Main Agenda: Rano harap PKK perkuat peran untuk tingkatkan kesejahteraan keluarga
Rano Harap PKK Perkuat Peran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga
Main Agenda kesejahteraan keluarga menjadi prioritas utama dalam pembangunan Jakarta, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Pada hari Senin, 8-9 Juni 2026, di Jakarta Selatan, Rano menyampaikan harapan bahwa Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan pentingnya PKK sebagai pelaku utama yang mampu mendorong kehidupan yang lebih baik bagi keluarga di kota metropolis ini.
Pembangunan Masa Depan Membutuhkan Kolaborasi
Menurut Rano, keberhasilan pembangunan Jakarta tidak bisa tercapai tanpa partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. PKK, dengan jaringan kader yang menjangkau tingkat dasawisma, menjadi kekuatan utama untuk memperkuat Main Agenda kesejahteraan keluarga. “PKK harus menjadi garda depan dalam memberdayakan keluarga, terutama di wilayah yang terdampak langsung oleh masalah perkotaan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa inovasi dan kolaborasi antarlembaga adalah kunci untuk mengatasi tantangan fiskal serta meningkatkan efisiensi program-program yang dirancang.
“PKK hadir untuk menciptakan perubahan nyata dalam kesejahteraan masyarakat Jakarta, sehat, bahagia, dan berdaya saing,” tutur Rano.
Kegiatan Rakerda Sebagai Forum Strategis
Rakerda PKK Provinsi DKI Jakarta 2026 berlangsung sebagai forum untuk menyelaraskan kebijakan dan mempercepat pencapaian Main Agenda kesejahteraan keluarga. Acara yang diadakan di Jakarta Selatan pada 8-9 Juni 2026 dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri dari pembina PKK, anggota Tim Penggerak PKK tingkat provinsi dan kota administrasi, mitra lembaga, serta pemangku kepentingan. “Kita harap Rakerda ini menjadi ruang pertukaran ide dan penguatan kerja sama untuk meraih perubahan yang berkelanjutan,” jelas Ketua Tim Penggerak PKK Hani Pramono.
Dalam acara tersebut, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Tri Tito Karnavian menyoroti kontribusi PKK DKI Jakarta dan pemerintah provinsi dalam menciptakan inisiatif kreatif. Ia menilai program-program yang dihasilkan Rakerda mampu berdampak langsung pada tujuan pembangunan nasional dan daerah. “Kader PKK harus menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuh Tito, menegaskan bahwa Main Agenda perlu dijalankan secara konsisten dan inovatif.
Pengurangan RW Kumuh sebagai Bukti Kinerja
Rano Karno memberikan contoh nyata keberhasilan PKK dalam mencapai Main Agenda, seperti penurunan jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta. Dalam satu tahun terakhir, data menunjukkan bahwa RW kumuh berkurang hampir 50 persen, dari 418 menjadi 210 RW. “Ini adalah bukti bahwa kerja keras PKK bisa menghasilkan perubahan signifikan,” ujarnya. Ia berharap, melalui jaringan kader yang terus diperluas, upaya mengurangi RW kumuh dapat terus ditingkatkan di tahun depan.
Menurut Rano, keberhasilan pengurangan RW kumuh bukan hanya mencerminkan kemampuan PKK dalam memimpin program, tetapi juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antarlembaga dan masyarakat bisa menciptakan dampak yang luas. “Kader PKK di tingkat dasawisma perlu lebih aktif dalam memantau dan mengelola masalah lingkungannya, sehingga perubahan bisa terjadi secara bertahap,” tambahnya. Ia menekankan bahwa peran PKK sebagai ujung tombak dalam penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat harus terus ditingkatkan.
“Main Agenda kesejahteraan keluarga menjadi tulang punggung pembangunan daerah, dan PKK harus menjadi mitra yang tangguh,” kata Rano Karno.
Keterlibatan PKK dalam Penyelarasan Kebijakan
Dalam Rakerda 2026, PKK DKI Jakarta berupaya memastikan bahwa program-program yang dihasilkan tidak hanya fokus pada kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong keberlanjutan pembangunan jangka panjang. Rano mengatakan bahwa PKK harus terus berinovasi karena tantangan fiskal dan keterbatasan sumber daya memaksa lembaga ini berpikir kreatif dalam menyusun strategi. “Inovasi adalah bagian dari identitas PKK untuk menghadapi dinamika masyarakat yang terus berubah,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Hani Pramono menambahkan bahwa Rakerda tahun ini menjadi momentum untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan. Ia berharap, melalui diskusi dan kajian strategis, PKK bisa menemukan solusi yang lebih efisien untuk memperkuat Main Agenda. “Kita perlu memastikan bahwa setiap program PKK berdampak nyata, baik langsung maupun tidak langsung,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa PKK harus menjadi pilar utama dalam penyelarasan kebijakan dan pemberdayaan masyarakat di masa depan.