Makassar perkuat posisi sebagai pusat riset global melalui PAIR 2026

23 hours ago  ·  3 min read
By Christopher Brown - pemandanganindah.com
khrisna-edit-1784474913-a6469ae3e7

Makassar Mengukuhkan Diri sebagai Hub Riset Internasional Lewat PAIR 2026

Pemandanganindah.com – Kota Makassar perkuat posisi sebagai pusat riset global melalui penguatan kolaborasi ilmiah dan pembangunan berkelanjutan. Langkah strategis ini diwujudkan dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan PAIR (Partnership for Australia-Indonesia Research) Annual Meeting 2026. Acara bergengsi ini menghadirkan pertemuan tahunan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta mitra pembangunan dari Indonesia dan Australia. Tujuan utamanya adalah memperkuat sinergi riset yang berdampak langsung pada penyusunan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Peran Strategis Makassar dalam Kerjasama Ilmiah

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa, menyampaikan pentingnya acara ini dalam konteks pembangunan nasional. Beliau menekankan bahwa pertemuan tahunan ini menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi kedua negara. Forum ini juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan teknologi antara peneliti Indonesia dan Australia.

“Pertemuan tahunan ini mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan dari Indonesia serta Australia untuk memperkuat sinergi riset yang berdampak langsung pada penyusunan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan,” kata Prof Dr Jamaluddin Jompa di Makassar, Minggu.

Kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi lintas negara ini menjadi momentum penting untuk membahas tantangan mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis bukti ilmiah. Melalui kemitraan tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak hanya berhenti di ranah akademik, tetapi mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Makassar sebagai Lokasi Ideal untuk Forum Riset

Penyelenggaraan PAIR Annual Meeting 2026 di Kampus Unhas Makassar mencerminkan semakin besarnya peran kawasan timur Indonesia dalam pengembangan riset dan inovasi. Kota ini memiliki ekosistem pendidikan tinggi dan jejaring penelitian yang terus berkembang, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari kedua negara. Infrastruktur akademik yang memadai menjadi salah satu faktor penentu pemilihan Makassar sebagai venue utama.

“Kota ini memiliki ekosistem pendidikan tinggi dan jejaring penelitian yang terus berkembang, sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari kedua negara,” katanya.

Dalam forum yang akan digelar pada 21-23 Juli 2026 tersebut, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya memperkuat hubungan antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat agar setiap hasil riset mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kolaborasi peneliti Indonesia–Australia juga diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dampak Jangka Panjang bagi Pembangunan Nasional

Selain mempererat hubungan akademik kedua negara, pertemuan tahunan ini menjadi momentum untuk memperluas jaringan kerja sama riset, meningkatkan kapasitas peneliti muda, serta mendorong lahirnya berbagai proyek kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. Kepercayaan menjadikan Makassar khususnya Unhas sebagai tuan rumah PAIR Annual Meeting 2026 sekaligus memperkuat citra kota ini sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional di Indonesia.

“Kepercayaan menjadikan Makassar khususnya Unhas sebagai tuan rumah PAIR Annual Meeting 2026 sekaligus memperkuat citra kota ini sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional di Indonesia,” ujarnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Prof Dr Jamaluddin Jompa berharap hasil diskusi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut dapat menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan pada masa mendatang. Forum ini juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi peneliti muda Indonesia untuk berkolaborasi dengan mitra internasional, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta berkontribusi dalam pemecahan masalah global melalui pendekatan lokal yang inovatif.

Makassar pun semakin dikenal sebagai kota yang tidak hanya memiliki potensi geografis strategis, tetapi juga kapasitas akademik yang mumpuni untuk menjadi jembatan antara riset lokal dan kebutuhan global. Dengan dukungan pemerintah daerah dan universitas, Makassar siap menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengintegrasikan riset ke dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran acara internasional ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi pendidikan dan penelitian ke wilayah Sulawesi Selatan.

MORE FROM THIS CATEGORY