Rencana Khusus: BGN tutup sementara 11 SPPG di Mimika
BGN Tutup Sementara 11 SPPG di Mimika
Timika, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penutupan sementara terhadap 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mimika, Papua Tengah. Penyebabnya, menurut Koordinator Regional BGN Papua Tengah, Nalen Situmorang, adalah karena Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di beberapa unit belum memenuhi standar prosedur operasional (SPO) dan persyaratan administratif dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami ingin menyampaikan bahwa penutupan ini bersifat sementara. Sampai mitra atau yayasan melakukan perbaikan, kami akan terus melakukan evaluasi. Jika standar dan syarat terpenuhi, SPPG akan kembali beroperasi,” jelas Nalen.
Dalam wilayah Kabupaten Mimika, terdapat 18 unit SPPG. Dengan ditutupnya 11 di antaranya, kini hanya tujuh SPPG yang masih aktif dalam memberikan pelayanan MBG. Saat ini, program MBG hanya berjalan di empat distrik, yaitu Kuala Kencana, Wania, Mimika Timur, dan Mimika Baru.
Sasaran penerima MBG mencapai 40.000 orang, meliputi peserta didik serta kelompok non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sementara itu, 14 distrik lain yang berada di area pinggiran kota, pesisir, dan pegunungan masih belum terjangkau oleh program tersebut.
Monitoring dan Evaluasi Terus Dilakukan
Kepala Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong, mengungkapkan bahwa tim akan melakukan pengecekan terhadap SPPG yang aktif dan yang ditutup sementara. Hal ini bertujuan untuk mengamati proses penyediaan dan distribusi makanan bergizi secara langsung ke sekolah-sekolah sasaran.
“Besok kami akan kunjungi tiga lokasi SPPG, baik yang masih beroperasi maupun sementara ditutup, serta sekolah penerima manfaat untuk memastikan pelayanan MBG berjalan baik,” tambah Emanuel.
Emanuel juga menegaskan bahwa Satgas MBG tidak memiliki kewenangan mengambil tindakan teknis di SPPG. Namun, mereka tetap bertanggung jawab untuk memastikan program berjalan optimal. Ia meminta SPPG yang ditutup segera memenuhi persyaratan agar bisa kembali memberikan layanan kepada anak-anak.