Bulog jamin ketersediaan beras untuk warga pulau terluar Indonesia

Bulog jamin ketersediaan beras untuk warga pulau terluar Indonesia

Tanjungpinang, Kepulauan Riau – Pimpinan Bulog Tanjungpinang menyatakan cadangan beras pemerintah (CBP) masih memadai untuk masyarakat di daerah kepulauan terpencil Indonesia, termasuk wilayah Anambas dan Lingga. Dengan stok beras di gudang Siantan, Anambas sebanyak 376 ton dan di gudang Sungai Besar, Lingga mencapai 310 ton, menurut Arief Alhadihaq, Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang.

“Konsumsi beras sekitar 100 ton per bulan, sehingga persediaan CBP di dua pulau tersebut cukup hingga tiga bulan mendatang,” jelas Arief.

Sementara itu, stok CBP di gudang Bulog Melayu Kota Piring, yang melayani kebutuhan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, mencapai 2.400 ton. Stok ini diperkirakan bisa bertahan selama empat bulan ke depan.

“Masyarakat tidak perlu cemas terkait pasokan pangan, terlebih stok beras nasional Bulog sangat melimpah, mencapai lima juta ton,” tambah Arief.

Dalam wawancara via telepon, Arief menambahkan bahwa Bulog telah menyewa gudang swasta untuk menampung CBP, karena kapasitas gudang miliknya terbatas. Ia juga menyebut permintaan beras medium Bulog mengalami peningkatan signifikan sejak awal 2026, naik dari 10 ton per minggu menjadi 60 ton per minggu.

“Antusiasme warga membeli beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dipengaruhi fluktuasi harga beras di pasar,” ujarnya.

Bulog menegaskan harga beras tetap stabil, yaitu Rp65.500 per lima kilogram. Selain itu, beras SPHP bisa diakses melalui berbagai mitra, seperti Rumah Pangan Kita (RPK), pasar, toko modern, hingga pedagang eceran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *