Main Agenda: Astra kembangkan wisata dengan pelestarian alam lewat Desa Sejahtera
Astra Bangun Wisata Berkelanjutan Melalui Desa Sejahtera
Main Agenda – Jakarta – Perusahaan multinasional Astra terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata dengan pendekatan pelestarian lingkungan. Dalam sebuah pernyataan, Boy Kelana Soebroto, Kepala Bagian Hubungan Korporat Astra, menjelaskan bahwa program Desa Sejahtera Astra (DSA) menjadi alat untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi desa, kelestarian alam, dan pelestarian budaya. “Kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada cara menjaga harmonisasi antara kemajuan, lingkungan, dan identitas budaya masyarakat lokal,” tuturnya. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara di Jakarta, Selasa lalu.
Desa Les sebagai Contoh Sukses
Boy mengambil contoh dari Desa Les, yang terletak di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Desa ini menjadi model sukses bagaimana kegiatan ekonomi bisa tetap berjalan seiring dengan upaya melestarikan budaya dan lingkungan. Program DSA telah membantu Desa Les berkembang menjadi destinasi wisata yang berbasis masyarakat, tanpa mengorbankan keunikan lokal yang sudah turun-temurun. Desa Les kini dikenal sebagai tempat yang menggabungkan wisata alam dengan kehidupan masyarakat yang tetap aktif dalam menjaga tradisi.
“DSA membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga ekosistem dan budaya,” ujar Boy.
Dalam upaya tersebut, Astra menggandeng masyarakat setempat untuk mengelola potensi alam secara kolektif. Aktivitas seperti konservasi terumbu karang, pengumpulan sampah secara terorganisasi, serta produksi pupuk kompos menjadi bagian integral dari program ini. Selain itu, pendidikan lingkungan juga diperkuat melalui pelatihan dan kegiatan edukatif yang melibatkan berbagai kalangan usia. Salah satu inisiatif menarik adalah kelas alam yang diikuti oleh 15 peserta dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Program ini membantu anak-anak dan remaja terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari, sehingga mereka lebih siap dalam berinteraksi dengan wisatawan.
Partisipasi Masyarakat dan Kemitraan Lokal
Kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Giri Segara menjadi salah satu pilar pendukung keberhasilan DSA. Kolaborasi ini fokus pada pemasaran produk unggulan desa, seperti garam yang telah laris di pasar. Permintaan terhadap garam mencapai sekitar satu ton per bulan, dengan nilai penjualan mencapai Rp25 juta. Selain itu, Astra juga membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dengan memberikan pelatihan dan akses pasar yang lebih luas.
Upaya pemberdayaan masyarakat melalui DSA tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya lingkungan. Masyarakat Desa Les aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk penanaman pohon dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak. Boy menekankan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang berkelanjutan, di mana keuntungan ekonomi tidak mengorbankan kesehatan lingkungan atau nilai budaya.
Penghargaan dan Visi Jangka Panjang
Hasil dari upaya Astra dan masyarakat Desa Les akhirnya membuahkan penghargaan. Desa Les berhasil meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program DSA berjalan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ekosistem lokal. Boy menyebutkan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif warga desa dan komitmen Astra untuk terus berkolaborasi.
“Kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat adalah kunci menuju desa yang mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Program DSA juga selaras dengan visi Astra dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Tujuan ini mencakup pengurangan kemiskinan, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan menjadikan desa sebagai pusat pengembangan, Astra berharap menciptakan model yang bisa diadopsi oleh daerah lain. Desa Les menjadi bukti bahwa desa tidak hanya bisa menjadi tempat tinggal, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang berdaya saing.
Menurut Boy, keberhasilan Desa Les menunjukkan bahwa pariwisata bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan. “Melalui DSA, kami mencoba menggabungkan wisata alam dengan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan dan budaya,” ujarnya. Ini membuka peluang bagi desa lain untuk mengeksplorasi potensi alam mereka tanpa merusak lingkungan.
Kegiatan Lain yang Mendukung Kesejahteraan
Di samping kegiatan wisata dan ekonomi, Astra juga mendorong pengembangan pendidikan di Desa Les. Program kelas alam tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga memberikan wawasan tentang pelestarian lingkungan. Anak-anak dan remaja terlibat langsung dalam aktivitas seperti pembuatan pupuk kompos dan pengelolaan sampah, sehingga mereka mengerti nilai pentingnya keberlanjutan.
Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses pasar. Astra berperan sebagai mediator antara desa dan pembeli eksternal, sehingga produk unggulan Desa Les dapat dikenal lebih luas. Dengan dukungan pemerintah, desa bisa memperkuat daya tariknya sebagai destinasi wisata yang unik dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, program ini juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendapatan tambahan dan peningkatan pengetahuan.
Pengembangan Desa Les menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat bisa dicapai melalui kebersamaan dan inisiatif yang berkelanjutan. Program DSA memberikan contoh bagaimana ekonomi desa bisa tumbuh seiring dengan pelestarian lingkungan dan budaya. Boy mengharapkan inisiatif serupa bisa diadopsi oleh desa-desa lain, terutama yang memiliki potensi alam yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Astra terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan desa. Program DSA tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dengan memadukan pariwisata, ekonomi, dan kelestarian, Astra percaya bahwa desa bisa menjadi pusat pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan. Desa Les menjadi bukti bahwa hal ini bisa terwujud dengan kerja sama yang baik dan perspektif yang holistik.
Dengan semangat tersebut, Astra dan masyarakat Desa Les terus berupaya meningkatkan kualitas hidup. Mereka berharap program ini menjadi dasar untuk pengembangan desa yang lebih luas, yang tidak hanya menguntungkan masyarakat lokal tetapi juga mendukung tujuan nasional Indonesia dalam mencapai SDGs. Kebangkitan Desa Les menunjukkan bahwa ekonomi desa bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana mempertahankan kehidupan yang harmonis dengan alam dan budaya.