Key Discussion: KAI percepat regenerasi armada KRL Jabodetabek lewat PMN

KAI Percepat Regenerasi Armada KRL Jabodetabek dengan PMN

Key Discussion – Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempercepat proses penggantian kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek yang sudah cukup lama beroperasi, berkat dana Penyertaan Modal Negara (PMN). Tahun ini, jumlah penumpang yang menggunakan KRL Jabodetabek terus meningkat, sementara armada lama yang telah berusia 34 hingga 41 tahun masih menjadi penggerak utama layanan transportasi massal tersebut. Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI, menjelaskan bahwa pengadaan KRL baru menjadi prioritas untuk menangani lonjakan pengguna dan mengurangi beban operasional kereta yang memasuki masa konservasi.

Pengadaan Sarana Baru untuk Mengatasi Keterbatasan Armada Lama

KRL Jabodetabek yang beroperasi saat ini terdiri dari berbagai jenis, di antaranya kereta bekas dari Jepang dan Tiongkok. Menurut Bobby, sebanyak 780 unit kereta berasal dari JR East Seri 205 yang telah berusia 34 hingga 41 tahun, sedangkan 128 unit lainnya adalah dari Tokyo Metro dengan rentang usia serupa. Keberadaan armada lama ini menimbulkan tantangan, karena usia yang melebihi tiga dekade membuat keandalan dan efisiensi operasional menurun. “Kami sedikit memberikan gambaran bagaimana urgensi kebutuhannya untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, serta meningkatnya jumlah sarana KRL yang memasuki masa konservasi,” ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

“Di tahun 2025 kemarin, realisasinya sebenarnya sudah lebih dari 339 juta (pengguna), yaitu sekitar 357 juta realisasinya,”

Proyeksi jumlah penumpang KRL Jabodetabek terus meningkat setiap tahun, mencapai 437 juta orang pada 2030. Pertumbuhan ini memerlukan tambahan armada yang lebih modern untuk memenuhi permintaan. Bobby menambahkan bahwa tren kenaikan pengguna telah menuntut perbaikan infrastruktur dan sarana transportasi, sehingga pengadaan KRL baru menjadi langkah strategis untuk menjaga kapasitas layanan. Selain itu, penggunaan armada lama yang memasuki masa konservasi membutuhkan perawatan ekstra, yang memperbesar biaya operasional.

Dana PMN Sebagai Penopang Utama Proyek

Untuk mendukung penggantian armada, KAI bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meluncurkan proyek senilai Rp9,18 triliun. Dana tersebut berasal dari PMN pemerintah sebesar Rp5,3 triliun (58 persen dari total proyek), pinjaman bank Rp3,69 triliun, serta dana internal KCI sekitar Rp190 miliar. Pembiayaan PMN terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu Rp2 triliun untuk 2024, Rp1,8 triliun untuk 2025, dan Rp1,5 triliun untuk 2026, meski masih dalam bentuk proyeksi. “Proyeksinya akan kita spending sesuai dengan progres dari penyelesaian sembilan trainset yang sudah ada di PT INKA sesuai dengan recovery schedule-nya, yaitu diharapkan penyelesaiannya itu di bulan September tahun 2026,”

Bobby menegaskan bahwa PMN menjadi fondasi utama dalam proses regenerasi armada, terutama untuk membiayai pengadaan KRL baru dan retrofit. Proyek ini mencakup empat komponen utama: pengadaan 16 trainset dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA senilai Rp3,85 triliun, tiga trainset dari CRRC Qingdao Sifang Co Ltd senilai Rp830 miliar, delapan trainset untuk mengganti program retrofit senilai Rp2,2 triliun, serta dua trainset retrofit dari INKA senilai Rp250 miliar. Selain itu, ada rencana tambahan pengadaan delapan trainset dari INKA senilai Rp2,05 triliun yang belum dikontrak.

Dari total PMN, dana tahun 2024 senilai Rp2 triliun telah sepenuhnya terserap untuk pengadaan sarana baru dan retrofit. Sementara itu, PMN tahun 2025 senilai Rp1,8 triliun telah diterima KAI pada 31 Desember 2025, lalu dialihkan ke KCI pada 20 Mei 2026. Pada tahap ini, sebesar Rp744,46 miliar dari dana tersebut telah disalurkan ke INKA, sementara sisa sekitar Rp1,05 triliun akan dicairkan secara bertahap sesuai kemajuan pengadaan KRL. “Kami sedang memantau progres penyelesaian sembilan trainset yang diproduksi oleh INKA, dan penyerapan dana akan berlangsung sesuai jadwal,”

KAI juga mengungkapkan bahwa penggunaan dana PMN sangat krusial dalam mendorong modernisasi sistem transportasi. Proyek ini tidak hanya memperkuat kapasitas angkut tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna, terutama di jalur yang paling sibuk. Pembaruan armada yang dimulai dari tahun 2024 menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan di Jabodetabek. Bobby menekankan bahwa proyek ini adalah langkah awal dari rencana jangka panjang untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh sistem kereta rel listrik.

Tahapan Pembiayaan dan Target Pengadaan

Pembiayaan proyek pengadaan KRL Jabodetabek mencakup berbagai sumber, termasuk dana internal KCI. Jumlah unit KRL baru yang akan diproduksi mencapai 192 unit dari INKA, dengan 16 trainset sebagai bagian utama proyek. Sementara itu, tiga trainset impor dari Tiongkok dan delapan trainset impor untuk retrofit juga menjadi komponen penting. KAI mengharapkan seluruh trainset akan rampung sesuai target, sehingga bisa segera menggantikan armada lama yang sudah tidak optimal.

Adapun program retrofit akan dilakukan untuk memperpanjang masa pakai kereta bekas yang masih layak digunakan. Jumlah unit yang direncanakan untuk diubah bentuknya adalah 24 unit dari INKA, dengan dana Rp250 miliar. Bobby menambahkan bahwa proyek ini melibatkan koordinasi erat antara KAI, KCI, dan pihak pemerintah untuk memastikan pelaksanaan tepat waktu. “Kami berharap dengan adanya dana PMN, kita bisa mempercepat pengadaan KRL yang lebih modern, sehingga layanan transportasi bisa lebih stabil dan nyaman bagi masyarakat,”

Modernisasi armada KRL Jabodetabek diharapkan meningkatkan daya dukung sistem transportasi sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat usia kereta yang memperbesar peluang kerusakan. Selain itu, penggunaan teknologi terbaru dalam trainset baru akan mengoptimalkan konsumsi energi dan mengurangi biaya operasional jangka panjang. Bobby menyatakan bahwa proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *