PPIH Medan: Kartu Nusuk adalah “nyawa” jamaah calon haji di Tanah Suci
PPIH Medan: Kartu Nusuk Menjadi “Nyawa” Jamaah Calon Haji di Tanah Suci
PPIH Medan – Medan menjadi salah satu pusat persiapan jamaah calon haji yang kini telah memasuki fase keberangkatan ke Tanah Suci. Di sini, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menggarisbawahi peran penting Kartu Nusuk dalam kehidupan jamaah selama menjalani ibadah haji. Menurutnya, dokumen tersebut adalah elemen kunci yang menentukan kelancaran perjalanan ibadah para jamaah.
Peran Kartu Nusuk dalam Proses Ibadah Haji
Kartu Nusuk, yang baru saja diterima jamaah Kloter 10 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, dianggap sebagai “nyawa” bagi mereka. Dalam pidatonya, Zulkifli menegaskan bahwa dokumen ini adalah syarat mutlak untuk mengakses tempat suci di Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah. “Kartu Nusuk ini adalah kunci bagi kita untuk beribadah di tempat-tempat suci,” ujarnya.
“Kartu Nusuk yang baru bapak ibu dapatkan di ruangan ini adalah ‘nyawa’ kita,” kata Zulkifli kepada sekitar 359 jamaah Kloter 10. Ia menjelaskan bahwa Kartu Nusuk berisi informasi detail tentang profil dan kondisi kesehatan jamaah. Data tersebut dibagikan secara langsung saat mereka berada di embarkasi atau sebelum memulai perjalanan ke Tanah Suci.
Kartu ini juga memandu jamaah dalam menjalani rangkaian ibadah seperti tawaf di Masjidil Haram, sai di Baitullah, serta berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah. “Puncak dari semua proses itu adalah saat kita berada di Arafah,” tambahnya. Zulkifli menekankan bahwa Kartu Nusuk merupakan alat identifikasi resmi yang digunakan selama ibadah haji, sehingga tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Kesiapan Jamaah Asal Sumatera Utara
Zulkifli menyampaikan bahwa para jamaah dari Sumatera Utara sudah diberikan penjelasan menyeluruh tentang fungsi Kartu Nusuk selama proses manasik. Manasik, yaitu latihan praktek ibadah haji, dilakukan untuk memastikan jamaah memahami setiap langkah dan persyaratan selama di Tanah Suci. “Petugas telah mengajarkan cara memanfaatkan Kartu Nusuk sebagai panduan utama,” katanya.
Sebanyak 359 jamaah Kloter 10 Embarkasi Medan berasal dari Sumatera Utara. Komposisinya terdiri dari 207 orang dari Kabupaten Deli Serdang, 147 jamaah dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan, serta lima petugas haji. Menurut laporan, satu dari jamaah tersebut, Azwar Husni Lubis, gagal berangkat karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan sebelum tiba di asrama haji. “Kasus ini menjadi pembelajaran bahwa Kartu Nusuk harus selalu diperhatikan dan dijaga,” ungkap Zulkifli.
Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli memberikan nasihat tentang cara merawat Kartu Nusuk. “Kartu ini harus digantungkan di leher, kecuali saat mandi. Jika tidur, bisa dibawa, tetapi jangan sampai hilang saat bermain atau berguling-guling,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa Kartu Nusuk tidak boleh dibagikan ke media sosial, karena berisikan data sensitif yang bisa digunakan untuk memantau keberadaan jamaah di Tanah Suci.
Statistik dan Progres Pemberangkatan Calon Haji
Menurut data yang diungkapkan PPIH Embarkasi Medan, total jamaah calon haji yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 5.990 orang, termasuk 68 petugas haji asal Sumatera Utara. Pemberangkatan ini dilakukan antara 22 April hingga 11 Mei 2026, dengan alur keberangkatan yang terus berjalan sesuai jadwal.
Hingga pemberangkatan Kloter 9 pada Jumat (1/5), jumlah jamaah yang telah tiba di Tanah Suci mencapai 3.589 orang, serta 40 petugas haji. Zulkifli menyebutkan bahwa progres ini menunjukkan kelancaran proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. “PPIH Medan terus berusaha memastikan setiap jamaah memiliki Kartu Nusuk yang lengkap dan siap digunakan,” katanya.
Kartu Nusuk, kata Zulkifli, bukan hanya dokumen administratif, tetapi juga alat yang mendukung keselamatan dan keberhasilan pelaksanaan ibadah haji. Dengan adanya data medis yang tercatat, para petugas bisa langsung mengambil tindakan jika jamaah mengalami kondisi kesehatan mendadak di Tanah Suci. “Ini merupakan bagian dari upaya PPIH untuk memberikan perlindungan maksimal kepada jamaah,” jelasnya.
Langkah-Langkah Penyelenggaraan Ibadah Haji
Sebelum memasuki fase keberangkatan, jamaah menjalani serangkaian persiapan yang melibatkan pelatihan manasik. Proses ini bertujuan memastikan mereka mengerti seluk-beluk kegiatan haji, termasuk penggunaan Kartu Nusuk sebagai sarana identifikasi dan pemantauan. “Manasik memberikan pemahaman tentang bagaimana Kartu Nusuk berperan dalam setiap tahap ibadah,” kata Zulkifli.
Zulkifli juga menyebutkan bahwa keberhasilan pemberangkatan jamaah ke Tanah Suci tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara PPIH Medan, petugas haji, dan jamaah itu sendiri. “Kartu Nusuk menjadi tanda bahwa kita siap mengikuti ibadah haji dengan kompeten dan terorganisir,” tegasnya.
Dalam rangka menjaga keamanan data, PPIH Medan mengingatkan bahwa Kartu Nusuk harus dijaga dengan baik. Selama berada di Tanah Suci, jamaah diwajibkan memasukkan Kartu Nusuk ke dalam berbagai aktivitas ibadah. “Data yang terkandung dalam Kartu Nusuk adalah aset penting yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan haji,” imbuh Zulkifli.
Importansi Kartu Nusuk dalam Sistem Penyelenggaraan Haji
Proses penyelenggaraan haji di Indonesia kini lebih terstruktur, dengan Kartu Nusuk sebagai salah satu alat penting. PPIH Medan memberikan penjelasan bahwa Kartu Nusuk tidak hanya berfungsi sebagai bukti keberangkatan, tetapi juga sebagai panduan medis dan identitas jamaah. “Dengan Kartu Nusuk, kita bisa memastikan setiap jamaah mendapatkan perlakuan sesuai kebutuhan mereka,” katanya.
Lebih lanjut, Zulkifli menyebutkan bahwa Kartu Nusuk adalah bentuk komitmen PPIH terhadap kualitas penyelenggaraan haji. “Kartu ini dianggap sebagai representasi dari persiapan yang matang dan keberlanjutan program haji,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa PPIH Medan terus berusaha meningkatkan layanan dan memastikan kepuasan jamaah selama berada di Tanah Suci.
Di sisi lain, Zulkifli menyoroti peran penting petugas haji dalam memastikan penggunaan Kartu Nusuk yang tepat. “Petugas tidak hanya mengawasi keberangkatan, tetapi juga membantu jamaah dalam mengakses tempat suci secara maksimal,” jelasnya. Dengan adanya dokumentasi yang lengkap, keberhasilan pelaksanaan haji bisa tercapai dengan lebih baik.
Kartu Nusuk menjadi simbol keberhasilan penyelenggaraan haji yang berjalan lancar. PPIH Medan menilai bahwa jamaah harus memahami arti penting dokumen ini agar bisa menjalani ibadah haji dengan optimal