Kemenperin perkuat kerja sama pengembangan teknologi dengan Rusia

16 hours ago  ·  3 min read
By Christopher Brown - pemandanganindah.com

Pemandanganindah.com – Kemenperin perkuat kerja sama pengembangan teknologi dengan Rusia mencakup sejumlah bidang strategis, mulai dari drone sipil, robotika bawah air, sistem komunikasi darurat, hingga pengolahan limbah. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa langkah ini membuka ruang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dalam negeri. “Rusia menawarkan pengembangan dan lokalisasi teknologi yang selaras dengan arah pembangunan ekonomi nasional,” ujar Menperin dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan bahwa hubungan bilateral tidak boleh berhenti pada transaksi perdagangan semata. “Kami mendorong agar kerja sama ini berkembang menjadi investasi, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri yang memberi manfaat konkret bagi masyarakat kedua negara,” katanya. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pertemuan bilateral antara Kemenperin dan Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov di Jakarta pada 19 Agustus, yang menandai pergeseran fokus hubungan industri dari perdagangan murni menuju kemitraan teknologi dan investasi. Melalui forum tersebut, Kemenperin perkuat kerja sama pengembangan dengan menempatkan kepentingan industri nasional sebagai acuan utama setiap negosiasi.

Arah Kebijakan dan Sektor Prioritas

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menjelaskan bahwa setiap inisiatif harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah bagi industri nasional. “Kerja sama dengan Rusia perlu menghasilkan manfaat nyata, baik melalui investasi, alih teknologi, maupun kemitraan antarpelaku usaha,” ujar Tri. Ia menekankan bahwa penjajakan teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik industri Indonesia agar dapat dilokalkan secara efektif dan berkelanjutan.

“Kami melihat banyak peluang untuk mengembangkan teknologi bersama Indonesia. Rusia memiliki teknologi drone sipil, robotika bawah air yang relevan dengan kondisi kepulauan Indonesia, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, serta teknologi pengolahan limbah yang dapat menghasilkan sumber daya bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan,” ungkap Senator Ilyas Umakhanov, anggota Federation Council Rusia.

Sektor-sektor yang menjadi perhatian bersama meliputi peralatan telekomunikasi, agrokimia, otomatisasi industri, dan pengolahan limbah. Setiap bidang tersebut akan melalui proses penjajakan lanjutan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan industri nasional sebelum masuk tahap implementasi. Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperkuat struktur industri dalam negeri sehingga kolaborasi internasional tidak sekadar menjadi saluran masuk produk, tetapi juga instrumen peningkatan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi. Kemenperin perkuat kerja sama pengembangan dengan memastikan setiap teknologi yang masuk melewati asesmen kelayakan dan potensi lokalisasi terlebih dahulu.

Kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country pada pameran industri INNOPROM 2026 di Yekaterinburg sebelumnya telah membuka forum bisnis, business matching, dan pertemuan antarpelaku usaha antara perusahaan kedua negara. Berbagai potensi yang teridentifikasi melalui skema Business-to-Business (B2B) maupun Government-to-Government (G2G) menjadi bagian dari agenda tindak lanjut. Menperin Agus Gumiwang juga telah melaporkan hasil pelaksanaan INNOPROM 2026 beserta peluang kerja sama lanjutan kepada Presiden Republik Indonesia.

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Apakah kerja sama ini sudah masuk tahap implementasi? Belum. Seluruh tawaran teknologi masih berada pada fase penjajakan awal. Kemenperin akan melakukan asesmen kesesuaian setiap teknologi dengan kebutuhan industri nasional sebelum menentukan langkah lanjutan, sehingga setiap komitmen investasi atau transfer teknologi didasarkan pada analisis manfaat yang jelas.

Bagaimana kaitannya dengan INNOPROM 2026? Indonesia hadir sebagai Official Partner Country pada pameran industri terbesar Rusia tersebut. Kehadiran ini menjadi pintu masuk bagi interaksi langsung antara pelaku usaha kedua negara dan menghasilkan daftar potensi kerja sama yang kini menjadi bahan tindak lanjut oleh Kemenperin.

Siapa pihak yang bertanggung jawab di sisi Indonesia? Kementerian Perindustrian, khususnya melalui Direktorat Jenderal KPAII, menjadi koordinator utama. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin arahan strategis dan telah menyampaikan laporan hasil kepada Presiden Republik Indonesia terkait peluang yang masih dapat dikembangkan.

More from this category