Ketum KONI sarankan Babel fokus bina cabang olahraga atletik
Ketum KONI Sarankan Babel Fokus pada Pembinaan Cabang Olahraga Atletik
Ketum KONI sarankan Babel fokus bina – Pangkalpinang menjadi tempat berkumpulnya para pemimpin olahraga dari provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dalam upacara pelantikan pengurus KONI Masa Bakti 2026-2030. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, yang memberikan arahan khusus kepada KONI Babel. Dalam kesempatan tersebut, Marciano menekankan pentingnya fokus dalam pengembangan cabang olahraga atletik, agar Babel bisa menjadi daerah yang menghasilkan atlet nasional berkualitas.
Menurut Marciano, perhatian yang diberikan KONI Pusat kepada Babel bertujuan memperkuat basis atlet atletik di Indonesia. “Saya percaya dengan komitmen yang baik, Babel bisa menjadi katalisator dalam memajukan olahraga atletik nasional,” ujarnya. Ia menyoroti peran KONI Provinsi Babel, khususnya di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ricky Kurniawan, untuk mengidentifikasi dan melatih talenta-talenta muda di bidang atletik. “Dengan strategi yang tepat, Babel bisa menghasilkan generasi atlet yang siap mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” tambah Marciano.
“Saya berharap di bawah kepemimpinan Ketum KONI Babel Ricky Kurniawan, daerah ini bisa menjadi tempat berkembangnya atlet atletik yang berprestasi. Kita perlu memperkuat sistem pelatihan dan memberikan dukungan yang kontinu,” kata Marciano Norman.
Marciano juga menyinggung prestasi Robi Syianturi, pelari jarak jauh asal Babel yang mencuri perhatian dalam SEA Games 2025 Thailand. Robi berhasil meraih medali emas dalam nomor maraton, menjadi salah satu kebanggaan olahraga Babel. “Robi adalah bukti bahwa Babel memiliki potensi besar dalam atletik. KONI Pusat akan terus mendukung upaya pengembangan cabang olahraga ini,” jelas Marciano. Selain itu, Robi juga dikenal sebagai rekor nasional lari maraton, yang terus diperbarui melalui partisipasi di berbagai kompetisi internasional.
Strategi Pembinaan untuk Masa Depan Atletik Babel
KONI Provinsi Babel, dalam responsnya, menyatakan akan membangun sistem pembinaan yang lebih intensif. “Kita sedang merancang program pelatihan berbasis usia dini untuk menangkap bakat muda sejak tingkat sekolah dasar hingga menengah,” ungkap Ricky Kurniawan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan KONI kabupaten/kota akan menjadi kunci sukses dalam mencapai target tersebut. “Kami berencana menerapkan model pengelolaan yang terintegrasi, melibatkan pelatih, pemain, dan masyarakat secara aktif,” tambahnya.
Ricky juga mengapresiasi peran KONI Pusat dalam memberikan dorongan semangat. “KONI Pusat telah mengirimkan sinyal kuat bahwa Babel layak menjadi fokus utama pembinaan olahraga atletik. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi,” kata Ricky. Ia menambahkan bahwa daerah ini pernah mencetak kejutan pada Porwil se-Sumatera tahun lalu, saat atlet atletik Babel meraih peringkat kedua. “Pencapaian itu membuktikan bahwa dengan kerja keras, Babel bisa menyaingi daerah lain dalam olahraga yang bersifat kebugaran fisik ini,” jelas Ricky.
“Saya berharap kedepannya Babel dapat menghasilkan atlet-atlet atletik berprestasi lainnya. Apalagi atlet atletik Babel pernah membuat kejutan yaitu meraih peringkat kedua pada Porwil se-Sumatera tahun lalu,” ujar Marciano Norman.
Sebagai daerah paling timur Pulau Bangka, Babel memiliki tantangan tersendiri dalam pengembangan olahraga. Namun, Marciano yakin bahwa dengan fokus pada atletik, Babel bisa menjadi basis utama untuk mengisi kebutuhan atlet nasional. “Atletik membutuhkan konsistensi, karena munculnya atlet berkualitas membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kita harus membangun kebiasaan latihan yang sehat dan menumbuhkan rasa percaya diri para pelaku olahraga di sini,” terangnya.
Ricky menyebutkan bahwa KONI Babel akan mengevaluasi seluruh potensi yang ada. “Kita sedang melakukan pemetaan terhadap kecamatan-kecamatan yang memiliki banyak minat pada olahraga. Tujuannya adalah mengidentifikasi daerah dengan potensi tinggi dan memberikan fasilitas terbaik untuk berkembang,” jelas Ricky. Selain itu, KONI Babel juga berencana melibatkan pelaku usaha lokal dalam mendukung kegiatan olahraga, seperti penyediaan venue dan sponsor.
Menurut Marciano, keberhasilan Robi Syianturi menunjukkan bahwa Babel memiliki peluang besar dalam olahraga atletik. “Setiap medali yang dipersembahkan atlet Babel adalah kebanggaan, tapi kita harus memastikan bahwa pencapaian tersebut tidak hanya sekali tapi berkelanjutan,” tegasnya. Ia menyarankan agar KONI Babel berupaya mencari atlet muda yang memiliki bakat luar biasa, sekaligus memperkuat sistem pendidikan olahraga di daerah tersebut.
Dengan konsep pembinaan yang lebih terstruktur, KONI Babel berharap bisa mencetak atlet-atlet unggul di berbagai disiplin olahraga. “Kita ingin membangun generasi atlet yang tidak hanya memenangkan medali, tetapi juga memperkuat kesehatan masyarakat secara luas,” tutur Ricky. Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencapai visi tersebut. “Setiap warga Babel bisa berkontribusi, baik sebagai penonton, pelatih, maupun pendukung langsung,” pungkas Ricky.
Marciano juga menyampaikan harapan untuk keberhasilan KONI Babel dalam masa bakti mendatang. “Saya percaya dengan kepemimpinan yang solid, Babel bisa menjadi salah satu daerah unggul dalam olahraga atletik Indonesia,” ujarnya. Dengan dukungan dari KONI Pusat dan komitmen lokal, Babel diprediksi akan menjadi pusat pembinaan atletik yang menjanjikan, seiring dengan pembangunan infrastruktur dan program pelatihan yang komprehensif.