Latest Program: PT Timah cetak laba bersih Rp1,5 triliun di kuartal I 2026
PT Timah Melampaui Target Laba di Kuartal I 2026
Latest Program – Jakarta – Perusahaan publik PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatatkan hasil keuangan yang memuaskan selama kuartal pertama tahun 2026. Perseroan memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp1,5 triliun, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp252 miliar. Capaian ini mencerminkan kemajuan yang berkelanjutan dalam operasional dan tata kelola perusahaan. Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa kinerja keuangan yang solid dicapai karena pencapaian operasional yang optimal serta penerapan strategi pemanfaatan sumber daya yang konsisten.
“Pada kuartal I 2026, perseroan mencapai hasil yang melebihi ekspektasi berkat peningkatan produksi dan efisiensi operasional yang terus dilakukan di seluruh unit usaha. Strategi ini berhasil menghasilkan laba yang lebih besar dari target yang ditetapkan,” ujar Restu.
Penjualan logam timah dalam periode tersebut tumbuh 113 persen tahunan (yoy) mencapai 6.009 metrik ton, dibandingkan 2.824 ton di kuartal I 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peningkatan harga jual rata-rata yang mencapai 49.221 dolar AS per metrik ton, naik 51 persen dibandingkan 32.495 dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan perusahaan meningkat 160,5 persen yoy menjadi Rp5,47 triliun, dibandingkan Rp2,10 triliun di kuartal I tahun sebelumnya.
Peningkatan EBITDA yang Dramatis
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, EBITDA perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa, yaitu 450 persen yoy, mencapai Rp2,1 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dari EBITDA sebelumnya yang hanya sebesar Rp348 miliar. Restu menjelaskan bahwa peningkatan EBITDA terutama disebabkan oleh perbaikan dalam proses produksi dan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan biaya. “Kenaikan EBITDA membuktikan bahwa perusahaan mampu mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat posisi pasar,” tambahnya.
Kinerja Operasional yang Terus Meningkat
Dari sisi operasional, PT Timah mencatatkan peningkatan produksi yang signifikan. Produksi bijih timah naik 96 persen yoy menjadi 6.312 ton Sn, dibandingkan 3.225 ton Sn di kuartal I 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh penambahan unit operasi di berbagai lokasi, termasuk Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), dan tambang darat kemitraan. Selain itu, beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1 serta perbaikan pengawasan di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan area produksi menjadi faktor penting.
“Kinerja operasional yang membaik juga didorong oleh keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) pemerintah yang ditempatkan di perseroan. Dukungan ini membantu meningkatkan efektivitas operasi dan mengurangi hambatan dalam proses produksi,” jelas Restu.
Perseroan terus melakukan inisiatif untuk memperkuat operasional. Dalam penambangan darat, perusahaan memperluas jumlah unit operasi dan meningkatkan aktivitas eksplorasi melalui pelaksanaan bor pandu. Teknik ini memastikan penggalian yang lebih presisi sesuai dengan blok rencana kerja. Di sisi laut, satu unit Kapal Keruk (KK) aktif, sementara Kapal Isap Produksi (KIP) terus dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas.
Analisis Rasio Keuangan yang Kuat
Kinerja finansial PT Timah ditunjukkan oleh rasio keuangan yang stabil. Quick Ratio mencapai 105,1 persen, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menutup kewajiban jangka pendek dalam waktu singkat. Current Ratio sebesar 276,1 persen menunjukkan likuiditas yang memadai. Dua rasio lainnya, Debt to Asset Ratio (6,9 persen) dan Debt to Equity Ratio (10,6 persen), mencerminkan struktur keuangan yang sehat dan risiko utang yang terkendali.
Ekspor Dominasi Pasar Global
Dalam hal distribusi, penjualan logam timah PT Timah 97 persen berasal dari pasar ekspor. Negara-negara utama tujuan ekspor meliputi China (48 persen), India (11 persen), Korea Selatan (10 persen), Italia (6 persen), Singapura (5 persen), dan Belanda (4 persen). Dominasi pasar ekspor ini menunjukkan kepercayaan pelaku industri internasional terhadap kualitas produk dan konsistensi pasokan perusahaan.
Nilai aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan, naik 11,62 persen yoy menjadi Rp15,23 triliun, dibandingkan Rp13,64 triliun di akhir 2025. Sementara itu, liabilitas meningkat hanya 1 persen yoy, mencapai Rp5,27 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 18,4 persen menjadi Rp9,96 triliun. Angka ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan aset dan manajemen utang yang cermat.
Strategi Jangka Panjang untuk Pertumbuhan
Restu Widiyantoro menegaskan bahwa perusahaan terus fokus pada pengembangan jangka panjang. “Kami berkomitmen untuk mempertahankan keunggulan operasional dan meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap. Hal ini akan memastikan kinerja yang stabil bahkan di tengah tantangan pasar global,” ujarnya. Perseroan juga berupaya memperkuat jaringan pemasaran dan ekspansi ke pasar baru sebagai langkah diversifikasi.
Peningkatan produksi logam timah sebesar 82 persen yoy menjadi 5.630 metrik ton Sn, mencerminkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengelola sumber daya alam. Pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh peningkatan efisiensi proses pengolahan sisa hasil dari KIP, serta peningkatan produktivitas PIP. “Dengan keberhasilan ini, kami optimis akan mencapai target tahunan yang lebih ambisius,” tambah Restu.
Keberlanjutan dalam Tata Kelola
Tata kelola yang terus diperbaiki menjadi salah satu faktor utama dalam pencapaian kinerja yang baik. PT Timah mencoba memperkuat sistem pengawasan internal dan transparansi operasional. Restu menyatakan bahwa peningkatan kualitas tata kelola tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor tetapi juga meminimalkan risiko dalam pengelolaan aset. “Kami melanjutkan komitmen untuk menjaga standar pemerintahan yang baik dan memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang,” imbuhnya.
Ekspansi operasional di berbagai sektor, baik darat maupun laut, menjadi bukti komitmen perusahaan untuk meningkat