New Policy: Nova Arianto akan panggil tujuh pemain diaspora untuk Piala AFF U-19
Nova Arianto akan panggil tujuh pemain diaspora untuk Piala AFF U-19
Kabar Baru tentang Pemanggilan Pemain Diaspora
New Policy – Dari Jakarta, pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, mengungkapkan rencananya untuk mengundang tujuh pemain yang sedang berada di luar negeri dalam rangka memperkuat tim nasional muda Indonesia menjelang Piala AFF U-19 2026. Turnamen ini akan digelar di Sumatera Utara, tepatnya dari 1 hingga 14 Juni mendatang. Nova mengatakan, jumlah pemain yang dipanggil akan menjadi bagian dari strategi mempersiapkan tim untuk kompetisi internasional yang dipandang sebagai ujian penting bagi para pemain.
“Direncanakan ada 7 pemain diaspora yang akan kami panggil dan kita akan lihat situasinya,” kata Nova Arianto kepada awak media di Jakarta, Rabu.
Pelatih yang juga pernah membawa Timnas U-19 ke babak final Piala AFF 2019 ini belum merinci identitas lengkap dari ketujuh pemain yang masuk dalam daftar targetnya. Namun, ia menyebutkan bahwa satu nama sudah pasti menjadi bagian dari rencana, yakni Matthew Baker. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut akan berlaga dalam Piala Asia U-17 2026 sebelum bergabung dengan Timnas U-20.
“Jadi kita lihat siapa-siapa pemain yang akan bergabung kita nanti di AFF U-19,” katanya.
Menurut Nova, pemilihan pemain diaspora dilakukan secara hati-hati agar bisa memberikan dampak positif pada kualitas tim. Ia menjelaskan bahwa Matthew Baker akan menjadi contoh sekaligus pengalaman baru bagi para pemain muda yang tengah berproses. “Kita membutuhkan pemain yang tidak hanya berbakat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kondisi kompetisi yang lebih intensif,” tambah Nova.
Rencana Pemusatan Latihan
Persiapan tim nasional U-20 untuk menghadapi Piala AFF U-19 2026 akan dimulai pada 10 Mei mendatang. Tahap awal latihan akan berlangsung di Yogyakarta, kemudian bergeser ke Surabaya, Jawa Timur, sebagai bagian dari program latihan yang dirancang bertahap. Nova mengatakan, pengaturan ini bertujuan untuk memastikan pemain mendapatkan pembinaan yang merata dan memadai sebelum memasuki fase intensif persiapan.
Dalam program persiapan ini, para pemain diaspora akan diberikan kesempatan untuk berlatih bersama skuad utama dan memperkuat kemampuan tim. Nova menjelaskan bahwa pemusatan latihan akan menjadi jembatan penting untuk membangun koordinasi antar pemain serta meningkatkan level kesiapan menghadapi laga-laga berat di ajang internasional. “Kita ingin mereka bisa beradaptasi dengan atmosfer pertandingan yang berbeda dari kompetisi lokal,” katanya.
Besarnya antusiasme pemain diaspora untuk kembali ke tanah air sebelum menghadapi Piala AFF U-19 2026 menjadi salah satu faktor yang mendorong Nova melakukan langkah ini. Ia berharap dengan adanya pemain-pemain yang memiliki pengalaman di luar negeri, tim muda Indonesia bisa memperoleh perspektif baru tentang taktik dan teknik sepak bola modern. “Kita ingin mereka bisa saling melengkapi, baik dari segi kebugaran fisik maupun mental,” ujar Nova.
Perkembangan Kualitas Pemain
Nova Arianto menilai bahwa kemajuan yang ditunjukkan para pemain U-20 saat ini sangat signifikan. Ia melihat bahwa para pemain semakin dewasa dalam memahami permainan dan mengelola tekanan saat bertanding. “Mereka mampu memikirkan strategi di lapangan, bukan hanya mengandalkan kecepatan atau kekuatan fisik,” jelas Nova.
Menurut Nova, hal ini terjadi karena sistem latihan yang lebih terstruktur dan kesadaran pemain untuk terus belajar serta berkembang. Ia juga menyebutkan bahwa mentalitas pemain muda telah berubah, mereka lebih percaya diri dan mampu bertahan dalam situasi sulit. “Saya melihat mereka memperhatikan detail permainan dan saling mendukung di setiap momen pertandingan,” tambahnya.
Dalam rangka memperkuat kemampuan ini, Nova menekankan perlunya uji coba internasional sebagai bagian dari pembinaan. “Dan saya pikir pemain butuh uji coba secara internasional agar mereka bisa lebih siap nanti di kualifikasi yang akan kita hadapi,” katanya. Ia menjelaskan bahwa pertandingan melawan tim asing akan memberikan pembelajaran yang tidak bisa diperoleh dalam kompetisi lokal.
Manfaat Pengalaman Internasional
Pengalaman bermain di luar negeri dinilai Nova sebagai bekal penting bagi para pemain muda Indonesia. Ia menilai level persaingan di ajang internasional jauh lebih ketat dibandingkan kompetisi domestik. Hal ini memaksa pemain untuk lebih cepat beradaptasi dan meningkatkan performa di setiap menit pertandingan.
Dalam perjalanan kariernya, pemain diaspora diharapkan bisa memperlihatkan kemampuan yang lebih matang. Nova menyebutkan bahwa kemampuan ini tidak hanya terkait dengan teknik sepak bola, tetapi juga kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi dalam tekanan. “Mereka harus mampu memainkan bola di lingkungan yang berbeda, melawan lawan yang lebih berpengalaman, dan merasakan atmosfer kompetisi yang sebenarnya,” kata pelatih asal Yogyakarta ini.
Ada juga aspek khusus yang perlu diperhatikan dalam pemanggilan pemain diaspora, yakni kesiapan mereka secara fisik dan mental. Nova menjelaskan bahwa para pemain diaspora yang dipilih harus memiliki stamina yang baik dan kemampuan beradaptasi dengan iklim serta lingkungan pertandingan di Sumatera Utara. “Kita juga mempertimbangkan faktor kebugaran dan kestabilan emosional mereka sebelum berlaga di AFF U-19,” tambahnya.
Dengan tujuh pemain diaspora yang akan dipanggil, Nova berharap timnas U-20 bisa memperoleh kekuatan tambahan untuk menghadapi tantangan di Piala AFF U-19 2026. Ia menilai pemain-pemain ini bisa menjadi pelengkap bagi skuad yang lebih fokus pada pengembangan teknik dan taktik. “Kami ingin mereka bisa bermain dengan lebih baik, baik secara individu maupun sebagai tim,” pungkas Nova.