Yang Dibahas: Imigrasi gaet Kades di Konsel perkuat pengawasan PMI cegah TPPO/TPPM

Imigrasi Kolaborasi dengan Kades di Konsel untuk Tingkatkan Pengawasan PMI

Di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan kerja sama dengan perwakilan desa untuk memperkuat pengawasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini bertujuan mengurangi risiko praktik perdagangan orang serta penyelundupan manusia. Kepala Kantor Wilayah tersebut, Ganda Samosir, menjelaskan bahwa kehadiran para kepala desa menjadi sangat penting karena mereka berada di garis depan interaksi dengan warga.

Kegiatan Sosialisasi untuk Mitigasi Risiko

Ganda Samosir menekankan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif aparatur desa dalam mengurangi kemungkinan PMI berangkat tanpa prosedur yang benar. “Tujuan utama adalah mengajak masyarakat memahami prosedur kerja yang sah di luar negeri, sehingga tidak mudah terjebak dalam praktik perdagangan orang,” tutur dia.

“Selain itu, poin utama yang dibahas mencakup regulasi terkait tenaga kerja asing (TKA) yang melakukan perkawinan campur dengan warga setempat, serta pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan orang asing di wilayah pedesaan,” ujarnya.

Partisipan Sosialisasi Berdasarkan Wilayah Strategis

Acara yang dihadiri 30 peserta tersebut melibatkan kepala desa, camat, dan perwakilan dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Peserta dipilih karena daerah mereka masuk dalam zona PMI, area dengan aktivitas tenaga kerja asing, dan wilayah yang memiliki tren perkawinan campuran tinggi.

Koordinasi Awal Sebelum Pelaksanaan

Sebelum sosialisasi, Imigrasi melakukan konsultasi langsung dengan kantor kepala desa untuk memastikan data dan kondisi lapangan. “Dengan langkah ini, diharapkan kepala desa segera menyebarkan informasi kepada warganya,” jelas Ganda Samosir. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang aturan hukum terkait migrasi dan keberadaan warga negara asing di wilayah mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *