Analis: Bitcoin sempat tembus 81 ribu dolar didorong RUU kripto AS

Analisis Kenaikan Harga Bitcoin: Regulasi AS dan Dinamika Pasar Derivatif

Analis – Dalam analisis terbaru, Fyqieh Fachrur dari Tokocrypto menyatakan bahwa harga Bitcoin yang sempat mencapai 81.511,13 dolar AS pada 15 Mei 2026 dipengaruhi oleh sentimen positif dari rancangan undang-undang (RUU) bernama CLARITY Act. RUU ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperjelas kerangka regulasi kripto di Amerika Serikat, terutama dalam mengatur kewenangan antara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC). Komite Perbankan Senat AS telah menyetujui RUU tersebut melalui pemungutan suara dengan hasil 15-9 pada 14 Mei 2026, menandai kemajuan signifikan dalam kebijakan kripto.

Peluang Pasar Dipengaruhi Perubahan Pandangan Investor

Fyqieh menegaskan bahwa kenaikan harga Bitcoin tidak hanya berupa reli teknikal, tetapi juga mencerminkan pergeseran persepsi risiko dari kalangan investor institusional. “Kemajuan CLARITY Act memberikan sinyal bahwa regulasi kripto mulai bergerak ke fase yang lebih jelas,” ungkapnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin. “Sebelumnya, ketidakpastian aturan menjadi penghambat utama bagi pelaku pasar besar. Sekarang, dengan adanya progres konkret, mereka lebih percaya diri untuk menambah eksposur terhadap Bitcoin.”

Kondisi Derivatif Memperkuat Penguatan Harga

Menurut Fyqieh, lonjakan harga Bitcoin juga didukung oleh dinamika pasar derivatif. Data menunjukkan open interest Bitcoin meningkat 37,14 persen dalam 24 jam terakhir, sementara posisi short sebesar 71,02 juta dolar AS mengalami likuidasi. Situasi ini menciptakan short squeeze, di mana trader yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa membeli kembali aset untuk menutup posisi, sehingga mempercepat kenaikan harga. “Kombinasi sentimen positif dari regulasi dan tekanan posisi short membuat reli Bitcoin lebih agresif,” katanya. “Likuidasi short tidak hanya mendorong permintaan langsung, tetapi juga memperkuat dinamika beli dari mekanisme pasar derivatif.”

Konfirmasi Teknis dan Target Penguatan

Secara teknikal, Bitcoin saat ini berada di sekitar SMA 200 hari, yang berada di level 82.455 dolar AS. Jika harga tertutup di atas titik ini, maka peluang penguatan lanjutan terbuka, dengan target ekstensi Fibonacci pada kisaran 85.102 dolar AS. Namun, keberhasilan reli bergantung pada kemampuan Bitcoin mempertahankan area support di antara 80.000 hingga 80.458 dolar AS. “Jika gagal bertahan di atas 80.000 dolar AS, tekanan jual bisa meningkat signifikan,” jelas Fyqieh. “Penurunan di bawah 78.000 dolar AS berpotensi memicu likuidasi posisi long hingga 1 miliar dolar AS dan membuka risiko koreksi hingga 70.000 dolar AS.”

Level Psikologis 80.000 Dolar AS: Tantangan dan Peluang

Level 80.000 dolar AS dianggap sebagai batas psikologis penting yang perlu dijaga oleh pasar. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka peluang retest ke 85.000 dolar AS masih terbuka. Namun, volatilitas tinggi akibat open interest yang melonjak bisa memperbesar pergerakan harga ke berbagai arah. “Investor harus siap menghadapi perubahan cepat, terutama jika ada konfirmasi tambahan dari aktivitas pasar derivatif,” tambahnya.

Perspektif Jangka Menengah: ETF dan Aktivitas Whale

Di sisi lain, Fyqieh menyoroti minat institusional yang kembali menguat melalui produk ETF Bitcoin spot. Arus masuk dana ETF yang sempat mengalami outflow sebelumnya kini bergerak positif, dianggap sebagai indikasi bahwa investor besar mulai membangun posisi. “ETF spot memiliki dampak langsung terhadap permintaan Bitcoin karena penerbit harus memegang aset aktual,” katanya. Selain itu, aktivitas investor whale juga menjadi sorotan. Data on-chain menunjukkan alamat yang memiliki 10 hingga 10.000 BTC telah mengakumulasi lebih dari 61.000 BTC dalam satu bulan terakhir. Pola ini sering diinterpretasikan sebagai tanda bahwa pemilik modal besar melihat harga saat ini sebagai peluang masuk sebelum pergerakan besar berikutnya.

Katalis Regulasi dan Perluasan Dukungan

Fyqieh menekankan bahwa akumulasi whale dan inflow ETF menjadi dua indikator kunci untuk mengukur kekuatan penguatan Bitcoin. “Jika kedua faktor ini terus berlanjut, fondasi permintaan aset akan semakin kuat,” katanya. Namun, penguatan jangka panjang tetap membutuhkan konfirmasi lebih lanjut, terutama dari kemajuan RUU AS dan kemampuan harga menembus resistance utama di atas 82.000 dolar AS. Kombinasi katalis ini diharapkan dapat memperkuat tren bullish di pasar kripto.

Analisis Strategis: Faktor yang Menentukan Arus Harga

Kelanjutan penguatan Bitcoin dalam jangka pendek akan ditentukan oleh progres RUU CLARITY Act menuju voting penuh di Senat AS. Fyqieh memperkirakan bahwa jika RUU tersebut mendapat dukungan lebih luas, maka sentimen institusional akan semakin menguat. “Regulasi yang jelas akan menciptakan kepercayaan pasar, terutama terkait pelaksanaan dan kerangka pengawasan aset digital,” ujarnya. Hal ini berpotensi meningkatkan partisipasi investor dalam transaksi aset kripto.

Dalam konteks teknis, harga Bitcoin yang melewati SMA 200 hari menjadi sinyal awal bagi penguatan berkelanjutan. Namun, analis mengingatkan bahwa pergerakan harga bisa berubah drastis jika ada perubahan pada pola open interest atau aktivitas whale. “Jika support di 80.000 dolar AS terpecah, risiko koreksi bisa terjadi dalam waktu singkat,” tambahnya. Faktor ini perlu dipantau dengan cermat oleh pelaku pasar untuk menghindari kehilangan momentum.

Terlepas dari potensi kenaikan, volatilitas tinggi tetap menjadi tantangan utama. Fyqieh menekankan bahwa open interest yang besar bisa memperbesar fluktuasi harga, baik naik maupun turun. “Dengan pasar yang semakin matang, perubahan kecil dalam sentimen bisa memicu respons signifikan dari para investor,” katanya. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kebijakan regulasi dan aktivitas pasar derivatif menjadi penting untuk mengantisipasi pergerakan yang tidak terduga.

Keseimbangan Antara Peluang dan Risiko

Konsep short squeeze yang terjadi sebelumnya menunjukkan bahwa likuidasi posisi short bisa menjadi kekuatan tambahan untuk harga Bitcoin. Namun, jika pergerakan harga terus melonjak di atas SMA 200 hari, maka kekuatan ini bisa menghilang jika terjadi kegagalan dalam mempertahankan support. “Penurunan di bawah 78.000 dolar AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *