New Policy: Gubernur bagi 3.500 paket sembako untuk mahasiswa di Hari Jadi Kalteng
Gubernur Bagikan 3.500 Paket Sembako untuk Mahasiswa dalam Perayaan Hari Jadi Kalteng
New Policy –
Dalam rangka memperingati hari jadi ke-69 Kalimantan Tengah, Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, melangsungkan kegiatan pembagian bantuan sosial berupa 3.500 paket sembako kepada mahasiswa di Kota Palangka Raya. Acara ini diadakan di halaman Istana Isen Mulang, tempat kediaman resmi Gubernur, dan dihadiri oleh ribuan peserta yang antusias. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kesejahteraan mahasiswa, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih terjadi.
Penyerahan Sembako dengan Harga Terjangkau
Program pasar murah spesial ini bertujuan memberikan akses yang lebih mudah bagi mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Setiap paket yang diberikan berisi satu sak beras lima kilogram, satu kilogram gula pasir, serta dua liter minyak goreng. Nilai bantuan per paket mencapai Rp149.500, namun dengan subsidi dari pemerintah provinsi sebesar Rp139.500, mahasiswa hanya perlu membayar Rp10.000 untuk mendapatkan semuanya.
“Saya ingin memastikan seluruh mahasiswa dapat terpenuhi kebutuhannya baik pendidikan, kesehatan maupun pangan, sehingga semua dapat fokus belajar, fokus mengejar cita-cita dan kesuksesan,” tegas Gubernur Agustiar Sabran di sela kegiatan, Rabu.
Menurut informasi yang disampaikan, seluruh paket sembako tersebut telah disiapkan sebelumnya oleh pemerintah daerah. Dengan menetapkan harga tebus yang terjangkau, Gubernur berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung tetapi juga mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat daya beli warga, terutama kalangan pelajar yang sering kali terbatas dalam pengelolaan anggaran pribadi.
Agustiar Sabran menyebutkan bahwa meskipun saat ini pemerintah sedang fokus pada efisiensi anggaran, beberapa program tetap menjadi prioritas. Salah satunya adalah bantuan kepada mahasiswa, yang dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi penerus bangsa. “Semangat terus berkarya, berprestasi dan mengabdi karena masa depan Kalimantan Tengah ada di tangan generasi muda,” jelasnya.
Dalam pidatonya, Gubernur menekankan pentingnya mahasiswa tetap menjaga semangat belajar dan mengoptimalkan potensi akademik. Ia juga memberikan pesan khusus untuk menjauhi narkoba serta pergaulan bebas, yang menurutnya bisa merusak masa depan generasi muda dan memperlambat pertumbuhan daerah. “Mahasiswa harus menjadi pilar utama dalam mengembangkan Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Pasar Murah sebagai Langkah Strategis
Penjabat Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menjelaskan bahwa pasar murah bagi mahasiswa bertujuan stabilisasi harga bahan pokok serta menjaga ketersediaan barang di tengah lonjakan permintaan. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam merayakan hari jadi provinsi dengan memperhatikan kebutuhan pendidikan dan ekonomi.
“Pasar murah ini bertujuan agar mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau, mendorong stabilisasi harga, menjaga ketersediaan bahan pokok serta mengendalikan laju inflasi daerah,” ujar Linae Victoria Aden.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara pemerintah dengan kalangan akademik. Aden menyampaikan bahwa bantuan sembako diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah daerah, dan mahasiswa adalah bagian integral dari proses tersebut,” imbuhnya.
Dengan bantuan ini, Gubernur berharap mahasiswa tidak hanya mampu menutupi biaya kuliah tetapi juga memiliki waktu dan energi yang lebih untuk mengejar tujuan akademiknya. “Program seperti ini membantu mengurangi beban finansial yang bisa mengganggu fokus belajar mereka,” tambah Aden.
Komitmen Gubernur untuk Kesejahteraan Mahasiswa
Gubernur Agustiar Sabran juga menyatakan bahwa pembagian sembako gratis ini merupakan inisiatif pribadinya untuk memastikan mahasiswa tidak terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok. Ia menjelaskan bahwa subsidi yang diberikan mencakup seluruh biaya bantuan, sehingga mahasiswa tidak perlu mengeluarkan uang sendiri. “Ini cara kami mengakui peran mahasiswa dalam membangun Kalimantan Tengah, meskipun anggaran terbatas,” katanya.
Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti bahwa keberhasilan daerah tidak hanya bergantung pada pengelolaan keuangan tetapi juga pada perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. “Kalimantan Tengah perlu bergerak cepat dalam memberikan dukungan kepada kalangan muda, terutama dalam bidang pendidikan,” tegasnya.
Kebijakan ini menjadi contoh kecil dari komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan bantuan sembako gratis, mahasiswa diberikan kesempatan untuk fokus pada studi dan pengembangan diri. “Mereka adalah harapan masa depan, dan kami ingin memastikan mereka tidak kesulitan dalam menjalani proses pendidikan,” kata Agustiar.
Menurut Linae Victoria Aden, kegiatan pasar murah ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. “Dengan memberikan bantuan langsung, kami mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengejar tujuan ekonomi, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah permintaan yang tinggi,” jelasnya.
Selain itu, program ini membantu mencegah terjadinya inflasi yang signifikan, terutama di sektor pangan. “Pemerintah berupaya meminimalkan dampak kenaikan harga terhadap golongan yang paling rentan, seperti pelajar dan mahasiswa,” lanjut Aden.
Harapan untuk Generasi Muda
Gubernur menegaskan bahwa mahasiswa harus terus bersemangat dalam belajar dan mengembangkan diri. “Jangan sampai hal-hal seperti biaya hidup atau kenaikan harga membuat mereka kehilangan motivasi,” pesannya.
Dalam suasana yang penuh semangat, ribuan mahasiswa antusias mengambil bantuan sembako. Sebagian besar dari mereka merasa senang karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok secara gratis. “Ini bantuan yang sangat berarti bagi kami, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih sulit,” kata salah satu mahasiswa, Budi, sambil mengangkat paket sembako yang diberikan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk