Solution For: Tim SAR gabungan evakuasi satu korban longsor di Tapanuli Selatan
Tim SAR Gabungan Evakuasi Satu Korban Longsor di Tapanuli Selatan
Solution For – Sebuah kejadian tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, telah memakan satu korban jiwa. Berdasarkan informasi terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bersama tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan, berhasil menemukan salah satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, dua warga Lingkungan II, Kelurahan Wek I, dikabarkan hilang setelah tertimbun material tanah yang jatuh akibat hujan deras pada hari Senin (18/5).
Korban Wanita Ditemukan dalam Kondisi Meninggal
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idham Halid Pulungan, mengatakan bahwa korban yang ditemukan bernama Yasine Gulo, berusia 43 tahun, ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB tidak jauh dari lokasi kejadian. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya saat diwawancarai di Tapanuli Selatan, Selasa. Menurut Idham, Yasine hilang bersama anaknya, Sariman Gulo, yang berusia 22 tahun, setelah tertimbun material longsor yang terjadi pada hari Senin.
“Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB tidak jauh dari lokasi longsor,” ujar Idham di Tapanuli Selatan.
Setelah berhasil menemukan jenazah Yasine, tim SAR langsung mengirimkan korban ke Puskesmas Batangtoru untuk proses identifikasi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga sebagai langkah selanjutnya. Meski satu korban telah ditemukan, pencarian terhadap Sariman masih berlangsung. “Korban lainnya, Sariman Gulo (22), hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” tambah Idham.
Koordinasi Tim SAR untuk Pencarian Korban
Proses pencarian korban dimulai setelah kejadian longsor yang terjadi Senin lalu. Kepala Polsek Batangtoru, AKP Penggar M. Siboro, menyatakan bahwa kedua korban merupakan ibu dan anak yang sama, Yasine dan Sariman Gulo. “Saat ini proses pencarian masih berlangsung bersama masyarakat setempat,” sebut AKP Penggar.
Tim SAR gabungan terdiri dari BPBD Tapanuli Selatan, TNI, Polri, serta warga lingkungan sekitar. Mereka bekerja dengan intensif untuk memastikan korban yang masih hilang ditemukan. Dalam upaya pencarian tersebut, petugas juga menghadapi tantangan seperti hujan deras yang mengganggu proses operasional, serta kondisi jalan yang licin akibat genangan air.
“Saat ini proses pencarian masih berlangsung bersama masyarakat,” sebut AKP Penggar M. Siboro.
Dalam mengatasi hambatan tersebut, tim SAR menurunkan alat berat dan peralatan penerangan malam guna mempercepat operasi. Alat berat digunakan untuk mengangkat material tanah yang mengubur korban, sementara penerangan malam membantu dalam situasi gelap atau berembun. Meski begitu, kondisi cuaca masih memengaruhi kemajuan pencarian. Hujan deras yang terus mengguyur daerah tersebut membuat jalan semakin sulit dilalui, sehingga memperlambat proses evakuasi.
Detail Kondisi dan Proses Evakuasi
Longsor yang terjadi pada Senin (18/5) mengakibatkan jaringan jalan di sekitar Lingkungan II, Kelurahan Wek I, terputus. Akibatnya, akses ke lokasi kejadian dibatasi hingga tim SAR harus bergerak melalui rute yang lebih panjang. Pencarian dilakukan secara bertahap, dengan petugas membagi area untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kejadian longsor terjadi tiba-tiba, mengakibatkan kepanikan di antara warga. “Saya melihat tanah bergerak dengan cepat, kemudian material yang jatuh mengubur rumah warga. Seorang ibu dan anak hilang dalam kejadian itu,” ungkap saksi tersebut. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan warga yang tinggal di daerah rawan longsor. BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca dan memantau lingkungan sekitar secara berkala.
Upaya Pemulihan dan Harapan untuk Temukan Sariman
Setelah jenazah Yasine Gulo ditemukan, tim SAR fokus pada pencarian Sariman Gulo. AKP Penggar M. Siboro menjelaskan bahwa korban lain masih menjadi prioritas. “Kami masih membutuhkan bantuan warga lokal untuk mempercepat proses pencarian,” tambahnya. Kegiatan pencarian dilakukan dengan menggunakan alat berat, serta tim relawan yang bertugas menginventarisasi area terdampak.
Menurut Idham Halid Pulungan, sejumlah petugas medis dan logistik juga diterjunkan untuk menunjang operasi SAR. “Kami berusaha menyelesaikan pencarian dalam waktu secepat mungkin,” kata Idham. Selain itu, BPBD juga mengirimkan bantuan logistik ke lokasi kejadian, termasuk makanan, air, dan alat komunikasi untuk memudahkan koordinasi tim.
Kondisi Cuaca dan Dampak pada Operasi SAR
Kondisi hujan deras yang terjadi setelah kejadian longsor memberikan tantangan signifikan bagi tim SAR. Selain membuat jalan licin, hujan juga memperumit proses pengangkatan material tanah yang mengubur korban. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim SAR memperpanjang durasi operasi hingga dua hari. “Kami terus memantau kondisi cuaca dan menyesuaikan strategi pencarian sesuai perubahan lingkungan,” jelas Idham.
Korban yang ditemukan, Yasine Gulo, dikenal sebagai seorang ibu yang tinggal di daerah yang terpencil. Keluarga korban mengungkapkan rasa duka mendalam setelah kejadian ini. “Kami belum bisa menerima kenyataan bahwa Yasine telah tiada,” kata salah seorang kerabat. Sementara itu, warga sekitar tetap optimis bahwa Sariman Gulo akan ditemukan dalam waktu dekat.
Pencarian terhadap Sariman Gulo masih dilakukan dengan penuh semangat.