Visit Agenda: ASDP perkuat layanan penyeberangan Jawa-Bali pada libur Idul Adha
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Jawa-Bali pada Libur Idul Adha
Visit Agenda – Banyuwangi menjadi titik fokus perhatian PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam meningkatkan kesiapan operasional ferry selama libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026. Perusahaan ini memastikan keberlangsungan layanan antar pulau, khususnya di lintasan Ketapang (Banyuwangi) hingga Gilimanuk (Bali), tetap optimal guna mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat serta distribusi barang. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa langkah penguatan layanan bertujuan meminimalkan gangguan arus transportasi yang mungkin terjadi akibat peningkatan jumlah penumpang dan pengemudi selama masa libur. “Kami melakukan antisipasi matang untuk menjaga operasional feri berjalan lancar dan aman, terutama di tengah kemungkinan lonjakan volume penyeberangan,” jelasnya dalam siaran pers di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu.
Dalam memperkuat layanan, ASDP tidak hanya memastikan kapasitas armada tetap memadai, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan di seluruh jalur utama. Heru menyampaikan bahwa keberhasilan operasional di masa sebelumnya menjadi dasar dalam menyesuaikan rencana antisipasi. “Saat libur panjang, kita harus mempertimbangkan perubahan pola kebutuhan pengguna, termasuk distribusi logistik yang meningkat signifikan,” katanya. Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, terutama, menjadi jalur yang paling banyak diminati oleh masyarakat, baik untuk perjalanan wisata maupun pengiriman barang. Dengan persiapan yang lebih matang, ASDP berharap dapat menangani volume penumpang dan kendaraan yang diprediksi melonjak drastis.
“Perusahaan telah melakukan langkah antisipasi secara menyeluruh untuk memastikan operasional penyeberangan tetap berjalan optimal selama periode libur panjang,” ujar Heru Widodo.
Pertumbuhan Trafik pada Masa Libur Panjang
Menurut Heru, data dari bulan Mei 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam volume penggunaan jasa feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk. “Selama masa libur panjang, pertumbuhan trafik mencapai kisaran 13,5 hingga 36,1 persen pada arus keberangkatan, sedangkan arus balik meningkat sekitar 22,3 hingga 24 persen,” tambahnya. Angka ini menunjukkan tingkat permintaan yang sangat tinggi, terutama di sepanjang libur Idul Adha yang merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan menyadari bahwa kelancaran transportasi menjadi kunci utama dalam memastikan kepuasan pengguna, baik dari segi kecepatan maupun kenyamanan.
Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, ASDP melakukan pengoptimalan jadwal keberangkatan, sekaligus memperluas jaringan armada. Dengan memperbanyak jumlah kapal yang siap beroperasi, perusahaan memastikan kapasitas pengangkutan tidak terbatas. “Kami terus meningkatkan kapasitas layanan di setiap titik strategis agar penumpang dapat memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih baik,” jelas Heru. Penggunaan sistem digital seperti platform Ferizy juga menjadi andalan dalam mengurangi antrian di pelabuhan. Hal ini berdampak positif pada pengelolaan waktu serta efisiensi distribusi kendaraan.
Kapasitas Armada dan Sistem Pengaturan
Sekretaris Perusahaan ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa salah satu langkah krusial dalam penguatan layanan adalah perbantuan kapal KMP Roditha untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan di Selat Bali. “Kapal tambahan ini menjadi pengayaan penting agar kapasitas armada tetap mencukupi kebutuhan masyarakat selama libur panjang,” tuturnya. Selain itu, ASDP juga mengoptimalkan sistem delaying di beberapa titik buffer zone untuk mengatur distribusi kendaraan ke pelabuhan. “Kita tidak ingin terjadi penumpukan di area pelabuhan, sehingga sistem ini berfungsi sebagai penyeimbang,” katanya.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket secara mandiri melalui platform digital Ferizy dan datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan pada tiket, ini penting untuk mendukung distribusi kendaraan yang lebih tertib dan mencegah penumpukan di area pelabuhan,” kata Windy Andale.
Dalam persiapan ini, ASDP juga menyiapkan posko mini khusus di beberapa titik utama. Posko ini bertujuan memperkuat koordinasi operasional antara tim lapangan, petugas keamanan, dan pihak terkait lainnya. “Posko mini berperan dalam mengawasi dinamika keberangkatan dan mencegah penundaan yang tidak terduga,” tambah Windy. Dengan adanya posko, ASDP dapat merespons cepat terhadap situasi yang mungkin muncul, seperti perubahan cuaca atau kepadatan penumpang yang melampaui ekspektasi.
Windy juga menekankan bahwa keberhasilan layanan feri tidak hanya bergantung pada jumlah kapal, tetapi juga pada pengelolaan proses secara keseluruhan. “Kami mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan pengalaman perjalanan yang berkelanjutan,” ujarnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, ASDP melakukan pemeriksaan rutin terhadap kualitas armada, ketersediaan fasilitas di pelabuhan, serta kesehatan dan keamanan petugas. Selain itu, perusahaan juga memberikan pelatihan khusus kepada staf untuk menangani situasi darurat maupun keluhan pengguna secara profesional.
Dalam upaya memperkuat kapasitas, ASDP telah menyiapkan 28 hingga 33 kapal feri. Jumlah ini disesuaikan dengan tingkat kepadatan setiap hari, memungkinkan perusahaan melakukan penyesuaian fleksibel. “Dengan pengaturan yang lebih baik, kita bisa menghindari kekacauan di pelabuhan dan menjaga ketertiban selama operasional berlangsung,” jelas Windy. Pendekatan ini menunjukkan komitmen ASDP untuk memberikan layanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah dan memenuhi standar kualitas yang tinggi.
Selama libur Idul Adha, ASDP juga menekankan pentingnya kesadaran pengguna jasa terhadap jadwal keberangkatan. “Masyarakat diminta untuk mengakses platform Ferizy secara mandiri dan mematuhi aturan yang berlaku,” katanya. Dengan demikian, ASDP berharap dapat meminimalkan risiko penumpukan dan mempercepat proses pelayanan. Seluruh upaya ini bertujuan menciptakan ekosistem transportasi laut yang lebih terarah dan mampu menangani permintaan yang tinggi tanpa mengorbankan kualitas layanan.