Wamen LH dorong swasta bangun sekat kanal gambut

9 hours ago  ·  4 min read
By Jennifer Moore - pemandanganindah.com

Sekat Kanal Jadi Andalan Baru Padamkan Api di Bawah Tanah Gambut Kalimantan Barat

Pemandanganindah.com – Pemadaman kebakaran lahan gambut selama ini kerap menemui jalan buntu. Air yang disiramkan dari permukaan hanya mampu membasahi lapisan atas, sementara bara api terus menyala di kedalaman beberapa meter di bawah tanah. Menyadari keterbatasan pendekatan konvensional itulah, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong agar perusahaan swasta yang mengelola konsesi di sekitar kawasan gambut Kalimantan Barat mengambil peran aktif dalam membangun sekat kanal. Langkah ini dinilai krusial untuk mengendalikan distribusi air di dalam tubuh gambut sehingga api tidak lagi mendapat bahan bakar yang cukup untuk bertahan hidup di lapisan bawah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Diaz meninjau langsung titik kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu (23/8/2026). Kunjungan lapangan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memahami secara nyata mengapa kebakaran gambut begitu sulit dijinakkan dengan metode penyiraman biasa.

Mekanisme Api di Bawah Permukaan Gambut

Gambut merupakan lapisan organik tebal yang terbentuk selama ribuan tahun di daerah rawa dan dataran rendah. Ketika kadar airnya turun drastis—baik karena musim kemarau maupun akibat drainase untuk perkebunan—lapisan tersebut menjadi sangat mudah terbakar. Yang membuat kebakaran gambut berbeda dari kebakaran hutan biasa adalah kemampuannya merambat secara horizontal dan vertikal ke kedalaman tanah. Api di bawah permukaan tidak terlihat dari atas, sehingga petugas pemadam sering mengira kebakaran sudah padam padahal bara masih menyala beberapa meter di bawah.

“Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, apinya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal. Makanya kita tidak bisa menyelesaikan masalah karla hanya dengan satu upaya. Perlu upaya lain dan bantuan semua pihak,” ujar Diaz.

Sekat kanal berfungsi sebagai bendungan kecil di dalam saluran drainase yang membelah lahan gambut. Dengan menahan air di satu sisi, kelembapan tanah di sekitar kanal meningkat secara signifikan. Tanah gambut yang jenuh air tidak dapat terbakar, sehingga sekat kanal pada dasarnya memutus rantai bahan bakar bagi api yang berusaha menyebar. Prinsip ini telah diterapkan di berbagai negara tropis yang memiliki ekosistem gambut luas, termasuk Indonesia sendiri melalui program pengelolaan ekosistem gambut nasional.

Skala Kebakaran yang Mengkhawatirkan

Data yang dirilis BPBD dan dikutip oleh KLH/BPLH menunjukkan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat sepanjang Januari hingga Juli 2026 telah melampaui 30 ribu hektare. Angka tersebut menempatkan provinsi ini di antara wilayah dengan beban karhutla tertinggi di Pulau Kalimantan. Dampak langsungnya terasa dalam bentuk kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas harian warga, termasuk kesehatan pernapasan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Kondisi ini bukan fenomena baru. Kalimantan Barat secara historis mengalami siklus kebakaran gambut setiap musim kemarau, terutama di kawasan yang telah dialiri kanal untuk keperluan perkebunan kelapa sawit dan tanaman perkebunan lainnya. Tanpa intervensi struktural pada manajemen air, pola berulang ini diprediksi akan terus terjadi setiap tahun.

Langkah Pencegahan yang Sudah Ditempuh Pemerintah

Sebelum mendorong keterlibatan sektor swasta, pemerintah telah menjalankan beberapa instrumen pencegahan. Di antaranya penerbitan surat edaran yang melarang pembukaan lahan dengan cara pembakaran, pembinaan dan penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa, serta penguatan kelembagaan pengendalian kebakaran lahan dan pengelolaan ekosistem gambut. Namun, Diaz mengakui bahwa instrumen-instrumen tersebut belum cukup untuk mengatasi skala masalah yang ada.

“Saya sudah cek lahan gambut terbakar, memang ini kejadian luar biasa hingga Presiden pun turut meninjau. Ini kejadian yang berulang terus, saya rasa tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan satu cara atau satu instansi saja,” tegasnya.

Kolaborasi Multi-Pihak di Lapangan

Dalam koordinasi yang berlangsung di Kubu Raya, sejumlah perusahaan hadir dan menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam penanganan. Perusahaan-perusahaan tersebut meliputi PT Cipta Tumbuh Berbuah, PT Sintang Raya, PT Fajar Saudara Lestari, PT Agro Alam Nusantara, PT Asia Palem Lestari, PT Bina Ovivipari Semesta, serta PT Bumi Pratama Khatulistiwa. Kehadiran mereka menandai pergeseran dari model penanganan yang sepenuhnya ditanggung negara menuju skema berbagi tanggung jawab antara pemerintah dan pemegang konsesi.

Sebagai bentuk dukungan konkret, KLH/BPLH menyerahkan lima unit peralatan pemadaman kebakaran beserta 10 boks masker kepada masyarakat setempat. Sementara itu, PT Antam Tbk menyalurkan satu paket sumur bor dan lima boks masker medis bagi warga terdampak di Desa Batu Ampar, Kubu Raya. Bantuan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas respons awal di tingkat komunitas sebelum tim pemadam profesional tiba di lokasi.

Pandangan ke Depan: Pengelolaan Air yang Berkelanjutan

Diaz menekankan bahwa pembangunan sekat kanal bukan sekadar solusi darurat untuk musim kebakaran tahun ini, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan air di kawasan gambut. Tanpa pengelolaan kelembapan tanah yang berkelanjutan, setiap musim kemarau akan kembali mengancam jutaan hektare ekosistem gambut di Kalimantan dan Sumatera. Kolaborasi yang terbangun antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi untuk memutus siklus kebakaran berulang.

“Saya terima kasih sekali lagi bagi yang sudah membantu. Kalau ada masalah bisa hubungi kami atau Kepala Dinas Lingkungan Hidup terkait. Ujungnya ini semua untuk Kalimantan Barat, untuk Indonesia,” tutup Diaz.

Bagi warga Kubu Raya dan kawasan sekitarnya, keberhasilan strategi ini akan terukur bukan hanya dari berkurangnya titik panas pada musim kemarau berikutnya, tetapi juga dari berkurangnya kabut asap yang selama bertahun-tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di dataran rendah Kalimantan Barat.

Frequently Asked Questions

What is Wamen LH dorong swasta bangun sekat?

Wamen LH dorong swasta bangun sekat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wamen LH dorong swasta bangun sekat matter?

Wamen LH dorong swasta bangun sekat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category