Main Agenda: Sebanyak 898 pelajar SMK Tulungagung ikuti program magang luar negeri

Sebanyak 898 Pelajar SMK Tulungagung Ikuti Program Magang Luar Negeri

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA)

Main Agenda – Program magang kerja dan penempatan pelajar SMK di Kabupaten Tulungagung untuk tahun 2026 telah dimulai, dengan total 898 siswa yang terlibat dalam inisiatif tersebut. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja langsung ke berbagai negara tujuan, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) setelah menyelesaikan masa magang. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa seluruh peserta dari Jawa Timur mencapai angka 4.920, termasuk lulusan SMK yang akan ditempatkan di luar negeri.

“Dari Tulungagung, ada 898 pelajar SMK baik negeri maupun swasta yang tergabung dalam program magang kerja ke luar negeri, serta sebagian di antaranya akan kembali bekerja sebagai PMI,” ungkap Aries.

Menurut Aries, para peserta akan ditempatkan di delapan negara, yakni Jepang, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Dubai. Jepang menjadi negara dengan jumlah penempatan terbanyak, yang menunjukkan minat tinggi perusahaan di sana terhadap tenaga kerja dari daerah ini. Pemilihan negara tujuan didasarkan pada kebutuhan industri dan peluang kerja yang tersedia, serta kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung program pendidikan vokasional.

Program ini mencakup berbagai sektor, seperti industri manufaktur, perhotelan, farmasi, teknologi, dan bidang pekerjaan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI). Aries menjelaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri tidak hanya memperkuat keterampilan para peserta, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan karier mereka. Masa kerja berlangsung selama tiga hingga lima tahun, tergantung pada kontrak dan kebutuhan perusahaan. Aries menambahkan, setelah menyelesaikan masa magang dan terbukti mampu beradaptasi, sejumlah peserta akan diberikan kesempatan untuk terus bekerja sebagai PMI.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa pemberangkatan peserta awalnya dijadwalkan pada 19 Mei 2026, namun kemudian diubah menjadi 20 Mei 2026. Perubahan ini dilakukan untuk mengikuti instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar pelaksanaan program dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. “Kami ingin memastikan seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama, baik dalam pelatihan maupun penempatan,” kata Khofifah.

“Setiap pengguna tenaga kerja memiliki standar kompetensi masing-masing, sehingga peserta perlu dibekali kemampuan dan kedisiplinan sebelum berangkat,” jelas Khofifah.

Pelatihan yang diwajibkan bagi peserta dilaksanakan di Training Center Ketintang, Surabaya. Materi yang diberikan mencakup pelatihan bahasa, keterampilan kerja, serta pembinaan disiplin. Khofifah menegaskan bahwa proses pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemandirian peserta, yang akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja internasional. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun fondasi kualitas tenaga kerja yang kompeten.

Kebijakan magang luar negeri ini sejalan dengan upaya pemerintah Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas vokasi di kalangan pelajar. Dengan mempersiapkan mereka sejak dini, program ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran dan menambah daya saing tenaga kerja lokal. Aries menyebutkan bahwa program ini juga menjadi ajang untuk menguji kesiapan SMK dalam memenuhi standar industri modern, terutama di sektor teknologi dan AI yang semakin berkembang.

Pelaksanaan magang luar negeri di Kabupaten Tulungagung memperlihatkan minat tinggi siswa dalam mengambil peluang di luar negeri. Banyak dari mereka menjalani program ini sebagai langkah awal untuk memperluas wawasan dan mengasah keterampilan secara langsung di lingkungan kerja yang berbeda. Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman kehidupan sosial yang beragam, yang menjadi bagian penting dari pembelajaran vokasional.

Dalam rangka memastikan keberhasilan program, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan koordinasi dengan berbagai instansi dan perusahaan penempatan. Aries mengatakan bahwa ada sejumlah penyesuaian dalam sistem penempatan untuk meminimalkan risiko dan memperkuat pengawasan. “Kami terus memantau keberlanjutan program, serta memastikan peserta mendapat perlindungan hukum dan sosial,” tutur Aries.

Program ini juga mendapat dukungan dari komunitas lokal, termasuk pengusaha dan pengurus sekolah. Banyak SMK swasta di Tulungagung melibatkan siswanya dalam program magang sebagai bagian dari strategi pengembangan pendidikan vokasional. Dengan mengirimkan siswa ke luar negeri, sekolah-sekolah tersebut berharap mampu membuka jalan untuk kerja sama dengan perusahaan internasional, serta menambah pengalaman belajar yang praktis bagi siswa.

Kelangsungan program magang luar negeri ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil yang siap bekerja di berbagai sektor. Khofifah menekankan bahwa pemerintah daerah terus berupaya untuk memperluas jaringan kerja sama dengan negara-negara tujuan, serta memberikan fasilitas yang memadai bagi peserta. “Kami ingin program ini menjadi bagian dari sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebutuhan pasar,” ujarnya.

Adapun bagi para pelajar yang menjalani magang, mereka diberikan pelatihan intensif sebelum berangkat. Aries menjelaskan bahwa pelatihan ini mencakup penguasaan bahasa asing, pengenalan budaya kerja, serta pengembangan soft skill seperti kerja sama tim dan manajemen waktu. “Dengan demikian, peserta tidak hanya menguasai teknik kerja, tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan sosial yang berbeda,” tambahnya.

Program magang luar negeri ini dianggap sebagai bagian dari transformasi pendidikan di Jawa Timur, di mana SMK tidak hanya menjadi tempat pengajaran te

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *