Key Strategy: Menteri PU tinjau pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya
Menteri PU Tinjau Progres Sekolah Rakyat di Dharmasraya
Key Strategy –
Pada hari Rabu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo melakukan inspeksi terhadap proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Lokasi tersebut terletak di Pulau Punjung, tempat ia memantau langsung perkembangan pembangunan. Menurut pernyataannya, progres kerja proyek tersebut berjalan lancar, dengan tim satgas yang terlihat bekerja secara efisien. “Koordinasi di lapangan sangat baik, dan semua pihak saling mendukung,” ujarnya saat mengunjungi lokasi.
Target Penyelesaian dan Evaluasi Harian
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PU menegaskan bahwa progres pembangunan SR di Dharmasraya telah mencapai sekitar 9% hingga Selasa (5/5). Angka ini dianggap sebagai indikator awal yang positif, tetapi ia menekankan bahwa kecepatan kerja harus ditingkatkan agar dapat mencapai rencana selesai pada Juni 2026. “Kalau hari ini hanya mampu 1,5 persen, besok harus 2,5 persen, dan seterusnya,” jelasnya, mengingatkan bahwa penyelesaian proyek perlu tercapai secara harian.
“Target progres kita harus dua persen setiap hari. Kalau sekarang kita bicara progres harian, gak bisa progres mingguan,” ujar Dody Hanggodo.
Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan Sekolah Rakyat adalah prioritas utama pemerintahan baru setelah dilantik. “Ini bukan hanya proyek lokal, tapi juga bagian dari strategi nasional untuk membangun fondasi pendidikan yang lebih baik,” katanya. Dalam konteks ini, Kementerian PU berkomitmen untuk memastikan proyek selesai tepat waktu, dengan melibatkan semua pihak secara intensif.
Program Prioritas Pemerintah
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Dharmasraya dianggap sebagai salah satu program utama yang dijalankan oleh pemerintah, terutama dalam upaya mengurangi kemiskinan ekstrem. Menurut Dody, proyek ini juga bertujuan untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang berkualitas pada tahun 2045. “Ini adalah ide besar jangka panjang, yang akan memberikan dampak signifikan bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Menurut rencana, sekolah ini akan menjadi pusat pendidikan yang mampu melayani masyarakat dengan fasilitas lengkap, termasuk ruang belajar, laboratorium, dan sarana olahraga. Dody menyatakan bahwa progres harian menjadi penentu utama keberhasilan proyek, sehingga semua pihak, mulai dari satgas percepatan, kontraktor hingga penyelenggara konstruksi, harus bekerja sama secara optimal. “Koordinasi yang baik adalah kunci utama agar tidak ada hambatan dalam penyelesaian,” imbuhnya.
Peran Kolaborasi dan Harapan Masa Depan
Dody juga meminta tim satgas dan pihak terkait untuk terus meningkatkan efisiensi. “Jangan hanya fokus pada tugas individual, tapi lihat bagaimana semua elemen bisa saling melengkapi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada kinerja kontraktor, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah dalam memastikan dukungan logistik dan administratif.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi pendidikan yang lebih inklusif, khususnya untuk anak-anak di daerah terpencil atau yang kurang beruntung. Dody menjelaskan bahwa proyek ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menekan tingkat kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM. “Dengan adanya SR, anak-anak akan memiliki akses yang lebih mudah ke pendidikan berkualitas, dan ini akan menjadi fondasi bagi ekonomi serta sosial yang lebih baik di masa depan,” lanjutnya.
Kunjungan Bersama Pejabat Daerah
Dalam inspeksi tersebut, Menteri PU didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Anggota DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, serta Forkopimda Kabupaten Dharmasraya. Mereka turut memberikan evaluasi terhadap kondisi proyek dan berharap agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. “Kolaborasi antarinstansi sangat penting agar progres bisa dipastikan tepat waktu,” ujar Bupati Annisa Suci Ramadhani.
Dody juga meminta agar semua pihak tetap fokus pada target yang telah ditetapkan. “Setiap hari harus ada peningkatan, dan jangan sampai ada hambatan dari sisi koordinasi,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa proyek ini adalah salah satu dari beberapa inisiatif yang dijalankan Kementerian PU untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan Masyarakat
Menurut Dody, Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar bangunan, tetapi juga wadah untuk mewujudkan pendidikan inklusif dan berkelanjutan. “Ini adalah langkah penting untuk menjamin bahwa setiap anak, terlepas dari latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” katanya. Ia berharap proyek ini bisa menjadi contoh baik bagi proyek serupa di daerah lain.
Sejumlah masyarakat setempat juga turut menyampaikan harapan mereka. “Dengan adanya SR, anak-anak kami bisa belajar lebih nyaman dan tidak harus berangkat jauh ke kota,” kata salah satu orang tua. Dody menyetujui hal tersebut dan berjanji akan memastikan proyek ini memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Peningkatan Infrastruktur dan Kualitas Pendidikan
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana besar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan. Dharmasraya menjadi salah satu daerah yang masuk dalam prioritas pembangunan. “Kita ingin semua daerah memiliki akses yang setara, terutama dalam bidang pendidikan,” ujar Dody.
Proyek SR Tahap II di Dharmasraya dirancang dengan konsep modern, termasuk fasilitas pendukung seperti perp