Visit Agenda: Komisi VII DPR RI minta ANTARA, RRI, dan TVRI promosikan Sulut
Komisi VII DPR RI minta ANTARA, RRI, dan TVRI promosikan Sulut
Visit Agenda – Manado – Selama kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara pada Senin, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan permintaan kepada LKBN ANTARA, RRI, dan TVRI agar terus berupaya dalam mempromosikan potensi unggulan yang dimiliki wilayah tersebut. Menurut Rahayu, peran ketiga media ini sangat penting untuk menghadirkan informasi yang relevan dan menarik bagi masyarakat. “Kami berharap Kantor Berita ANTARA, RRI, dan TVRI dapat aktif mempromosikan potensi Sulut, seperti pariwisata, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan sektor ekonomi kreatif,” jelasnya.
Peran Media dalam Pemberdayaan Daerah
Dalam kunjungan kerja tersebut, Rahayu menekankan bahwa Sulawesi Utara memiliki sumber daya yang sangat potensial, terutama pada bidang UMKM, ekonomi kreatif, serta pariwisata. Ia menambahkan, jika sektor-sektor ini terus didorong melalui pemberitaan yang tepat, maka dampaknya akan sangat signifikan. “Dengan dukungan media, kita bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Sulut dan menarik perhatian lebih luas dari luar daerah,” imbuhnya.
“Sulut memiliki potensi besar, khususnya pada UMKM, ekonomi kreatif, serta pariwisata. Jika sektor ini kita pancing, maka efek domino akan sangat luar biasa,” kata Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Strategi Pemanfaatan Informasi
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menyatakan bahwa media pemerintah memiliki peran krusial dalam menyampaikan perkembangan pembangunan Sulut kepada masyarakat. “LKBN ANTARA, TVRI, dan RRI masing-masing memiliki keunggulan dalam hal jangkauan siaran dan kecepatan menyampaikan informasi,” katanya. Chusnunia menegaskan bahwa dengan menggabungkan kekuatan tersebut, media dapat menjadi alat efektif untuk membangun kesadaran publik tentang keunggulan Sulut.
“Saya harap dengan pemberitaan yang positif, pasti akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi Sulut,” kata Chusnunia Chalim.
Komisi VII DPR RI menilai bahwa promosi daerah melalui media nasional tidak hanya memperkuat citra Sulut di tingkat nasional, tetapi juga mendorong investasi dan kerja sama dengan pihak eksternal. “Kita perlu membangun narasi yang menonjolkan inovasi dan kreativitas Sulut, agar diakui secara luas,” tambahnya. Ia juga mengapresiasi kinerja media dalam menyajikan informasi secara up-to-date dan edukatif, terutama mengenai sektor-sektor yang memiliki prospek cerah.
Pembangunan Infrastruktur dan Keterlibatan Mitra
Komisi VII DPR RI menyatakan bahwa pengembangan ekonomi Sulut tidak terlepas dari peran media dalam memperkenalkan inisiatif-inisiatif pemerintah. “Media memiliki kekuatan untuk menyebarkan pesan pembangunan ke seluruh pelosok, termasuk kepada pemangku kepentingan di luar daerah,” ujar Chusnunia. Ia juga menyebut bahwa media bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, terutama dalam menjelaskan program-program yang dijalankan di Sulut.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Komisi VII DPR RI didampingi oleh sejumlah pejabat dan mitra kerja. Hadir dalam rombongan antara lain Dirut LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, Direktur LPU RRI Yonas Markus Tuhuleruw, serta Direktur Keuangan TVRI Raden Sarjono. Mereka diterima oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, yang turut didampingi sejumlah pejabat daerah dan mitra kerja lainnya. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi mengenai strategi promosi dan kolaborasi antara lembaga legislatif dengan media.
Chusnunia menyoroti pentingnya sinergi antara Komisi VII DPR RI dan media dalam mendorong ekspansi sektor-sektor unggulan Sulut. “Media nasional bisa menjadi penjaga nama baik Sulut, terutama di tengah persaingan daerah lain yang juga aktif berpromosi,” katanya. Ia menambahkan, media memiliki kemampuan untuk menyampaikan berita secara objektif dan menarik, sehingga mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap potensi daerah tersebut.
Beberapa Sektor yang Dipromosikan
Sebagai wilayah yang memiliki sumber daya alam dan budaya yang kaya, Sulawesi Utara dikenal sebagai destinasi wisata yang diminati. Selain itu, sektor UMKM dan ekonomi kreatif juga menunjukkan pertumbuhan yang pesat, terutama di kota-kota besar seperti Manado dan Bitung. Rahayu mengungkapkan bahwa promosi di bidang ini bisa membuka peluang ekspor dan kerja sama dengan daerah lain.
“Kalau sektor ini kita dorong, maka multiply efeknya akan sangat luar biasa,” kata Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
UMKM, misalnya, memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah setempat sedang berupaya memperkuat keberadaan UMKM melalui pelatihan, bantuan modal, dan promosi digital. Sementara ekonomi kreatif, seperti seni, pertunjukan budaya, dan inisiatif wisata kuliner, juga menjadi daya tarik bagi wisatawan dan investor. “Dengan promosi yang konsisten, Sulut bisa menjadi salah satu daerah unggulan di Indonesia,” ujar Chusnunia.