Tim gabungan selidiki kasus penembakan terhadap warga di Dekai

Tim Gabungan Selidiki Kasus Penembakan terhadap Warga di Dekai

Tim gabungan selidiki kasus penembakan terhadap – Jayapura – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) bersama Polres Yahukimo tengah melakukan penyelidikan terkait insiden penembakan yang terjadi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Wakasatgas Humas ODC, AKBP Adria, mengungkapkan bahwa tim gabungan sedang bekerja keras untuk mengungkap fakta-fakta terkait serangan tersebut. “Kasus ini sedang diselidiki secara menyeluruh oleh tim gabungan,” jelasnya saat dihubungi dari Jayapura, Rabu (29/4).

Menurut AKBP Adria, kejadian penembakan terjadi pada hari Rabu (29/4) saat korban, seorang warga berusia 54 tahun, berusaha membuka usaha perukunan di kawasan Ruko Blok A, Kota Dekai. “KKB dilaporkan menembak korban saat ia sedang berada di depan ruko untuk mengawali operasional bisnisnya,” tambahnya. Pihak kepolisian menyebut bahwa ada dua orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor melintas di sekitar lokasi sebelum menyerang korban.

“Tembakan yang dilakukan pelaku tidak mengenai korban, tetapi merusak bagian spidometer sepeda motor milik korban,” kata AKBP Adria. Ia menambahkan, setelah menerima laporan, tim gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa kondisi korban serta saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. Selain itu, pihak kepolisian juga menjalankan patroli dan penyisiran di sekitar Kota Dekai untuk mencegah potensi gangguan lanjutan.

Kasus penembakan ini adalah salah satu dari rangkaian serangan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yahukimo. Dalam beberapa hari terakhir, KKB Kodap XVI Yahukimo tercatat melakukan aksi serupa terhadap warga sipil, menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan kekerasan di daerah tersebut. Dalam insiden terkini, KKB dinyatakan melakukan penembakan terhadap seorang warga yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari, memperlihatkan kemampuan mereka untuk menargetkan individu tanpa memandang usia atau status sosial.

Pastikan bahwa penyelidikan tidak hanya fokus pada kejadian penembakan yang terjadi pada Rabu (29/4) tetapi juga menggali akar masalah dari serangan-serangan sebelumnya. Diketahui, pada Senin (27/4), KKB melakukan serangan terhadap tiga warga yang berusia muda, termasuk RK (29 tahun). Tiga hari berikutnya, Selasa (28/4), dua korban lain mengalami luka tembak, yaitu AA (26 tahun) dan NM (36 tahun). “KKB terus-menerus mencoba mengejutkan warga sipil dengan aksi tak terduga,” ujar AKBP Adria, menambahkan bahwa polisi sedang mempelajari pola kejadian tersebut.

Dalam proses penyelidikan, Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap bahwa pelaku diperkirakan mengenakan senjata api rakitan, yang sering digunakan dalam operasi mereka. Tembakan yang diluncurkan terjadi ketika pelaku mendekati korban dan mengambil kesempatan untuk menyerang. “KKB memanfaatkan momen ketika korban tidak siap secara fisik atau mental untuk menghadapi serangan,” kata AKBP Adria. Ia menekankan bahwa kejadian ini menunjukkan adanya upaya terorganisir dari kelompok tersebut untuk memperluas area pengaruhnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mencatat bahwa serangan ini terjadi di tengah situasi ketegangan yang terus meningkat di wilayah Dekai. Dalam beberapa bulan terakhir, terdapat laporan penembakan terhadap warga yang berulang kali terjadi, dengan korban kecil hingga dewasa. “Tindakan KKB terus memicu kecemasan di kalangan masyarakat, terutama yang tinggal di dekat jalur-jalur strategis,” jelas AKBP Adria. Ia menambahkan bahwa tim gabungan juga sedang memperkuat kehadiran di daerah tersebut untuk memantau kegiatan kelompok tersebut.

Menurut laporan kepolisian, korban dalam insiden penembakan Rabu (29/4) segera melaporkan kejadian tersebut ke unit setempat setelah melihat dua OTK yang menggunakan sepeda motor. “Korban memberi laporan bahwa pelaku mendekatinya sambil terus berboncengan, kemudian salah satu di antaranya mengeluarkan senjata api dan melepaskan satu kali tembakan,” kata AKBP Adria. Meskipun tembakan tersebut tidak mengenai korban, tapi kerugian material terjadi, yaitu kerusakan pada spidometer kendaraan korban. “Kebutuhan akan bahan bukti fisik masih menjadi fokus utama dalam penyelidikan,” ujar AKBP Adria.

Proses penyelidikan oleh Satgas ODC dan Polres Yahukimo telah mencakup beberapa langkah penting, seperti pengumpulan barang bukti dari tempat kejadian, wawancara terhadap saksi, dan analisis lingkungan sekitar untuk memahami potensi ancaman yang mungkin terjadi. “Kami juga berupaya mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam aksi tersebut,” kata AKBP Adria. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pihak KKB masih aktif dan siap untuk melakukan serangan berikutnya.

Kasus penembakan di Dekai tidak hanya menjadi sorotan di dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian organisasi internasional yang memantau konflik di Papua. “KKB menunjukkan kemampuan beroperasi di area terpencil, bahkan mengambil kesempatan saat warga sedang beraktivitas,” ujar AKBP Adria. Ia menambahkan bahwa kepolisian telah menyiapkan rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan penembakan berulang di wilayah tersebut.

Di sisi lain, masyarakat sekitar lokasi kejadian mengungkapkan rasa takut dan kecemasan setelah aksi penembakan terjadi. “Sejak awal bulan ini, kami sudah mulai merasa kewaspadaan tinggi, apalagi setelah terjadi penembakan di Dekai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *