Latest Program: PG Meritjan Kediri target giling tebu 2,5 juta kuintal di 2026

PG Meritjan Kediri Targetkan Proses Giling Tebu 2,5 Juta Kuintal Tahun 2026

Latest Program – Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri memastikan target penggilingan tebu yang lebih tinggi pada musim giling tahun 2026. Dalam peningkatan ini, pabrik gula tersebut menargetkan mampu mengolah tebu hingga 2,5 juta kuintal, meningkat dari capaian 2,2 juta kuintal di musim giling 2025. Hal ini diungkapkan oleh Tites Agung Priyono, General Manager PG Meritjan Kediri, yang menyatakan bahwa persiapan dan operasional giling telah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa optimisme terhadap target tersebut didasari oleh dukungan program CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) yang telah dimulai tahun lalu.

Kegiatan Manten Tebu sebagai Simbol Kolaborasi

Dalam upaya memastikan kelancaran proses giling, PG Meritjan Kediri menggelar acara khusus berupa “manten tebu,” sebuah tradisi unik yang dianggap sebagai perayaan pengantin. Acara ini diadakan di area pabrik dan dihadiri oleh puluhan petani serta masyarakat sekitar. Menurut Tites, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai simbol keakraban, tetapi juga menunjukkan komitmen bersama antara pihak pabrik dan para petani untuk memperkuat sinergi dalam produksi tebu. Para peserta acara memakai pakaian tradisional, dengan beberapa di antaranya meniru busana pengantin perempuan dan laki-laki, sementara lainnya memakai kembar mayang. “Alhamdulillah resepsi ini berjalan lancar dan kami siap melaksanakan giling 2026,” tambah Tites, menjelaskan bahwa acara ini bertujuan menciptakan suasana yang harmonis untuk mempercepat kesiapan penggilingan.

“Kami optimistis target tahun ini bisa tercapai karena ada dukungan dari program pemerintah CPCL bongkar ratoon yang sudah kami mulai tahun lalu,” kata Tites.

Dalam menyambut musim giling 2026, PG Meritjan Kediri menggandeng berbagai mitra, khususnya petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR). Menurut Tites, kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam memenuhi target yang lebih tinggi. Selain itu, pihak pabrik juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung dari petani dalam setiap tahap penggilingan. Dukungan dari para anggota APTR diperkirakan akan meningkatkan kualitas pasokan tebu, serta memastikan konsistensi dalam proses produksi.

Capaian Teknis dan Kesiapan Perusahaan

Direktur SDM PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Affan Safiq menyampaikan bahwa kesiapan PG Meritjan Kediri untuk melaksanakan giling 2026 sangat matang. Ia menyoroti hasil uji coba mesin dalam tahap general steam test yang mencapai nilai 99,03 persen, menunjukkan kinerja optimal dari peralatan produksi. “Saya optimistis PG Meritjan tahun ini akan bangkit dan laba,” ujarnya, menambahkan bahwa persiapan manajemen dan koordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan secara intensif.

“Hasil nilai saat general steam test di semua stasiun mesin dan kekompakan dengan petani mencapai 99,03 persen,” kata Affan Safiq.

Sementara itu, Mahmud Pujianto, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Meritjan Kediri, memaparkan bahwa keberadaan pabrik gula tersebut sangat berkontribusi pada perekonomian wilayah sekitar. “PG Meritjan adalah perusahaan tertua di Kediri, harus kita jaga dan kita uri-uri keberlangsungan perusahaan ini,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa para petani binaan telah menyatakan komitmen untuk menyuplai tebu berkualitas manis, segar, dan bersih, yang menjadi prioritas utama PG Meritjan dalam mencapai rendemen 7,5 persen. “Kehadiran PG Meritjan sangat membantu ekonomi masyarakat sekitar,” lanjut Mahmud.

Kegiatan “manten tebu” juga dianggap sebagai bentuk penguatan hubungan antara pabrik gula dan para petani. Dalam acara ini, selain suasana pesta yang meriah, peserta juga memperoleh edukasi tentang teknik pengolahan tebu dan pentingnya kualitas bahan baku. “Kegiatan ini bagian dari tradisi yang digelar di pabrik gula dengan harapan proses giling bisa berlangsung dengan lancar,” jelas Tites. Acara tersebut turut dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Direktur SDM PT SGN, serta sejumlah petani binaan PG Meritjan Kediri.

Langkah Strategis untuk Swasembada Gula

Tujuan penggilingan 2,5 juta kuintal di 2026 tidak hanya sebagai target produksi, tetapi juga sebagai langkah strategis menuju swasembada gula nasional. Dengan volume giling yang lebih besar, PG Meritjan Kediri berharap dapat meningkatkan pasokan gula ke pasar domestik, sekaligus mendukung stabilitas harga. Tites mengatakan bahwa peningkatan ini juga didorong oleh kebutuhan konsumsi dalam negeri yang terus bertumbuh, serta kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi tanaman pangan dan perkebunan.

Persiapan infrastruktur dan teknologi produksi menjadi fokus utama PG Meritjan Kediri. Pihaknya telah melakukan perbaikan pada sistem pengolahan tebu agar mampu menyerap lebih banyak pasokan. “Kami sudah memperkuat kapasitas pabrik, termasuk pengoptimalan mesin-mesin yang digunakan dalam proses giling,” ungkap Tites. Dengan rendemen yang ditargetkan sebesar 7,5 persen, pabrik gula tersebut diperkirakan akan menghasilkan gula yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini, lanjut Tites, merupakan hasil dari sinergi antara pabrik dan petani dalam upaya meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, Affan Safiq menyampaikan bahwa koordinasi dengan para petani dilakukan secara masif sejak awal tahun. “Koordinasi dengan para petani dan lingkungan sekitar sudah cukup intens, sehingga memastikan ketersediaan bahan baku cukup memadai,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa para petani tidak hanya diberikan bantuan teknis, tetapi juga dibina untuk meningkatkan kualitas tebu yang dihasilkan. “Kami harap dengan kolaborasi ini, PG Meritjan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pabrik gula yang andal di Jawa Timur,” tukas Affan.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan

Sebagai pabrik gula yang telah berdiri selama bertahun-tahun, PG Meritjan Kediri berupaya memastikan bahwa keberhasilan musim giling 2026 menjadi awal dari kemajuan lebih lanjut. Mahmud Pujianto menegaskan bahwa keterlibatan aktif petani dalam setiap tahap produksi adalah kunci keberhasilan. “Kami juga sudah memastikan bahwa para petani binaan siap menyuplai tebu dengan kualitas terbaik,” jelasnya. Selain itu, pihaknya berharap bahwa tradisi “manten tebu” akan terus dijaga sebagai bentuk keakraban dan kepercayaan yang terjalin antara pabrik gula dan masyarakat.

Dengan target 2,5 juta kuintal, PG Meritjan Kediri diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Ia juga berharap bahwa produksi gula akan meningkatkan pendapatan pet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *