Important Visit: KAI Daop 2 minta masyarakat Cianjur tidak beraktivitas di jalur kereta

KAI Daop 2 Imbau Warga Cianjur Hindari Aktivitas di Jalur Kereta

Important Visit – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 2 Jawa Barat telah mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api di wilayah Cianjur. Imbauan ini disampaikan dengan tujuan agar warga tidak melakukan berbagai aktivitas di kawasan rel, guna mencegah terulangnya kejadian tragis yang menimpa salah seorang penduduk Desa Kertasari. Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, dan menjadi peringatan keras bagi seluruh penghuni daerah yang bersebelahan dengan lintasan kereta. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa jalur kereta bukan tempat untuk aktivitas sehari-hari.

Detail Kejadian Tragis di Desa Kertasari

Korban dalam kejadian ini adalah seorang pria bernama Sopandi yang berusia 52 tahun. Ia merupakan warga Kampung Kondang yang berada di Desa Kertasari, Kecamatan Haurwangi. Pada hari Senin tanggal 14 Juli, Sopandi sedang dalam perjalanan menyusuri rel kereta api. Saat itu, ia berjalan membelakangi arah datangnya KA Siliwangi yang sedang melintas. Tragisnya, korban tidak menyadari kehadiran kereta yang mendekat hingga akhirnya tertabrak dan terpental sejauh 10 meter dari titik tabrakan. Kejadian ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat Cianjur.

Menurut keterangan yang diperoleh, Sopandi sebenarnya sedang dalam misi memperbaiki saluran pipa air yang terletak bersebelahan dengan jalur kereta. Ia berjalan menyusuri rel untuk memastikan kondisi pipa yang hendak diperbaiki. Namun, ia tidak menyadari bahwa ada kereta api yang melaju di belakangnya, tepatnya dari arah Cipatat menuju Cianjur. Peluit yang dibunyikan masinis berkali-kali tidak membuat korban menepi atau menghindar, sehingga akhirnya ia tertabrak kereta dan mengalami luka fatal yang berujung pada kematian. Penting Visit ini juga mengingatkan masyarakat tentang bahaya aktivitas di jalur kereta.

Respons dan Tindakan Preventif dari KAI Daop 2

Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, memberikan penjelasan lengkap mengenai kejadian tersebut saat dihubungi pada hari Selasa. Ia menyampaikan bahwa korban diduga tidak mendengar peluit kereta api yang telah berkali-kali dibunyikan masinis. Saat kejadian berlangsung, korban berjalan membelakangi kereta yang sedang melaju kencang, sehingga peluit yang dibunyikan berulang kali tidak terdengar olehnya. KAI Daop 2 berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

Kami akan meningkatkan sosialisasi agar dipatuhi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur kereta guna menghindari hal yang tidak diinginkan termasuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur sebidang tanpa palang pintu.

Kuswardoyo juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Sosialisasi intensif akan dilakukan kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur kereta api. Tujuannya adalah agar warga lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas di kawasan rel yang berbahaya. Selain itu, peningkatan kewaspadaan saat melintas di jalur sebidang tanpa palang pintu juga menjadi fokus utama dari program pencegahan ini. Masyarakat diharapkan dapat mematuhi imbauan ini demi keselamatan bersama.

Konfirmasi dari Pihak Kepolisian

Sementara itu, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Lantas) Kepolisian Sektor Bojongpicung, Aipda Teddy Firmansyah, memberikan konfirmasi mengenai identitas dan kondisi korban. Ia menyatakan bahwa Sopandi tewas tertabrak KA Siliwangi yang beroperasi pada relasi Cipatat-Cianjur-Sukabumi. Saat kejadian berlangsung, korban sedang berusaha memperbaiki pipa air yang terletak bersebelahan dengan jalur kereta. Pihak kepolisian juga memberikan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan kecelakaan.

Korban hendak memperbaiki pipa air yang terletak bersebelahan dengan jalur kereta, saat bersamaan KA Siliwangi hendak melintas dari arah berlawanan, diduga korban tidak menyadari kedatangan kereta yang sempat membunyikan peluit panjang.

Teddy Firmansyah menjelaskan lebih lanjut bahwa korban berjalan menyusuri rel untuk memastikan pipa yang hendak diperbaiki. Namun, ia tidak menyadari bahwa ada kereta api yang melaju di belakangnya atau dari arah Cipatat menuju Cianjur. Hingga akhirnya, korban tertabrak kereta dan terpental sejauh 10 meter dari titik tabrakan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Cianjur untuk lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas di kawasan rel kereta api. Penting Visit ini juga menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

KAI Daop 2 Jawa Barat berharap imbauan ini dapat dipatuhi oleh seluruh warga. Dengan demikian, kejadian tragis seperti yang menimpa Sopandi tidak akan terulang lagi di masa mendatang. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama, dan setiap warga diharapkan untuk selalu waspada saat berada di sekitar jalur kereta api, terutama saat kereta sedang melintas. Masyarakat Cianjur diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga keselamatan di jalur kereta api.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *