Latest Program: Bulog Kalteng distribusikan 2.500 beras SPHP jaga stabilitas harga

Bulog Kalteng distribusikan 2.500 beras SPHP jaga stabilitas harga

Latest Program – Palangka Raya – Di Palangka Raya, Perum Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melakukan penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga mencapai 2.500 ton. Distribusi ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar, menjawab kebutuhan masyarakat terutama dalam menghadapi fluktuasi harga yang sering terjadi. Erwin Budiana, Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, mengungkapkan bahwa distribusi beras SPHP dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai saluran resmi seperti pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta toko-toko yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Strategi untuk Stabilisasi Harga

Erwin menjelaskan bahwa beras SPHP menjadi alat penting pemerintah dalam memastikan akses beras yang murah bagi masyarakat. “Kami terus mempercepat dan memperluas penyaluran agar manfaatnya merata,” ujarnya. Peningkatan distribusi ini tidak hanya memperkuat pasokan, tetapi juga mengurangi tekanan inflasi yang berpotensi meningkatkan harga beras secara signifikan. Dengan sistem distribusi yang terstruktur, harga beras SPHP di Kalimantan Tengah tetap terjaga pada Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per kemasan lima kilogram.

“Kami terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP, hingga mencapai sebanyak 2.500 ton ke berbagai saluran distribusi resmi, termasuk pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Erwin Budiana di Palangka Raya, Minggu.

Menurut data terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, harga rata-rata beras medium di pasaran mencapai Rp14.426 per kilogram, sementara harga beras premium lebih tinggi, yakni Rp16.967 per kilogram. Harga SPHP yang lebih rendah ini menjadi bukti bahwa program tersebut efektif dalam menekan kenaikan harga beras. Erwin menekankan bahwa keberhasilan distribusi bergantung pada ketersediaan stok yang cukup dan koordinasi yang baik antara pihak Bulog dengan pihak-pihak terkait.

Pencapaian dan Proyeksi Penyaluran

Sejauh ini, Bulog Kanwil Kalteng telah menyalurkan sekitar 16.000 ton beras, yang cukup memadai untuk menutupi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah lainnya. Jumlah ini memastikan bahwa pasokan tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kelangkaan beras. “Stok yang kami miliki hingga awal Juni 2026 mencapai 16.000 ton, sehingga dapat mendukung berbagai upaya stabilisasi harga,” tambah Erwin.

Dalam hal penyaluran bantuan pangan, hingga 6 Juni 2026, telah tercapai sekitar 70 persen dari target. Dari total 205 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP), lebih dari 140 ribu telah menerima beras sebanyak 2.800 ton dan minyak goreng sebanyak 560 ribu liter. Erwin mengatakan bahwa percepatan penyaluran ini diharapkan dapat membantu menurunkan tekanan harga di tingkat konsumen, terutama untuk masyarakat yang kurang mampu.

“Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026. Percepatan penyaluran bantuan pangan diharapkan membantu meredam tekanan harga beras dan minyak goreng di tingkat konsumen,” ucapnya.

Kombinasi antara beras SPHP dan bantuan pangan, menurut Erwin, merupakan strategi yang terbukti efektif. “Distribusi beras SPHP diiringi dengan penyaluran bantuan pangan dapat menstabilkan permintaan dan penawaran di pasar,” jelasnya. Hal ini memberikan jaminan bahwa harga beras tidak akan terus meningkat, terutama dalam situasi krisis seperti musim kemarau atau tingkat inflasi yang naik.

Peran Bulog dalam Pangan Nasional

Erwin menambahkan bahwa jaringan distribusi yang luas dan kuat menjadikan Bulog sebagai mitra kunci dalam menjaga ketersediaan beras nasional. “Kami memastikan stok beras tetap aman dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat,” kata Erwin. Dengan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bulog Kalteng mampu merespons cepat terhadap kebutuhan lokal. Program SPHP tidak hanya memberikan beras murah, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat, terutama di daerah-daerah yang sedang mengalami kenaikan harga.

Ketersediaan beras yang cukup menjadikan Bulog Kalteng sebagai penjaga keseimbangan pasar. Selain itu, keberadaan SPHP juga membantu menekan harga jual di toko-toko ritel, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga yang signifikan. Erwin menyatakan bahwa program ini menjadi bentuk tanggung jawab Bulog dalam menjaga stabilitas harga beras sebagai bahan pokok utama.

Langkah-Langkah Selanjutnya

Dalam upaya memperkuat stabilitas harga, Bulog Kalteng terus mengoptimalkan distribusi. Pemimpin Wilayah mengatakan bahwa penyaluran beras SPHP dilakukan secara rutin, baik melalui pasar tradisional maupun modern. “Kami juga memperluas cakupan distribusi ke area-area yang kurang terjangkau, sehingga masyarakat di setiap pelosok Kalteng bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” imbuhnya.

Dengan peningkatan distribusi tersebut, Bulog Kalteng berharap dapat mencapai target penyaluran bantuan pangan hingga akhir Juni 2026. Selain itu, program ini juga dirancang untuk mengurangi risiko kelangkaan beras, baik secara lokal maupun nasional. Erwin menegaskan bahwa ketersediaan beras yang cukup adalah kunci utama dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga. “Dengan stok yang memadai, kami siap menghadapi setiap situasi yang mungkin memengaruhi pasokan beras,” ujarnya.

Pembagian beras SPHP dan bantuan pangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga sosial. Masyarakat terutama yang kurang mampu dapat merasakan dampak langsung dari program ini. Erwin menambahkan bahwa distribusi yang merata membantu memperkuat kemandirian pangan daerah, sekaligus menjaga daya beli masyarakat dalam menghadapi perubahan ekonomi. “Beras SPHP menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pangan yang lebih terjangkau dan lebih aman bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan program distribusi yang terus ditingkatkan, Bulog K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *