Topics Covered: Baim Wong ceritakan pengalaman menyutradarai film bertabur bintang
Baim Wong ceritakan pengalaman menyutradarai film bertabur bintang
Topics Covered – Jakarta, Rabu – Baim Wong mengungkap pengalaman memimpin produksi film “Semua Akan Baik-Baik Saja,” yang akan rilis di bioskop mulai 13 Mei 2026. Film ini menjadi karya terbaru dari Tiger Wong Entertainment, yang menghadirkan sejumlah bintang besar seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, Rifnu Wikana, dan Happy Salma. Dalam acara gala premier di XXI Epicentrum, Jakarta, Baim berbagi tentang dinamika kerja sama dengan para aktor serta tantangan yang dihadapinya sebagai sutradara.
Pengalaman Membawa Proyek Layar Besar
Baim menegaskan bahwa ia merasa sangat didukung oleh kualitas para pemain yang terlibat. “Saya sangat terbantu dengan pemain-pemain yang sangat hebat,” ujarnya. Selama proses penggarapan, ia berusaha menciptakan lingkungan syuting yang memberikan ruang luas bagi kreativitas setiap aktor. “Maukah diatur-atur sama kita? Balik lagi cara bahasa kita sebenarnya harus benar,” tambah Baim, menjelaskan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk memastikan kenyamanan seluruh tim.
“Maukah diatur-atur sama kita? Balik lagi cara bahasa kita sebenarnya harus benar. Harus kita tidak menggurui gimana caranya mereka main dengan nyaman,” kata Baim.
Menurut Baim, sebagai sutradara, ia membiarkan para aktor mengeksplorasi skenario secara bebas. Namun, ia mengakui bahwa sesekali ada momen ketika para pemeran memberikan saran untuk mengarahkan adegan. “Untungnya saya juga aktor, jadi bisa merespons itu dengan baik agar lebih ke arah bagaimana mereka bersatu,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pengarahan tidak selalu langsung diberikan, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pemain.
Strategi Kreativitas yang Terbuka
Menurut Baim, salah satu cara menghadirkan kualitas adegan terbaik adalah dengan membangun suasana kerja yang saling menghargai. “Bukannya saya tidak mau mengarahkan, dia harus nyaman dulu dengan dirinya,” katanya. Pendekatan ini berbeda dari metode penggarapan yang biasanya kaku, sehingga memungkinkan para aktor menampilkan performa penuh.
“Saya sangat terbantu dengan pemain-pemain yang sangat hebat,” kata Baim.
Kemitraan Baim dengan para pemeran terlihat jelas dalam proses produksi. Ia berusaha memastikan setiap aktor merasa aman untuk mengembangkan karakternya sesuai dengan imajinasi sendiri. Selain itu, ia juga memperhatikan kebutuhan komunikasi yang efektif untuk meminimalkan kesalahpahaman dan menjaga harmoni di lokasi syuting. “Harus kita tidak menggurui gimana caranya mereka main dengan nyaman,” tegas Baim.
Aktor Berperan Aktif dalam Proses Penggarapan
Aktor Reza Rahadian, yang berperan sebagai Langit dalam film ini, mengapresiasi pendekatan Baim sebagai sutradara. “Jadi merespons dia itu, setelah saya baca dulu skripnya, saya tanya sama Baim adegannya apa, udah langsung roll aja,” ujarnya. Sebagai sutradara sekaligus aktor, Reza menyebut bahwa metode penggarapan yang fleksibel memungkinkan ia berdiskusi langsung dengan Baim tentang penyesuaian adegan.
“Jadi merespons dia itu, setelah saya baca dulu skripnya, saya tanya sama Baim adegannya apa, udah langsung roll aja,” tutur Reza.
Reza, yang memiliki pengalaman dalam menyutradarai film, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Baim menciptakan dinamika unik. “Saya bisa memberikan ide-ide saya, dan Baim pun merespons dengan baik,” katanya. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan film tidak hanya bergantung pada visi sutradara, tetapi juga pada interaksi yang saling mendukung antara semua pihak.
Apresiasi dari Aktor Lain
Aktor Rifnu Wikana dan Raihaanun juga mengungkapkan kesan positif terhadap pendekatan Baim. “Saya rasa Baim sangat memahami bagaimana membangun suasana yang menyenangkan,” kata Rifnu. Selain itu, Happy Salma, yang turut berperan, menilai bahwa lingkungan syuting yang dibuat Baim sangat kondusif untuk menampilkan kemampuan terbaik para pemain.
“Jadi, ruang-ruang yang dibuat oleh Baim adalah ruang-ruang yang membuat kami, rasa-rasanya semua, ya, para aktor di sini, bisa menampilkan atau memberikan yang terbaik yang kami mampu,” katanya.
Happy Salma menjelaskan bahwa kehangatan dan kekeluargaan dalam tim syuting memberikan dampak positif pada kualitas akting. “Kami merasa seperti satu keluarga, jadi tidak ada rasa takut untuk mencoba hal baru,” ujarnya. Hal ini mencerminkan upaya Baim dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga menyenangkan.
Collaboration dan Konsep Film
Skenario “Semua Akan Baik-Baik Saja” ditulis oleh Oka Aurora dan Baim Wong. Film ini menceritakan kisah perjuangan tokoh Langit, yang sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga, menanggung tanggung jawab besar untuk merawat orang tua dan adik-adiknya. Baim menjelaskan bahwa konsep ini diusung dengan harapan dapat memberikan pesan penuh makna bagi penonton.
Dalam proses pengerjaan, Baim mengatakan bahwa keterbukaan dalam berkomunikasi dan saling mendukung antaranggota tim adalah faktor utama keberhasilan film. “Kami saling menginspirasi, dan tidak ada yang merasa dihakimi dalam proses ini,” katanya. Ia menekankan bahwa kehangatan dalam kerja sama menjadi fondasi untuk menciptakan karya yang bermakna.
Baim juga membanggakan kerja sama antara seluruh tim, termasuk sutradara, penulis, dan aktor. “Saya merasa bangga bisa bekerja bersama mereka,” katanya. Dengan pendekatan yang demikian, film ini diharapkan dapat memenuhi ekspektasi penonton dan menjadi representasi keberhasilan kolaborasi kreatif yang harmonis.