New Policy: Saksi di MK: MBG tingkatkan fokus dan kehadiran siswa

Saksi di MK: MBG Tingkatkan Fokus dan Kehadiran Siswa

New Policy – Jakarta — Dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK), Kepala SMP Negeri 34 Bekasi, Jawa Barat, Ari Purnama, yang dihadirkan oleh pemerintah sebagai saksi, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak signifikan pada peningkatan konsentrasi dan kehadiran siswa di lingkungan sekolah. Ari menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga berkontribusi pada pengembangan potensi belajar para peserta didik.

Perubahan Perilaku Siswa yang Teramati

Dalam kesaksiannya, Ari menjelaskan bahwa setelah penerapan MBG, siswa di sekolahnya terlihat lebih bersemangat dan aktif saat mengikuti pelajaran. “Program ini membawa dampak positif nyata, terutama dalam meningkatkan energi dan keterlibatan siswa,” katanya. Menurut Ari, kehadiran siswa di kelas meningkat secara signifikan, dan mereka tampak lebih siap menghadapi tugas akademik. Ia juga mencatat pengurangan jumlah siswa yang mengantuk atau lemas di tengah jam pelajaran siang hari, yang sebelumnya sering terjadi.

“Para siswa terlihat lebih fokus dan aktif mengikuti pembelajaran setelah makan siang bersama, serta berkurangnya jumlah siswa yang mengantuk dan lemas pada siang hari,” ujar Ari.

Implementasi MBG Tanpa Mengganggu Proses Belajar Mengajar

Ari menjelaskan bahwa MBG diadakan pada jam istirahat kedua, yaitu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB, sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. “Kegiatan pembelajaran tetap berjalan normal baik sebelum, selama, maupun setelah pelaksanaan program ini,” terangnya. Ia menekankan bahwa waktu yang dialokasikan untuk MBG tidak mengurangi kesempatan siswa untuk mengikuti mata pelajaran yang dijadwalkan. Tidak hanya itu, Ari juga menyebutkan bahwa para guru dan staf tetap beroperasi sesuai rencana tanpa gangguan.

Dampak Positif pada Kehadiran dan Kinerja Guru

Selain manfaat bagi siswa, Ari menyoroti bahwa MBG tidak memengaruhi penghasilan guru dan tenaga kependidikan. “Guru baik yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tetap menerima gaji dan tunjangan secara lengkap dan tepat waktu,” kata Ari. Ia menambahkan bahwa enam guru honorer serta pekerja harian lepas di sekolahnya juga tidak mengalami penundaan atau pemotongan pembayaran gaji selama program ini berlangsung.

“Baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tetap menerima gaji dan tunjangan secara penuh dan tepat waktu setiap bulan sejak program MBG berjalan,” tambah Ari.

Ari juga menjelaskan bahwa proses perekrutan PPPK di sekolahnya tetap berjalan lancar, bahkan melalui mekanisme yang diatur oleh pemerintah daerah. “Pada periode ini, ada penambahan 15 guru dan staf tata usaha,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya meningkatkan kualitas nutrisi siswa tetapi juga memperkuat sistem pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.

Manfaat yang Terukur dalam Waktu Singkat

Ari menyatakan bahwa sejak Agustus 2025, program MBG telah dimulai di SMP Negeri 34 Bekasi dan menghasilkan perubahan yang terukur. “Sebanyak 1.069 siswa menjadi penerima manfaat program ini,” katanya. Dengan adanya MBG, Ari melihat peningkatan kehadiran siswa di kelas, serta peningkatan kualitas interaksi dalam proses belajar mengajar. Ia menegaskan bahwa semua pengamatan dan pernyataannya didasarkan pada pengalaman langsung, tanpa tekanan dari pihak tertentu.

“Tingkat kehadiran peserta didik di sekolah kami meningkat setelah dilaksanakan program MBG,” ujarnya.

Perspektif MK terhadap MBG

Sidang yang berlangsung pada Rabu (tanggal tidak disebutkan) merupakan bagian dari pengujian materiil UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026. Sidang tersebut melibatkan tiga perkara, yaitu Nomor 40/PUU-XXIV/2026, Nomor 52/PUU-XXIV/2026, dan Nomor 55/PUU-XXIV/2026, yang mempertanyakan posisi MBG dalam anggaran pendidikan. Ari menilai bahwa MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa tetapi juga menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.

Dalam kesaksiannya, Ari menekankan bahwa MBG tidak mengurangi tanggung jawab institusi pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran. “Program ini melengkapi kebutuhan sehari-hari siswa dan memastikan mereka memiliki energi optimal saat berpartisipasi dalam aktivitas akademik,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa tidak ada pengurangan pengeluaran sekolah dalam rangka implementasi MBG, sehingga menunjukkan efisiensi dalam penggunaan anggaran.

Keberlanjutan dan Dukungan Pihak Terkait

Ari menyebutkan bahwa MBG di sekolahnya dilaksanakan secara konsisten, dengan partisipasi siswa yang terus meningkat setiap bulannya. “Karena tidak ada hambatan dari pihak pemerintah, program ini berjalan lancar,” kata Ari. Ia juga menegaskan bahwa hasil yang dirasakan oleh siswa dan guru menjadi bukti bahwa MBG efektif dalam meningkatkan produktivitas di lingkungan pendidikan. Selain itu, Ari berharap program ini bisa diterapkan secara luas di sekolah-sekolah lain di Indonesia.

Dengan peningkatan kehadiran siswa dan kualitas belajar yang tercatat, Ari mengakui bahwa MBG berkontribusi signifikan pada pencapaian tujuan pendidikan. “Karena para siswa lebih sehat dan terjaga, mereka mampu berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hasil ini akan menjadi referensi penting bagi pihak MK dalam mengevaluasi kebijakan pendidikan yang dibahas dalam sidang uji materi tersebut.

Kesimpulan dari Saksi Sekolah

Secara keseluruhan, Ari Purnama menyatakan bahwa MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa tetapi juga meningkatkan motivasi belajar dan kehadiran mereka di sekolah. “Program ini adalah bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal,” ujarnya. Dengan adanya MBG, sekolah berpeluang mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik, seiring peningkatan kesehatan dan konsentrasi para siswa. Ari menegaskan bahwa semua informasi yang disampaikan dalam sidang tersebut berasal dari pengamatan langsung dan pengalaman nyata di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *