Pezeshkian: PBB harus jalankan misinya cegah perang

15 hours ago  ·  3 min read
By Thomas Davis - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1788276923-54d22b0285

Pezeshkian Tuntut PBB Berperan Aktif Cegah Perang di KTT SCO Bishkek

Pemandanganindah.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa wajib menjalankan mandat intinya, yaitu mencegah pecahnya perang dan mendorong penyelesaian setiap konflik melalui jalur damai. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri pertemuan SCO+ yang diselenggarakan sebagai bagian dari KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di ibu kota Kirgistan, Bishkek, pada hari Selasa. Dalam pidatonya, Pezeshkian menolak pandangan yang menganggap PBB sekadar artefak institusional dari era sejarah tertentu. Menurutnya, lembaga multilateral terbesar di dunia itu harus terus beradaptasi agar tetap relevan dengan dinamika geopolitik kontemporer.

“PBB harus berkembang menjadi lembaga yang lebih tepat mencerminkan realitas dunia baru dan mampu lebih efektif memenuhi misi utamanya, yakni menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mencegah perang, serta menyelesaikan konflik secara damai,” ujar Pezeshkian di hadapan para delegasi SCO+.

Kritik Pezeshkian atas Agresi terhadap Fasilitas Nuklir Iran

Di kesempatan yang sama, Pezeshkian menyoroti apa yang ia sebut sebagai agresi gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia merinci bahwa serangan tersebut tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga menargetkan fasilitas infrastruktur sipil serta instalasi nuklir yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Bagi Pezeshkian, tindakan semacam itu merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan prinsip-prinsip fundamental hukum internasional yang menjadi landasan tatanan global.

“Jika masyarakat internasional gagal merespons tindakan semacam itu, maka negara mana yang masih dapat yakin bahwa kedaulatan dan keamanannya akan terlindungi dari penggunaan kekuatan?” tanya Pezeshkian, merujuk pada preseden yang dikhawatirkannya akan melemahkan seluruh arsitektur keamanan kolektif.

Pesan yang ingin disampaikan Pezeshkian cukup jelas: ketika fasilitas yang seharusnya dilindungi oleh mekanisme inspeksi internasional justru menjadi sasaran serangan militer, kredibilitas seluruh kerangka kerja multilateral ikut tergerus. Ia mempertanyakan logika di balik keputusan berbagai negara yang masih mengandalkan lembaga internasional untuk verifikasi nuklir, sementara di lapangan fasilitas yang diinspeksi tersebut dapat dengan mudah dihancurkan oleh kekuatan militer yang lebih besar.

Konteks pidato Pezeshkian ini tidak dapat dilepaskan dari ketegangan berkepanjangan antara Iran dan blok Barat, khususnya setelah serangkaian serangan udara yang menargetkan situs-situs nuklir Iran. Dengan memposisikan isu tersebut di forum SCO+, Pezeshkian sekaligus mengirimkan sinyal kepada mitra-mitra Asia dan negara berkembang bahwa Iran memandang perlu adanya koreksi struktural dalam tata kelola keamanan internasional agar tidak lagi didominasi oleh kepentingan segelintir kekuatan besar.

FAQ: Pezeshkian dan Peran PBB

Di mana dan kapan Pezeshkian menyampaikan pernyataan tentang misi PBB? Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pertemuan SCO+ yang menjadi bagian dari KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai, digelar di Bishkek, Kirgistan, pada hari Selasa.

Apa inti tuntutan Pezeshkian terhadap PBB? Pezeshkian menuntut agar PBB tidak dipandang sebagai lembaga usang, melainkan harus berevolusi menjadi institusi yang mampu mencerminkan realitas geopolitik baru dan secara efektif menjalankan fungsi pencegahan perang serta penyelesaian konflik secara damai.

Bagaimana Pezeshkian memandang serangan terhadap fasilitas nuklir Iran? Ia menyebut serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas infrastruktur dan nuklir Iran—yang berada di bawah pengawasan IAEA—sebagai pelanggaran nyata Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional, serta mempertanyakan kredibilitas mekanisme inspeksi internasional apabila fasilitas yang diinspeksi justru menjadi sasaran agresi militer.

More from this category