bekerja bersama mentor profesional, menyusun strategi eksplorasi, hingga mempresentasikan hasil analisis di hadapan panel industri. Tim Kenanga mengikuti jalur Energy Exploration, yaitu evaluasi prospek hidrokarbon berdasarkan data wilayah Eugene Island di bagian selatan Teluk Meksiko. Dalam jalur tersebut, mahasiswa melakukan analisis kondisi geologi, karakter batuan, data seismik, potensi cadangan, hingga kelayakan ekonomi prospek energi menggunakan perangkat lunak profesional yang lazim dipakai industri energi global.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyambut positif pencapaian tersebut. Dalam rilis pers KBRI Washington yang diterima Sabtu (22/8), ia menegaskan bahwa pengalaman mengikuti program semacam SEG EVOLVE sangat penting untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan industri energi.

“Dunia membutuhkan generasi muda yang menguasai ilmu kebumian, teknologi digital, mampu bekerja lintas disiplin, serta memahami arah transisi energi yang berkelanjutan,” ujar Indroyono.

Menurut Indroyono, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya mencakup penguasaan perangkat lunak profesional dan analisis data seismik, tetapi juga pemahaman mengenai proses eksplorasi energi hingga pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek ilmiah dan bisnis secara bersamaan. Kemampuan mengintegrasikan kedua dimensi tersebut menjadi pembeda utama antara lulusan yang siap industri dan yang belum.

Undangan ke IMAGE 2026 dan Makna Capaian

Hasil kerja Tim Kenanga dipresentasikan dalam presentasi akhir pada 2 Juni 2026. Berdasarkan kualitas analisis yang dihasilkan, tim tersebut memperoleh undangan untuk membawa karya mereka ke International Meeting for Applied Geoscience and Energy (IMAGE) 2026 di Houston pada 17–20 Agustus. Keikutsertaan dalam forum internasional tersebut menjadi capaian tersendiri, mengingat SEG EVOLVE umumnya diikuti mahasiswa pascasarjana dan bukan jenjang sarjana.

Keberhasilan lima mahasiswa S 1 UI menembus forum geosains internasional menambah catatan prestasi mahasiswa Indonesia di panggung global. Sebelumnya, mahasiswa pascasarjana Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) juga meraih Imperial Barrel Award dalam pertemuan AAPG di Houston pada 17 Agustus 2026. Fakta bahwa mahasiswa sarjana kini mampu tampil setara dengan peserta pascasarjana menunjukkan bahwa penguasaan ilmu kebumian, teknologi, serta kemampuan bekerja lintas disiplin tidak lagi menjadi monopoli jenjang pendidikan tertentu.

FAQ

Apa itu program SEG EVOLVE?

SEG EVOLVE adalah program pengembangan karier selama sekitar enam bulan yang mensimulasikan lingkungan kerja industri energi. Peserta mengolah data geosains nyata, bekerja dengan mentor profesional, menyusun strategi eksplorasi, dan mempresentasikan hasil analisis. Program ini umumnya diikuti mahasiswa pascasarjana dari bidang geosains, teknik, dan disiplin terkait.

Bagaimana mahasiswa S-1 UI bisa mengikuti program industri energi?

Tim Kenanga dari FMIPA UI mengikuti jalur Energy Exploration dalam SEG EVOLVE dengan melakukan analisis kondisi geologi, karakter batuan, data seismik, potensi cadangan, dan kelayakan ekonomi menggunakan perangkat lunak profesional industri energi. Penguasaan kompetensi lintas disiplin memungkinkan mahasiswa sarjana berpartisipasi setara dengan peserta pascasarjana dalam program tersebut.

Apakah capaian Tim Kenanga berdampak pada prospek karier mahasiswa UI?

Ya. Undangan ke IMAGE 2026 dan pengakuan dari KBRI Washington menegaskan bahwa mahasiswa sarjana Indonesia mampu bersaing di forum geosains dan industri energi internasional. Pengalaman semacam ini memperkuat kesiapan lulusan UI dalam menghadapi transisi energi dan kebutuhan industri global, sekaligus membuka jalur kolaborasi riset dan profesional di tingkat internasional.

More from this category