Main Agenda: Hadiri Rakernis Bareskrim, Kapolri tekankan penguatan kualitas SDM

Hadiri Rakernis Bareskrim, Kapolri Tekankan Penguatan Kualitas SDM

Main Agenda –

Jakarta – Pada hari Kamis, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang digelar oleh Bareskrim Polri. Selama acara tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam rangka memperkuat profesionalisme lembaga kepolisian. “Rakernis ini menjadi bagian dari upaya Bareskrim dan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dalam hal penguatan kemampuan serta kompetensi SDM,” ujarnya di Aula Bareskrim, Jakarta.

Penguatan SDM sebagai Prioritas

Kapolri menggarisbawahi bahwa SDM yang kuat adalah fondasi utama dalam menjalankan fungsi penegakan hukum secara efektif. Ia menegaskan bahwa penguatan SDM tidak hanya berupa pelatihan teknis, tetapi juga peningkatan kompetensi dalam berbagai aspek seperti kepemimpinan, keahlian teknis, dan adaptasi terhadap tuntutan era digital. “Dengan memperkuat SDM, kita bisa memastikan bahwa setiap personel memiliki kemampuan untuk menjalankan tugasnya secara optimal,” jelas Sigit.

“Kondisi global yang tidak menentu saat ini berdampak signifikan pada dinamika dalam negeri, sehingga menciptakan peluang bagi kejahatan-kejahatan baru yang perlu diantisipasi secara cepat dan tepat,” kata Sigit.

Dalam situasi yang terus berubah, ia menekankan bahwa Bareskrim harus menjadi contoh dalam peningkatan kapasitas anggotanya. “Kita harus mampu mengejar keahlian yang relevan agar bisa menghadapi ancaman dan tindak pidana yang semakin kompleks,” ujarnya.

Perkembangan Kejahatan Transnasional

Kapolri juga menyampaikan perhatian khusus terhadap kejahatan transnasional yang terus berkembang. “Kejahatan jenis ini tidak hanya melibatkan satu negara, tetapi juga memanfaatkan jalur internasional dan teknologi modern untuk menghindari pemeriksaan,” ungkapnya. Ia mengingatkan bahwa kepolisian harus siap menghadapi modus operandi yang bervariasi, terutama dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan kerja sama antarnegara.

Dalam konteks ini, Sigit menegaskan bahwa keterlibatan seluruh jajaran kepolisian menjadi kunci dalam menjamin kesinambungan penegakan hukum. “Kita perlu membangun keahlian di bidang penyelidikan, pemeriksaan, dan penuntutan yang lebih canggih agar bisa membasmi kejahatan secara menyeluruh,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Lembaga

Penguatan SDM Bareskrim tidak bisa dilakukan secara terpisah dari kerja sama dengan lembaga lain. Kapolri menekankan bahwa sinergi antaraparat penegak hukum (APH) merupakan faktor penting dalam menciptakan sistem hukum yang lebih adil. “Kolaborasi ini memungkinkan kita untuk berbagi informasi, sumber daya, dan keahlian guna memperkuat kapasitas dalam penegakan hukum,” katanya.

Ia juga menyoroti peran Bareskrim dalam menjamin keadilan bagi seluruh masyarakat. “Kita harus mampu memberikan perlindungan hukum yang merata, terutama kepada kelompok rentan yang sering kali menjadi korban tindak pidana,” ujarnya.

Implementasi KUHP dan KUHAP Baru

Sigit menambahkan bahwa kepolisian saat ini beroperasi berdasarkan UU No. 12 Tahun 2021 tentang KUHP dan UU No. 17 Tahun 2021 tentang KUHAP yang baru. “Perubahan ini memberikan ruang bagi keadilan restoratif di semua tingkatan,” katanya. Ia menyoroti bahwa konsep keadilan restoratif lebih menekankan pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap peran hukum.

“Dengan penerapan KUHP dan KUHAP baru, kita bisa menciptakan sistem hukum yang lebih manusiawi dan efektif,” ucap Kapolri.

Ia menambahkan bahwa Polri bersama APH lainnya harus bersinergi untuk memastikan bahwa peraturan baru ini dijalankan secara konsisten. “Kita perlu saling mendukung agar tindak pidana bisa ditangani secara lebih cepat dan efisien, serta memberikan kesan keadilan yang lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Komitmen Bersama untuk Keadilan

Dalam kesimpulan, Kapolri mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja sama dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum. “Komitmen yang diwujudkan melalui kolaborasi ini menunjukkan bahwa kita siap memastikan keadilan dan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Sigit, tugas utama kepolisian adalah menjaga kepercayaan publik dengan memberikan layanan hukum yang terjangkau dan berkelanjutan. “Kita perlu terus berinovasi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam,” ucapnya.

Dengan penguatan SDM, kerja sama lintas lembaga, dan penerapan peraturan baru, Kapolri berharap Bareskrim dapat menjadi pilar utama dalam membangun sistem hukum yang lebih baik. “Ini adalah langkah penting untuk mencapai visi pemerintah dalam menciptakan Indonesia yang lebih aman, adil, dan berkualitas,” tutupnya.

Perjalanan pengembangan Bareskrim Polri tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Dengan meningkatkan SDM dan menjaga kerja sama dengan lembaga-lembaga lain, kepolisian dapat terus menjadi mitra utama dalam menjaga stabilitas nasional dan memastikan keadilan bagi seluruh rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *