Key Strategy: Dirut Bulog: Penyerapan gabah petani nyaris 3 juta ton setara beras

Dirut Bulog: Penyerapan Gabah Petani Capai 3 Juta Ton Setara Beras

Key Strategy – Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa upaya penyerapan gabah dari petani telah mencapai 74 persen dari target 4 juta ton yang ditetapkan untuk tahun 2026. Pada acara pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat (15/9), Rizal menyatakan bahwa realisasi serapan gabah mencapai hampir 3 juta ton, menunjukkan keberhasilan strategi yang dijalankan. “Sampai saat ini, realisasi penyerapan gabah mencapai 74 persen, yakni sekitar 2,96 juta ton dari target total 4 juta ton,” jelas Rizal, yang menekankan bahwa angka tersebut menunjukkan progress yang signifikan dalam upaya Key Strategy mengatasi masalah pasokan beras nasional.

Kolaborasi Lintas Sektor Memperkuat Realisasi Target

Key Strategy tidak hanya bergantung pada kebijakan internal Bulog, tetapi juga melibatkan kerja sama intensif dari berbagai pihak terkait. Rizal menyoroti peran pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, serta aparat TNI/Polri dalam memastikan distribusi gabah berjalan lancar, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas. “Kerja sama lintas sektor sangat krusial dalam menggerakkan Key Strategy,” tambahnya. Dengan sistem yang terpadu, Bulog berhasil mengurangi hambatan dalam distribusi bahan baku, sehingga dapat menjamin ketersediaan beras untuk rakyat.

Pendekatan Pentahelix Meningkatkan Akuntabilitas Program

Key Strategy juga diimplementasikan melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan lima komponen utama, seperti akademisi, media, dan instansi terkait lainnya. Rizal menjelaskan bahwa strategi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi penyerapan gabah, tetapi juga memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pengelolaan bahan baku. “Dengan melibatkan pihak eksternal, kami bisa mengawasi kualitas dan keberlanjutan Key Strategy,” kata Rizal. Dia menambahkan bahwa partisipasi media membantu memperkuat kepercayaan publik terhadap program penyerapan gabah.

Prioritas Kualitas Hasil Panen dalam Penyerapan Gabah

Key Strategy tidak hanya fokus pada volume serapan, tetapi juga pada kualitas hasil panen petani. Rizal menyebutkan bahwa program Bulog memberikan kepastian kepada petani tentang standar kualitas gabah yang diterima, sehingga mendorong mereka untuk memperhatikan proses pengolahan dan penyimpanan. “Kami ingin memastikan bahwa gabah yang masuk ke sistem nasional memiliki kualitas terbaik,” ujarnya. Ini menjadi prioritas dalam menciptakan rantai pasok yang sehat dan berkelanjutan, yang menjadi bagian dari visi Key Strategy.

Dalam konteks ketahanan pangan, Key Strategy dianggap sebagai fondasi penting untuk menjaga stabilitas harga beras dan meminimalkan risiko kelangkaan. Rizal menjelaskan bahwa program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi dukungan bagi ekspor beras Indonesia. “Dengan Key Strategy, kami bisa mengoptimalkan kapasitas penyimpanan dan distribusi beras secara lebih terarah,” katanya. Selain itu, strategi ini juga mendorong penguatan kemitraan dengan petani, agar mereka lebih terlibat dalam proses penyerapan dan pemenuhan kebutuhan pasar.

Rizal menyatakan bahwa tantangan utama dalam menerapkan Key Strategy adalah memastikan konsistensi dari semua pihak terkait. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu lebih aktif dalam mendukung program ini, sementara petani harus terus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. “Selama ini, ada beberapa hambatan dalam distribusi gabah, terutama di daerah yang kurang memiliki infrastruktur pendukung,” ujarnya. Namun, dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Key Strategy diharapkan dapat mencapai target 100 persen penyerapan gabah, sehingga mendorong kesejahteraan petani dan kestabilan pasokan beras nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *