Historic Moment: Candi Borobudur tetap buka sampai pukul 14.00 WIB saat Waisak 31 Mei

Candi Borobudur Tetap Buka Sampai Pukul 14.00 WIB Saat Waisak 31 Mei

Historic Moment – Magelang, Jawa Tengah – Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko mengumumkan bahwa layanan kunjungan wisata akan tetap berlangsung hingga pukul 14.00 WIB pada perayaan Waisak tahun ini, 31 Mei 2026. Hal ini diungkapkan oleh Gistang Richard Panutur, Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM) yang mengelola tiga situs candi tersebut. “Kami tetap buka hingga jam dua siang, lalu pengunjung akan diberi petunjuk untuk meninggalkan area agar bisa mengikuti rangkaian keagamaan dan acara utama Waisak,” ujarnya dalam wawancara di Magelang, Minggu. Menurut Panutur, pembatasan akses diberlakukan demi memastikan kelancaran prosesi keagamaan. Pengunjung hanya boleh berada di pelataran candi dan tidak diperbolehkan naik ke struktur utamanya.

Persiapan Ibadah dan Acara Puncak

Menurut Panutur, perayaan Waisak tahun ini memerlukan persiapan ekstra agar bisa berjalan lancar. Setelah pukul 14.00 WIB, seluruh pengunjung dianjurkan untuk meninggalkan kawasan candi agar tidak mengganggu ibadah dan acara utama. “Operasional kami tetap berjalan sampai dua siang, namun setelah itu, para pengunjung harus mulai berpindah dari area yang diberikan,” katanya. Penutupan akses ke bagian atas candi juga dilakukan untuk memastikan ruang dan waktu yang cukup bagi pengurus tempat ibadah dalam mengelola rangkaian kegiatan. Hal ini merupakan langkah strategis agar acara bisa berlangsung tanpa hambatan, terutama saat pembakaran lentera perdamaian dan pertunjukan drone yang menjadi bagian dari perayaan.

“Kami tetap buka sampai jam dua siang. Setelah jam dua siang, kami mulai menganjurkan pengunjung untuk meninggalkan lokasi karena kami sedang mempersiapkan rangkaian Waisak. Untuk naik ke atas candi juga tidak bisa, hanya sampai pelataran saja,” kata Panutur.

Lentera Perdamaian dan Makna Numerik

Di sisi lain, Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, menyampaikan bahwa jumlah lentera yang diterbangkan pada perayaan tahun ini mencapai 2.570 unit. Angka tersebut naik satu dibandingkan tahun sebelumnya sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik. “Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera karena kami ingin meningkatkan keberuntungan. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian,” katanya. Fatmawati menjelaskan, lentera ini tidak hanya menjadi daya tarik visual tetapi juga memiliki makna spiritual, melambangkan cahaya kebijaksanaan dan pencerahan.

“Setiap tahun kami selalu menambah satu lentera supaya tambah hoki. Tahun ini jumlahnya 2.570 lentera perdamaian,” ujarnya.

Sebagai bagian dari perayaan, pertunjukan drone juga menjadi daya tarik utama yang menarik perhatian banyak pengunjung. Sebanyak 570 drone akan diterbangkan di langit malam Borobudur, jumlah yang meningkat dari 450 drone pada tahun sebelumnya. “Tahun kemarin hanya 450 drone, sekarang kami meningkatkan menjadi 570. Angka ini diambil dari tiga digit terakhir tahun Buddhis,” tutur Fatmawati. Pertunjukan drone ini dirancang untuk menciptakan pengalaman visual yang menakjubkan, dengan formasi khusus yang menggambarkan kisah hidup Buddha atau simbol-simbol keagamaan lainnya.

Perayaan Waisak sebagai Magnet Wisata Religi

Panutur menegaskan bahwa perayaan Waisak di Borobudur setiap tahun menjadi daya tarik bagi pengunjung yang tertarik pada wisata religi dan budaya. Ia menyebut acara ini selalu menarik ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dan negara. “Waisak bukan hanya acara keagamaan, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya dan sejarah yang memperkaya pengalaman wisatawan,” katanya. Peningkatan jumlah lentera dan drone diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk datang, terutama di hari besar tersebut.

“Perayaan Waisak di Borobudur setiap tahunnya menjadi magnet wisata religi dan budaya yang menarik ribuan umat Buddha maupun wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara,” ujarnya.

Kegiatan Waisak di Borobudur telah menjadi tradisi yang berlangsung rutin sejak beberapa tahun terakhir. Selain lentera perdamaian dan pertunjukan drone, acara ini juga melibatkan berbagai upacara keagamaan seperti pembakaran lentera, yoga massal, dan pertunjukan musik tradisional. “Selain itu, kami juga menyediakan panduan wisata yang lebih intensif agar pengunjung bisa merasakan keseluruhan makna perayaan ini,” tambah Panutur. Dengan adanya penambahan angka pada jumlah lentera dan drone, Borobudur terus berinovasi dalam menyajikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam.

Pengelolaan Situs Sejarah dan Edukasi Wisata

Sebagai situs sejarah yang memiliki nilai budaya tinggi, Borobudur tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat edukasi bagi pengunjung. Panutur menjelaskan bahwa pihak pengelola tetap memprioritaskan pengalaman wisata yang bermakna, baik secara spiritual maupun pendidikan. “Pengunjung tidak hanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *