Key Strategy: Pakar: Pengembangan industri unggas penting sebagai ketahanan pangan

Pakar: Pengembangan Industri Unggas sebagai Kunci Ketahanan Pangan

Key Strategy – Kota Padang, Sumatera Barat — Seorang pakar dari Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Andalas (UNAND), Mardiati Zain, menekankan bahwa industri unggas berperan sentral dalam memastikan ketersediaan pangan di masa depan. Ia menegaskan bahwa sektor ini tidak hanya menjadi sumber protein hewani utama, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi yang kuat. Pernyataan tersebut disampaikan saat pembahasan tentang pentingnya inovasi dalam membangun sektor perunggasan.

Peran Strategis Industri Unggas dalam Ketahanan Pangan

“Industri unggas adalah elemen kritis dalam sistem pangan nasional dan global,” jelas Prof Mardiati. “Konsumsi unggas yang tinggi di berbagai negara menunjukkan bahwa hewan ternak ini menjadi pilihan efisien untuk memenuhi kebutuhan protein secara berkelanjutan.”

Dalam konteks ketahanan pangan, pakar tersebut menyoroti bahwa perunggasan harus menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim dan risiko penyakit. Ia menegaskan bahwa transformasi sektor ini menjadi kebutuhan mendesak agar tidak terancam dalam dekade mendatang. “Tanpa adopsi teknologi dan kebijakan yang tepat, keberlanjutan industri unggas akan terganggu,” tambahnya.

Strategi Modernisasi untuk Meningkatkan Produktivitas

Prof Mardiati mengusulkan pendekatan tiga dimensi: ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan. Ia menyebutkan bahwa peningkatan riset genetika dan nutrisi bisa menghasilkan unggas yang lebih tahan terhadap penyakit. “Dengan Key Strategy yang berfokus pada efisiensi, kita bisa meminimalkan penggunaan sumber daya sekaligus meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya.

“Penerapan teknologi AI dan bioteknologi menjadi Key Strategy penting untuk mengoptimalkan hasil pertanian,” lanjut Prof Mardiati. “Kebijakan yang mendukung peternak kecil dan menciptakan akses pasar yang adil akan memperkuat keberlanjutan sektor ini.”

Di sisi lain, universitas seperti UNAND diharapkan menjadi pusat transfer teknologi dan inovasi. Prof Henmaidi, Wakil Rektor IV UNAND, menjelaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, peternak, dan pemerintah adalah bagian dari Key Strategy untuk menciptakan industri unggas yang kompetitif. “Riset lokal harus diintegrasikan dengan prinsip global agar relevan dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Pendekatan Key Strategy juga mencakup penggunaan sistem pertanian presisi yang mengurangi konsumsi air dan pakan. Contohnya, sensor canggih dan analitik data bisa membantu peternak mengelola kandang secara lebih efisien. “Teknologi ini bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan,” kata Prof Mardiati.

Dengan Key Strategy yang terpadu, sektor unggas bisa menjadi penyangga utama untuk mengurangi ketergantungan pada impor protein hewani. Prof Mardiati menegaskan bahwa keberhasilan ini memerlukan komitmen pemerintah dalam memberikan insentif dan dukungan teknis. “Kita harus membangun industri yang berkelanjutan dengan menggabungkan inovasi dan kebijakan yang tepat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *