Meeting Results: BPK perkuat kerja sama pembangunan berkelanjutan pada BRICS SAI Summit
BPK Perkuat Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan pada BRICS SAI Summit
Meeting Results – Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi ke-5 BRICS Supreme Audit Institution (SAI) Leaders’ Summit 2026, yang dihadiri oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar lembaga pemeriksaan di tingkat internasional. Dalam acara ini, peserta sepakat menandatangani Deklarasi Bengaluru, yang menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan akuntabilitas dalam sistem transportasi perkotaan. Pendekatan audit terintegrasi, berbasis teknologi, serta orientasi pada kebutuhan masyarakat menjadi fokus utama dari kesepakatan tersebut.
Komitmen BRICS SAIs untuk Mendorong Transparansi dan Ketahanan
Pertemuan BRICS SAI Leaders’ Summit 2026 tidak hanya menyepakati deklarasi baru, tetapi juga mengadopsi Rencana Kerja BRICS SAIs 2027–2028. Dokumen ini dirancang untuk memberikan arah strategis dalam memperbaiki pengelolaan keuangan negara melalui audit yang lebih efektif, terutama dalam konteks urbanisasi dan perubahan iklim. Isma Yatun, Ketua BPK, menyatakan bahwa partisipasi lembaganya dalam acara tersebut bertujuan untuk memperkuat peran kelembagaan BPK di kancah internasional serta mengembangkan kerja sama antar SAI dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
“Partisipasi BPK dalam BRICS SAIs Summit ini menjadi bagian dari upaya BPK dalam memperkuat peran kelembagaan di tingkat internasional serta mendorong kolaborasi antar SAI dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara,” ujar Isma Yatun.
Deklarasi Bengaluru diterapkan sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi oleh kota-kota besar dalam mengelola sistem transportasi yang ramah lingkungan. Isma Yatun menekankan bahwa SAI memiliki peran kritis dalam memastikan efektivitas kebijakan pemerintah, khususnya dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan. Pemimpin SAI dari berbagai negara BRICS sepakat bahwa audit yang lebih mendalam dan partisipatif dapat menjadi alat strategis untuk menciptakan kota-kota yang lebih layak huni.
Upaya Indonesia dalam Mewujudkan Transportasi Berkelanjutan
BPK menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan berbagai langkah konkret dalam mendorong transportasi berkelanjutan. Menurut Isma Yatun, upaya tersebut meliputi integrasi sistem transportasi massal, seperti pengembangan jaringan kereta cepat, bus kota, dan jalur pejalan kaki, serta perencanaan tata ruang yang lebih terpadu. Selain itu, pihaknya juga memperkenalkan pengalaman dalam menerapkan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Indonesia telah melakukan berbagai upaya dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan, antara lain melalui integrasi transportasi massal, perencanaan tata ruang yang terintegrasi, serta pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai,” katanya.
Isma Yatun menjelaskan bahwa BPK berperan aktif dalam menilai kinerja investasi publik di sektor transportasi. Dengan metode pemeriksaan yang terstandarisasi, lembaga tersebut mampu memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur transportasi digunakan secara efektif. Hal ini menjadi dasar untuk mengevaluasi keberhasilan pemerintah dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama terkait pengurangan polusi udara dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak.
Kerja Sama Bilateral dengan SAI Tiongkok dan Rusia
Sebagai bagian dari BRICS SAI Summit, BPK melakukan pertemuan bilateral dengan SAI Tiongkok dan SAI Rusia. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk mempererat hubungan kerja sama antar lembaga serta menyiapkan dukungan global untuk Ketuaan BPK di International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) pada periode 2028–2031. Selain itu, BPK juga berupaya memperkuat keanggotaannya dalam United Nations Board of Auditors (UN BoA) selama 2026–2032.
Dalam pertemuan tersebut, BPK menyoroti pentingnya sinergi antar SAI dalam menghadapi isu-isu global seperti perubahan iklim dan urbanisasi yang cepat. Isma Yatun menegaskan bahwa kerja sama bilateral tidak hanya mendorong pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menyediakan layanan publik yang lebih efisien. SAI Tiongkok dan Rusia, sebagai mitra utama BPK, berperan dalam membagikan pengalaman masing-masing negara dalam mengelola sumber daya keuangan dan mengevaluasi kebijakan lingkungan.
Manfaat dan Dampak Kerja Sama BRICS SAIs
Menurut Isma Yatun, partisipasi BPK dalam BRICS SAI Summit 2026 tidak hanya memberikan kesempatan untuk belajar dari negara-negara lain, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam lingkaran kelembagaan internasional. Melalui kesepakatan bersama, BPK dan SAI BRICS berharap dapat menciptakan standar audit yang lebih komprehensif, yang akan digunakan sebagai referensi oleh negara-negara anggota BRICS dan negara-negara lain di dunia.
Deklarasi Bengaluru juga menjadi pedoman untuk meningkatkan efektivitas audit dalam sistem transportasi perkotaan. Isma Yatun menyoroti bahwa pendekatan citizen-centric dalam pemeriksaan dapat menghasilkan hasil yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pengurangan kemacetan, peningkatan aksesibilitas, dan pengelolaan sampah di area transportasi. Selain itu, teknologi digital diterapkan untuk mempercepat proses audit, sekaligus meningkatkan akurasi data yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
Kerja sama BRICS SAIs juga diharapkan mampu memperkuat kemitraan antar lembaga pemeriksaan dalam menghadapi isu-isu global seperti ketahanan ekonomi, kualitas lingkungan, dan keadilan sosial. Isma Yatun menambahkan bahwa ini adalah langkah penting dalam membangun kota-kota yang lebih inklusif, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. Dengan kerja sama yang lebih erat, BPK dan SAI BRICS bersama-sama berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun lingkungan.
Acara BRICS SAI Leaders’ Summit 2026 menjadi momentum penting bagi BPK untuk menunjukkan kontribusinya dalam mengembangkan kelembagaan audit global. Melalui pertemuan ini, BPK tidak hanya berbagi pengalaman dari Indonesia, tetapi juga memperoleh wawasan dari negara-negara mitra BRICS. Isma Yatun berharap, hasil dari kesepakatan ini dapat diimplementasikan dalam berbagai proyek pembangunan di masa depan, sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.