Senat AS gagal batasi wewenang Trump dalam perang lawan Iran
Senat AS gagal batasi wewenang Trump dalam perang lawan Iran
Washington (ANTARA) – Kebijakan militer Presiden Donald Trump terhadap Iran tidak dibatasi oleh Senat AS setelah usulan resolusi ditolak. Hasil pemungutan suara menunjukkan rancangan yang dipromosikan Partai Demokrat mendapat dukungan dari 47 senator dan ditentang oleh 53 lainnya.
Perbedaan dukungan antar partai
Rancangan tersebut bertujuan membatasi tindakan militer AS terhadap Iran tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres. Rand Paul, senator Partai Republik dari Kentucky, menjadi satu-satunya anggota partai itu yang mendukung usulan itu, sementara John Fetterman, senator Demokrat dari Pennsylvania, satu-satunya yang menolak.
Jika terjadi serangan militer oleh Trump tanpa persetujuan Kongres, ia wajib menghentikan operasi dalam 30 hari. Kebijakan ini hanya tidak berlaku ketika tindakan dilakukan untuk mengantisipasi ancaman atau serangan langsung terhadap wilayah, warga negara, atau pasukan AS.
Kritik terhadap operasi militer
Setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sejumlah senator Demokrat mengecam pemerintah. Mereka menyebut tindakan tersebut meningkatkan risiko konflik dan melanggar prinsip konstitusi. Kritik juga menyoroti kebutuhan untuk lebih jelas dalam menjelaskan tujuan operasi serta meningkatkan transparansi di hadapan publik.
Peristiwa 28 Februari melibatkan serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran. Sebagai balasan, Iran menyerang dengan rudal ke daerah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.