Key Issue: Wamenkop pastikan ujian Manajer KDMP Lampung berjalan sesuai standar
Wamenkop Pastikan Ujian Manajer KDMP Lampung Berjalan Sesuai Standar
Key Issue – Di Bandarlampung, Senin, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memberikan penjelasan bahwa pelaksanaan ujian kompetensi Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung telah dijalankan dengan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Menurutnya, seluruh proses telah dipastikan berjalan sesuai alur yang telah direncanakan, termasuk dalam sesi ketiga yang saat ini sedang berlangsung.
Segala Persiapan Telah Dipersiapkan Matang
Farida Farichah menyatakan bahwa fasilitas dan persiapan dalam ujian ini telah dilakukan secara cermat. “Semua aspek telah diatur dengan rapi agar para peserta merasa nyaman selama mengikuti ujian,” ujarnya. Dalam sesi ketiga, peserta yang menghadiri ujian sudah diperiksa secara teknis, dan hasilnya menunjukkan bahwa pelaksanaan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Dari segi teknis, kami telah memeriksa secara menyeluruh, para peserta di sesi ketiga sedang melakukan ujian. Semua berjalan sesuai standar dan alur yang ditetapkan,” kata Wamenkop Farida Farichah.
Menurutnya, alur ujian juga dirancang agar memudahkan peserta. “Para peserta di ujian sesi keempat tadi sudah kami lihat terfasilitasi dengan baik di ruang transit, untuk pelaksanaan registrasi,” tuturnya. Ia menekankan bahwa seluruh tahapan disusun agar tidak ada hambatan teknis seperti gangguan kelistrikan atau sinyal wifi. “Ruang yang digunakan telah dijamin kenyamannya, dan peserta terlihat antusias dalam mengikuti ujian,” tambahnya.
Partisipasi Generasi Muda yang Bersemangat
Farida Farichah menyoroti partisipasi peserta yang merupakan generasi muda. “Peserta ini datang dengan niat baik untuk berkontribusi pada pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Usia mereka rata-rata sekitar 35 tahun, namun semangat mereka luar biasa,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa KDMP di Lampung menjadi platform untuk menginspirasi generasi muda berpartisipasi aktif dalam bidang koperasi.
“Karena mereka adalah anak muda yang memiliki usia 35 tahun dan memiliki semangat luar biasa untuk ambil bagian memajukan Koperasi Desa Merah Putih, maka alur ujian dirancang agar mampu memfasilitasi partisipasi mereka secara maksimal,” kata Wamenkop Farida Farichah.
Menurutnya, pengelolaan ujian dirancang agar peserta tidak hanya diberi kesempatan menguji pengetahuan tetapi juga diberikan pengalaman yang menyenangkan. “Selain persiapan fisik seperti ruangan dan fasilitas, kita juga memperhatikan kenyamanan psikologis peserta agar mereka dapat fokus sepenuhnya pada tugas ujian,” tambahnya. Ia menekankan bahwa rancangan alur ini mempertimbangkan kenyamanan peserta dan kemudahan akses informasi.
Manajer Harus Memiliki Kepemimpinan yang Berkualitas
Farida Farichah menjelaskan bahwa seorang manajer KDMP harus mampu mengatur sistem manajerial yang efektif. “Posisi ini melibatkan pengelolaan berbagai fungsi seperti pengemudi, kepala toko, asisten manajer, dan kasir,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa manajer juga perlu berkoordinasi dengan pengurus dan dewan pengawas, serta anggota koperasi, karena semua entitas ini saling terkait dan berperan dalam keberhasilan organisasi.
“Manajer harus berkoordinasi dengan pengurus Koperasi Desa Merah Putih, karena di dalamnya terdapat pengurus, dewan pengawas, dan anggota yang merupakan bagian dari entitas yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga kita butuh seorang manajer yang memiliki kepemimpinan berkualitas,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa peran manajer tidak hanya terbatas pada pengelolaan operasional tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan koperasi secara profesional. “Selain mengurus manajerial usaha, mereka juga perlu berinteraksi dengan berbagai pihak dalam Koperasi Desa Merah Putih untuk mencapai target yang telah ditentukan,” ujar dia.
Komitmen untuk Target Capaian yang Tertuang
Farida Farichah mengatakan bahwa para manajer yang lulus ujian akan memiliki tanggung jawab besar dalam mewujudkan visi dan misi koperasi. “Kedua, karena ini merupakan badan usaha, maka para manajer harus berorientasi pada target secara profesional,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan ujian ini adalah bagian dari upaya membangun SDM yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan koperasi.
“Kedua karena ini badan usaha, maka harus berorientasi pada target secara profesional, sebab ada target capaian yang harus dituntaskan,” ujar dia.
Menurutnya, ujian ini tidak hanya menilai kemampuan teknis tetapi juga kompetensi manajerial peserta. “Kami ingin memastikan bahwa para manajer yang terpilih memiliki kemampuan dalam mengelola berbagai aspek usaha, mulai dari keuangan hingga pemasaran,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ujian ini akan menjadi pondasi untuk peningkatan kualitas koperasi di daerah tersebut.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, Farida Farichah yakin bahwa ujian ini akan berdampak positif bagi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. “Kami harapkan manajer yang lulus dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan koperasi, baik melalui manajemen yang profesional maupun semangat kepemimpinan yang baik,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa proses ujian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualifikasi pengurus koperasi di Indonesia.