PMJ dipimpin Komjen – Kompolnas tekankan peningkatan pelayanan

3 months ago  ·  3 min read
By Emily Garcia - pemandanganindah.com
6603

PMJ Dipimpin Komjen, Kompolnas Tekankan Peningkatan Pelayanan

PMJ dipimpin Komjen – Jakarta – Setelah pengumuman resmi diumumkan, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggarisbawahi kebutuhan perbaikan layanan publik setelah Polda Metro Jaya dipegang oleh seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Komjen. Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam mengatakan, peningkatan status jabatan ini seharusnya diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Dengan kenaikan pangkat dari bintang dua ke bintang tiga, diharapkan juga ada kemajuan dalam pemberian layanan terbaik kepada seluruh komunitas di wilayah kerja Polda Metro Jaya,” tambahnya dalam wawancara dengan media di Jakarta, Kamis. Menurutnya, dinamika sosial, politik, dan ekonomi di Polda Metro Jaya memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan unit polisi lainnya. Oleh karena itu, ia menilai bahwa peningkatan tingkat jabatan pimpinan harus disertai dengan peningkatan kinerja dalam memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

“Semoga ini menjadi sinyal positif yang mendorong perbaikan layanan masyarakat,” ujarnya, menegaskan bahwa kenaikan pangkat tersebut menunjukkan komitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas institusi kepolisian.

Menurut informasi terbaru, Polda Metro Jaya resmi diambil alih oleh seorang perwira tinggi Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal (Komjen). Meski demikian, jabatan Kapolda Metro Jaya tetap diisi oleh Asep Edi Suheri, yang sebelumnya menjabat dengan pangkat Irjen dan kini telah naik menjadi Komjen. Perubahan ini menunjukkan adanya penyesuaian struktur organisasi dan penghargaan terhadap kinerja yang telah dicatat oleh Asep. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan perubahan ini. “Jabatan Kapolda Metro Jaya saat ini memang diisi oleh seseorang dengan pangkat Komjen Polisi, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026, yang ditandatangani pada 13 Mei 2026,” jelasnya.

Sejarah dan Pengalaman Asep Edi Suheri

Asep Edi Suheri, yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Pria berusia 54 tahun ini dikenal sebagai profesional yang berpengalaman dalam bidang reserse dan penegakan hukum. Ia tercatat memiliki rekam jejak yang luas dalam menangani berbagai jenis kasus, termasuk penindasan kejahatan siber, kasus narkoba, serta kegiatan kriminal lintas negara. Sebelum diangkat sebagai Kapolda Metro Jaya, Asep pernah menjabat dalam beberapa posisi penting, seperti di Badan Pemelihara Keamanan (Bhabinkamtibmas) dan wilayah operasional lainnya.

Dalam perjalanan karier yang panjang, Asep juga pernah ditugaskan ke berbagai daerah strategis, di mana ia melatih tim investigasi dan membangun sistem pemeriksaan hukum yang lebih efektif. Pengalaman ini diyakini menjadi dasar untuk mengelola Polda Metro Jaya dengan lebih baik, terutama dalam menghadapi tantangan yang kompleks di wilayah metropolitan Jakarta. Sebelumnya, Asep ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya melalui Surat Telegram Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025, menggantikan Komjen Pol Karyoto yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Pengangkatan Asep sebagai Komjen di Polda Metro Jaya dilihat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi antara unit kepolisian dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Kompolnas yang ingin memperkuat hubungan timbal balik antara institusi pemerintah dan publik. Dalam rangkaian penegakan hukum, Komjen Anam mengingatkan bahwa tugas utama kepolisian adalah memberikan layanan yang transparan, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Komjen Anam juga menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam pelayanan publik. Ia berharap, dengan peningkatan kualitas pemimpin, masyarakat akan lebih merasa dihargai dan terlibat dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kerja Polda Metro Jaya. “Perubahan ini harus menjadi awal dari transformasi besar dalam kinerja layanan, bukan sekadar penghargaan untuk kepemimpinan yang lebih tinggi,” kata Komisioner Kompolnas tersebut.

Kebijakan peningkatan pangkat ini diharapkan menjadi contoh bagi unit kepolisian lainnya. Dengan memperkuat struktur kepemimpinan, Kompolnas percaya bahwa ada kemungkinan meningkatkan efisiensi pelayanan, terutama dalam menghadapi masalah-masalah keamanan yang semakin kompleks. Dalam konteks dinamika sosial Jakarta yang cepat berubah, Komjen Anam menekankan bahwa pelayanan harus selalu diadaptasi agar mampu memenuhi ekspektasi masyarakat. “Kita harus bergerak cepat untuk menciptakan kebijakan yang selaras dengan kebutuhan sehari-hari warga,” tegasnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa peningkatan pangkat tersebut juga berdampak pada semangat kerja para pegawai di lingkup Polda. “Kenaikan jabatan Kapolda Metro Jaya menjadi Komjen menunjukkan penghargaan terhadap dedikasinya dalam melayani masyarakat sejak dulu,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa perubahan ini tidak hanya berdampak pada pemerintah daerah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam program kepolisian.

Kepemimpinan baru ini akan menjadi ujian bagi keberhasilan transformasi layanan kepolisian di Jakarta. Komjen Anam berharap, langkah ini memicu semangat perbaikan dan inovasi, sekaligus meningkatkan kredibilitas institusi Polri di mata publik. Dengan kinerja yang lebih baik, ia optimistis bahwa Polda Metro Jaya bisa menjadi contoh dalam pelayanan publik yang bermutu tinggi.

MORE FROM THIS CATEGORY