Important Visit: Kemenpar jadikan sport tourism prioritas geliatkan sektor ekonomi

Kemenpar Menjadikan Sport Tourism sebagai Fokus Utama untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Important Visit – Bali, Badung (ANTARA) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) tengah fokus pada pengembangan pariwisata olahraga (sport tourism), termasuk destinasi bahari, sebagai salah satu prioritas nasional. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sejumlah sektor ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Dalam wawancara di Jimbaran, Bali, seorang pejabat dari Kemenpar, Ni Komang Ayu Astiti, menuturkan bahwa sport tourism berperan penting dalam meningkatkan kinerja perekonomian masyarakat, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ajang Olahraga Pariwisata Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Berkualitas

Dalam konteks ini, Astiti menjelaskan bahwa acara olahraga yang diintegrasikan dengan pariwisata dapat menarik wisatawan internasional berkualitas. Menurutnya, keberhasilan perekonomian dari kunjungan wisatawan ini terlihat dari kemampuan mereka berbelanja, termasuk pengeluaran di bidang akomodasi, transportasi, makan, dan minum. Selain itu, event ini juga memicu permintaan terhadap layanan spa serta fasilitas kebugaran, yang berdampak positif pada sektor jasa dan lapangan kerja.

Durasi tinggal wisatawan selama kegiatan sport tourism cenderung lebih lama dibandingkan acara olahraga biasa, seperti rata-rata 2-3 hari. Hal ini karena peserta lomba olahraga sering memanfaatkan waktu sebelum dan setelah kompetisi untuk menikmati liburan di Bali. Dengan adanya event seperti Asian Open Water Swimming (OWS) Championship, harapan besar terbuka untuk meningkatkan kualitas penginapan, transportasi, dan fasilitas pendukung di daerah tujuan.

Ajang Renang Perairan Terbuka di Jimbaran Menggeliatkan Pariwisata

Salah satu contoh kegiatan sport tourism yang sedang berlangsung adalah Asian Open Water Swimming Championship 2026, yang diadakan di pesisir InterContinental Teluk Jimbaran pada 13-15 Juni 2026. Ajang ini menarik perhatian sekitar 78 atlet dan 49 orang ofisial, dengan total delegasi mencapai 127 orang dari 18 negara. Tidak hanya atlet profesional yang turut serta, acara ini juga melibatkan sekitar 300 peserta dari lomba A Stream OWS Series, yang ditujukan bagi perenang pemula, anggota komunitas, dan masyarakat umum.

Ajang olahraga ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berkompetisi dalam jarak 5-10 kilometer dan estafet 4×1,5 kilometer. Namun, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ajang liburan, di mana peserta dapat menikmati keindahan alam Bali, termasuk pemandangan perbukitan, pantai, serta suasana yang mendukung proses latihan dan pertandingan. “Bali memiliki lebih banyak budaya yang bisa dinikmati. Kalau untuk kompetisi olahraga ini yang pertama di Bali, tapi untuk kunjungan wisata, ini yang kedua kalinya,” ujar atlet asal Taipei, Cho Cheng Chi.

“Liburan di Bali tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pengalaman unik yang membuat saya ingin kembali berkunjung,” tambah Cheng Chi.

Senada dengan Cheng Chi, atlet asal Kazakhstan, Lev Cherepanov, juga menyatakan kepuasan terhadap suasana Bali. “Pemandangan alam yang menarik dan keindahan matahari terbenam membuat saya termotivasi untuk berpartisipasi. Saya ingin kembali ke Bali untuk menikmati liburan,” ungkapnya.

Dalam konteks ini, sport tourism dianggap sebagai salah satu strategi efektif untuk memperkaya daya tarik destinasi wisata Bali. Dengan menggabungkan aktivitas olahraga seperti renang perairan terbuka, kota Jimbaran menjadi titik fokus bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda. Selain itu, event ini juga memberikan peluang bagi pengembangan infrastruktur pariwisata, seperti restoran, pusat kebugaran, dan fasilitas kesehatan, yang bisa memperkuat daya saing Bali di tingkat internasional.

Menurut Astiti, sport tourism berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal. “Setiap event olahraga di Bali membawa dampak signifikan, baik secara langsung melalui pendapatan dari tiket dan sponsor, maupun secara tidak langsung melalui peningkatan permintaan jasa dan produk lokal,” jelasnya. Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan acara ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sektor pariwisata, dan komunitas lokal untuk memastikan pengelolaan yang optimal.

Di samping itu, sport tourism juga bisa menjadi platform untuk mempromosikan nilai-nilai budaya Indonesia. Sebagai contoh, keberadaan event renang perairan terbuka di Jimbaran tidak hanya menarik wisatawan internasional, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat lokal akan pentingnya memanfaatkan sumber daya alam dan budaya sebagai daya tarik ekonomi. Dengan membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, Kemenpar berharap kegiatan serupa bisa menjadi pilar utama dalam memperkuat sektor ekonomi di masa depan.

Kemitraan dan Diversifikasi untuk Meningkatkan Kualitas Pariwisata

Menurut Astiti, keterlibatan masyarakat umum dalam event sport tourism seperti A Stream OWS Series membantu meningkatkan kualitas pengalaman wisata. “Kehadiran peserta non-profesional memberikan aura kehangatan dan keakraban yang membuat Bali semakin menarik sebagai destinasi,” tambahnya. Kemenpar berupaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan penyelenggara event, untuk menciptakan model pariwisata yang lebih inklusif dan berimbang.

Kebijakan ini juga sejalan dengan rencana pemerintah dalam mendorong keberlanjutan pariwisata. Dengan memprioritaskan sport tourism, Bali bisa menjadi contoh sukses dalam menggabungkan olahraga, keindahan alam, dan budaya lokal menjadi satu paket destinasi yang kompetitif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *