Key Strategy: Menhub dukung holding BUMN logistik perkuat daya saing global
Menhub Dukung Holding BUMN Logistik Perkuat Daya Saing Global
Key Strategy – Jakarta – Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan, memberikan dukungan penuh terhadap langkah transformasi BUMN logistik yang bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing di tingkat internasional, serta mengoptimalkan ekosistem logistik nasional. Menurutnya, sebagai regulator transportasi, pihaknya siap mengawali proses restrukturisasi perusahaan-perusahaan milik negara tersebut. “Kami sebagai otoritas transportasi akan selalu mendukung upaya-upaya yang dijalankan oleh BUMN maupun Danantara,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Minggu.
Penguatan Kinerja Perusahaan Milik Negara
Dudy menekankan bahwa keterlibatan Kementerian Perhubungan dalam reformasi BUMN logistik menjadi bagian penting dari upaya menyukseskan agenda transformasi nasional. Ia menyampaikan, fungsi regulator dalam sektor transportasi memungkinkan pihaknya untuk memfasilitasi kebijakan yang diperlukan dalam proses perubahan ini. “Kita akan sepenuhnya mendukung apa yang menjadi agenda atau harapan Bapak Presiden serta Danantara,” tambahnya.
Dalam rangka mendukung rencana pembentukan holding BUMN logistik, Kementerian Perhubungan siap memberikan koordinasi intensif kepada Danantara, selaku badan pengelola aset milik negara, serta perusahaan-perusahaan logistik yang tergabung. Dudy menegaskan, keputusan bisnis seperti merger, konsolidasi, atau strategi lainnya merupakan bagian dari perbaikan kinerja BUMN. “Harapan kita adalah BUMN tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga mampu bersaing secara global,” katanya.
Pembentukan Holding Logistik di Bawah PT Pos Indonesia
Pembentukan holding BUMN logistik yang dipimpin PT Pos Indonesia (Persero) diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri logistik Indonesia. Daud Joseph, Direktur Utama PT Pos Indonesia, menjelaskan bahwa sejumlah BUMN akan bergabung ke dalam satu entitas terintegrasi, sebagai tahap awal dari perluasan struktur organisasi. “Nah, ini adalah tujuh perusahaan yang di awal Juli nanti akan bergabung dalam satu perusahaan, yaitu PT MTI,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (22/6).
Daud menjelaskan, sebelumnya telah ada sembilan BUMN logistik yang tergabung dalam holding ini, termasuk PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL), yang keduanya berada di bawah PT Pelindo. Selain itu, ada PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), yang merupakan bagian dari Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni, serta PT KBN Prima Logistik (KPL) yang dikelola Danareksa. Perusahaan-perusahaan ini akan menjadi dasar bagi perluasan holding logistik di bawah PT Pos Indonesia.
Menurut Daud, dalam tahap awal, kepemilikan saham di holding tersebut beragam. 73 persen saham dikuasai oleh PT Pelindo, 9 persen milik PT Pos Indonesia, dan 17 persen dipegang oleh lima perusahaan lainnya. Pada 2027, seluruh saham perusahaan akan berada di bawah kontrol Pos Indonesia. “Tahap berikutnya, holding akan diperluas dengan masuknya PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog),” ujarnya.
Koordinasi untuk Kelancaran Proses Transformasi
Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus berperan dalam memastikan keberhasilan pembentukan holding logistik. Ia menambahkan, dukungan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif. “Kami akan memastikan bahwa seluruh proses restrukturisasi berjalan efektif, terarah, serta memberikan manfaat optimal bagi sektor logistik nasional,” jelas Menhub.
Transformasi ini dianggap penting untuk meningkatkan kinerja BUMN dalam menghadapi tantangan global. Dudy menyoroti bahwa efisiensi operasional, akurasi pengelolaan aset, serta pengurangan biaya menjadi faktor utama yang akan ditingkatkan melalui holding. “Dengan satu entitas yang terintegrasi, BUMN logistik akan lebih mampu beradaptasi dengan dinamika pasar dunia,” tukasnya.
Peran BUMN dalam Penguatan Daya Saing Ekonomi Nasional
Menurut Dudy, pembentukan holding BUMN logistik merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan logistik di Indonesia. Ia menyatakan, langkah ini juga akan membantu mengurangi ketergantungan pada pihak swasta dalam sektor kritis seperti transportasi dan distribusi. “BUMN tidak hanya menjadi pelaku bisnis lokal, tetapi juga mampu bersaing secara global dengan kemampuan yang lebih terpadu,” ujarnya.
Daud Joseph menambahkan bahwa integrasi perusahaan-perusahaan logistik pelat merah ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan mengurangi biaya operasional secara signifikan. Dengan struktur holding yang terpadu, sektor logistik Indonesia diharapkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar internasional, termasuk peningkatan kapasitas pengiriman dan keandalan layanan. “Kami yakin bahwa keberhasilan holding ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan ekosistem logistik yang lebih solid,” katanya.
Struktur dan Komposisi Holding Logistik
Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam holding logistik mencakup PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL), yang keduanya bernaung di bawah PT Pelindo. Selain itu, ada PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), yang dikelola PT Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) yang dimiliki Danareksa, serta PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG dan PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel.
Daud menjelaskan, per 1 Juli 2026, tujuh BUMN logistik akan bergabung dalam holding ini. Nantinya, pada 2027, seluruh saham akan berada di bawah PT Pos Indonesia, sehingga memperkuat kekuatan finansial dan operasional perusahaan. “Dengan struktur yang lebih terpadu, BUMN logistik akan mampu menjangkau pasar global secara lebih efektif,” ujarnya.
Menhub Dudy Purwagandhi juga menggarisbawahi bahwa penguatan BUMN logistik tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga pada seluruh rantai pasokan ekonomi nasional. Ia menilai, konsolidasi ini akan membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi, pengurangan waktu pengiriman, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelaku usaha. “Holding ini menjadi bentuk perbaikan struktural yang mendukung pengembangan ekonomi sektor logistik secara holistik,” katanya.
Komitmen Pemerintah dalam Transformasi BUMN
Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk mendukung penuh pembentukan holding BUMN logistik, karena dianggap sebagai langkah strategis dalam penguatan daya saing nasional. Dudy menyatakan bahwa transformasi ini bertujuan untuk membuat BUMN logistik lebih kompetitif, baik dalam hal biaya, kecepatan, maupun kualitas layanan. “Dukungan kami merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan BUMN dapat berperan aktif dalam ekosistem global,” ujarnya.
Daud Joseph menegaskan bahwa pembentukan holding ini akan menjadi bagian dari roadmap j