DKI perlu perbanyak kegiatan untuk tingkatkan kunjungan wisatawan
DKI Perlu Perbanyak Kegiatan untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
DKI perlu perbanyak kegiatan untuk tingkatkan – Jakarta – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta memberikan saran kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) untuk menambah jumlah acara dan kegiatan pada periode hari besar. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor usaha, termasuk sektor jasa dan perdagangan. Ketua Komisi B, Nova Harivan Paloh, menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan event di ibu kota bisa memperkuat daya tarik kota sebagai destinasi wisata yang unik.
Peran Kegiatan dalam Meningkatkan Sektor Usaha
Dalam wawancara di Jakarta, Senin, Nova mengatakan bahwa kegiatan yang rutin digelar dapat menarik lebih banyak pengunjung, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, event-event seperti festival, pameran, atau kegiatan budaya memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengeluaran wisatawan di sektor makanan, akomodasi, hingga layanan transportasi. “Kita perlu melibatkan lebih banyak ide kreatif agar wisatawan betah dan ingin kembali,” imbuh Nova. Ia menekankan bahwa DKI Jakarta harus memanfaatkan momentum hari besar sebagai sarana untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
“Kalau banyak event di Jakarta, tentu berimplikasi ke sektor yang lainnya. Restoran, hotel. Itu perlu ditingkatkan ide-idenya,” kata Nova.
Komisi B juga menyoroti pentingnya memperkaya pengalaman wisatawan dengan beragam kegiatan. Dengan meningkatkan jumlah acara, Jakarta bisa menjadi pusat kegiatan yang dinamis, bukan hanya sebagai kota bisnis tetapi juga sebagai lokasi pariwisata. “Jika daya tarik kota terus dikembangkan, maka jumlah pengunjung akan meningkat,” tambah Nova.
Strategi Pengembangan Ikon Wisata
Sebagai langkah tambahan, Nova menyarankan Jakarta harus memperkuat simbol-simbol wisata khas ibu kota. Ikon-ikon seperti tempat sejarah, pusat budaya, atau atraksi alam perlu ditingkatkan agar bisa menarik perhatian wisatawan. “Ikon-ikon di Jakarta juga harus ditingkatkan, agar banyak pilihan bagi para pelancong,” ujar Nova.
Menurut Nova, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak hanya berdampak pada sektor jasa, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia berharap, Disparekraf bisa merancang kegiatan yang lebih beragam, baik yang tradisional maupun modern, untuk menciptakan daya tarik yang lebih luas. “Pariwisata dan ekonomi kreatif perlu terus ditingkatkan agar Jakarta tetap relevan di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.
Rencana Kegiatan untuk Tahun 2027
Sementara itu, Sekretaris Disparekraf, Helma Dahlia, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana penyelenggaraan event di tahun 2027. Rencana ini ditujukan untuk mendukung perayaan hari besar keagamaan, termasuk Waisak, Penjor, dan Natal. Helma menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap jumlah pengunjung dan pertumbuhan perekonomian DKI Jakarta.
“Untuk hari besar keagamaan di tahun 2027 kita sudah menyiapkan event seperti Waisak, Penjor, dan Natal,” katanya.
Helma menambahkan bahwa Disparekraf akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan swasta, untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan secara optimal. Ia menekankan bahwa langkah ini dilakukan agar Jakarta tetap menjadi pilihan utama wisatawan, baik pada hari biasa maupun saat hari besar. “Dengan menambah agenda kegiatan, kita bisa menarik minat lebih banyak pengunjung dari luar daerah dan mancanegara,” ujarnya.
Kebijakan ini juga diharapkan bisa memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang modern namun tetap kaya akan budaya. Selain itu, Helma menyampaikan bahwa event-event yang digelar akan diintegrasikan dengan promosi ekonomi kreatif, seperti seni, musik, dan kerajinan. “Kita ingin menciptakan pengalaman wisata yang berbeda dari kota-kota lain, dengan kombinasi antara keunggulan pariwisata dan inovasi ekonomi kreatif,” terang Helma.
Potensi Dampak pada Sektor Perekonomian
Dari sisi perekonomian, kegiatan wisata besar-besaran diharapkan bisa menaikkan pendapatan daerah melalui PAD. Menurut Helma, perayaan hari besar keagamaan selama 2027 akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kegiatan ekonomi kreatif, terutama di sektor layanan dan industri hiburan. “Kita juga ingin mendorong pengembangan destinasi wisata baru yang belum dimaksimalkan,” imbuhnya.
Nova menyetujui rencana tersebut, tetapi menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan event tergantung pada strategi yang tepat. “Event harus dirancang dengan konsep yang inovatif dan tidak monoton agar bisa menarik minat wisatawan,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kegiatan, baik dari segi waktu maupun sumber daya. “Kita perlu memastikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekali dalam tahun, tetapi bisa berkelanjutan hingga mencapai target kunjungan wisatawan yang lebih tinggi,” jelas Nova.
Menurut Nova, kota ibu kota harus terus beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan modern. Ia menambahkan bahwa pendekatan ini bisa menciptakan daya tarik unik yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. “Kita perlu berpikir kreatif dalam merancang event, agar Jakarta tetap menjadi tujuan wisata yang menarik dan relevan,” pungkasnya.
Dalam konteks ini, Disparekraf dan DPRD DKI Jakarta juga sepakat bahwa pengembangan pariwisata harus dipandang sebagai bagian dari kebijakan pembangunan daerah. Kebijakan tersebut bisa memperkuat hubungan antara sektor pariwisata dan sektor lainnya, seperti perdagangan dan manufaktur. “Kita ingin memastikan bahwa setiap kegiatan wisata mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan,” tambah Helma.
Kebijakan ini juga memerlukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan berbagai pihak, termasuk swasta. Nova menilai bahwa partisipasi dari industri hiburan, hotel, dan restoran sangat penting untuk memperkaya pengalaman wisatawan. “Kami berharap ada keterlibatan lebih luas dari berbagai sektor, agar kegiatan wisata bisa memberikan manfaat yang maksimal,” katanya.
Dengan memperbanyak acara dan memperkuat ikon wisata, Jakarta bisa menjadi kota yang lebih menarik bagi pengunjung. Nova juga menekankan bahwa kegiatan ini perlu diselenggarakan secara berkala, agar wisatawan tidak hanya datang saat hari besar tetapi juga pada masa-masa lain. “Kita harus menciptakan atmosfer yang terus menarik, baik untuk wisatawan lokal maupun internasional,” pungkasnya.
Kebijakan ini diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta. Helma Dahlia menambahkan bahwa Disparekraf akan terus mengoptimalkan berbagai potensi wisata, termasuk menyiapkan fasilitas yang lebih lengkap dan menarik. “Kita juga ingin menciptakan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan memadai untuk menjaga kualitas layanan,” ujarnya.
Menurut Helma, kegiatan wisata yang rutin digel