Flobamora Papua Barat kumpulkan Rp167,641 juta untuk gempa Flores

1 hour ago  ·  4 min read
By Matthew Gonzalez - pemandanganindah.com

Galang Dana Rp167,641 Juta: Diaspora NTT di Papua Barat Bergerak untuk Korban Gempa Flores

Pemandanganindah.com – Getaran bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang menghantam Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada pertengahan Agustus 2026 meninggalkan luka mendalam bagi ribuan warga. Di sisi lain peta Indonesia, komunitas diaspora NTT yang menetap di Papua Barat merespons tragedi itu dengan aksi solidaritas massal. Dalam waktu kurang dari dua pekan, mereka berhasil menghimpun dana bantuan senilai kurang lebih Rp167,641 juta untuk disalurkan kepada para korban di daerah terdampak.

Aksi penggalangan dana tersebut diinisiasi oleh Perkumpulan Rumah Besar Flobamora (PRBF) Provinsi Papua Barat dan melibatkan tidak hanya keluarga besar NTT, tetapi juga berbagai paguyuban nusantara yang berdomisili di Manokwari. Partisipasi lintas etnis ini menjadikan gerakan solidaritas tersebut sebagai wujud kepedulian kolektif masyarakat Papua Barat terhadap sesama warga negara yang tertimpa bencana.

Respons Luas Sejak 17 Agustus

Ketua PRBF Papua Barat, Clinton Tallo, menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan dimulai pada 17 Agustus 2026 dan langsung mendapat sambutan hangat dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Manokwari. Titik-titik ruas jalan menjadi lokasi pengumpulan sumbangan sukarela, sementara aparatur pemerintah provinsi maupun kabupaten turut menyisihkan dana dari anggaran operasional mereka. Lembaga-lembaga lain di wilayah tersebut juga memberikan kontribusi.

“Dana yang terkumpul sampai hari ini sebanyak Rp167,641 juta lebih. Tidak hanya keluarga NTT yang turun ke jalan, tapi paguyuban lain di Manokwari juga ikut membantu.”

Tallo menegaskan bahwa respons positif dari masyarakat setempat menjadi faktor utama keberhasilan penggalangan dana dalam skala besar tersebut. Bagi komunitas diaspora NTT di perantauan, aksi ini sekaligus menjadi ruang untuk mengekspresikan ikatan emosional dengan kampung halaman yang tengah dilanda krisis.

Masa Tanggap Darurat dan Posko Donasi

Pemerintah daerah NTT menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari, terhitung dari 15 hingga 28 Agustus 2026, sebagai periode penanganan pascagempa. Selama jendela waktu tersebut, berbagai kebutuhan mendesak seperti logistik pangan, obat-obatan, dan material darurat harus segera tiba di lokasi terdampak. Setelah aksi turun ke jalan berakhir, PRBF Papua Barat membuka posko donasi tetap di Gedung Serbaguna Molas, Reremi Puncak, Manokwari, agar masyarakat yang belum sempat menyumbang tetap memiliki saluran resmi untuk menyalurkan bantuan.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua masyarakat di Manokwari yang sudah menaruh kepedulian untuk korban gempa Flores.”

Dana yang dihimpun dari paguyuban nusantara, organisasi kemasyarakatan, institusi kampus, partai politik, dan berbagai pihak lain telah diserahkan secara konsolidasi kepada PRBF sebagai koordinator tunggal penyaluran.

Koordinasi Lintas Kabupaten

Gerakan solidaritas tidak berhenti di Manokwari. Masyarakat diaspora NTT yang berdomisili di Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Fakfak, dan Kabupaten Kaimana juga menggelar aksi serupa di wilayah masing-masing. Pengurus PRBF tingkat provinsi telah berkoordinasi dengan setiap pengurus tingkat kabupaten se-Papua Barat untuk menyelaraskan mekanisme pendistribusian dana hasil penggalangan.

“Termasuk Flobamora Kabupaten Manokwari juga galang dana. Untuk penyaluran kami koordinasikan, apakah kabupaten mau kirim ke kami lalu kami teruskan, atau mereka sendiri yang kirim ke Flores.”

Mekanisme ini memberikan fleksibilitas: setiap kabupaten dapat memilih apakah menyalurkan dananya melalui konsolidasi provinsi atau langsung mengirim bantuan ke Flores. Pendekatan tersebut mempercepat aliran bantuan sekaligus menghormati otonomi masing-masing komunitas lokal.

Malam Seribu Lilin: Peringatan dan Doa

Di tengah proses konsolidasi dana, PRBF Papua Barat merencanakan penyelenggaraan acara malam seribu lilin di Manokwari. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk duka cita kolektif sekaligus doa bagi para korban yang belum teridentifikasi maupun yang telah berpulang. Hingga saat ini, data korban gempa Flores mencatat 100 orang meninggal dunia, 1.603 orang mengalami luka-luka, dan 180.327 orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

“Kami akan gelar malam seribu lilin di Manokwari sembari menunggu semua donasi terkumpul untuk dikirim ke Flores.”

Skala pengungsian yang melampaui 180 ribu jiwa menunjukkan betapa masifnya kerusakan infrastruktur permukiman akibat guncangan berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut. Bagi ribuan pengungsi di Flores, bantuan yang sedang dikonsolidasikan di Papua Barat diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam fase pemulihan awal, mulai dari kebutuhan pangan harian hingga perbaikan tempat tinggal sementara. Proses penyaluran dana akan dilakukan secara bertahap seiring dengan selesainya seluruh penggalangan di berbagai kabupaten di Papua Barat.

Frequently Asked Questions

What is Flobamora Papua Barat kumpulkan Rp167 641 juta?

Flobamora Papua Barat kumpulkan Rp167 641 juta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Flobamora Papua Barat kumpulkan Rp167 641 juta matter?

Flobamora Papua Barat kumpulkan Rp167 641 juta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category