Important Visit: Wamen Ekraf: Aniwayang bukti karya tradisi bisa ke panggung global
Wamen Ekraf: Aniwayang bukti karya tradisi bisa ke panggung global
Di tengah perayaan ulang tahun ke-248 Museum Nasional Indonesia, kegiatan kreatif “Aniwayang Live Desa Timun: Ayo Ke Museum” menjadi sorotan. Acara ini menampilkan perpaduan inovatif antara seni wayang tradisional dan animasi, menarik perhatian berbagai kalangan usia. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini, menegaskan bahwa wayang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga alat promosi budaya yang berpotensi global.
Pertunjukan berdaya saing dan menyentuh
Pada Sabtu (25/4), pergelaran Aniwayang menampilkan cerita baru serta karakter animatif khusus yang didatangkan dari Jogja. Founder dan Direktur Aniwayang Studio, Daud Nugraha, menjelaskan bahwa karya ini adalah bentuk eksplorasi lima tahun terakhir untuk menjaga relevansi wayang di berbagai generasi. “Kami menghadirkan lagu-lagu istimewa dan pengalaman interaktif agar masyarakat merasa dekat dengan budaya,” kata Daud.
“Apa yang dilakukan Aniwayang menunjukkan bahwa karya kreatif berbasis tradisi bisa menembus panggung internasional, bahkan telah diapresiasi di Jepang, Korea, dan akan berangkat ke Jerman,” ucap Wamen Ekraf Irene Umar.
Irene Umar menyoroti kemasan yang cemerlang dari talenta Aniwayang, yang menjadi contoh konkret bagaimana budaya lokal bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, ruang publik seperti museum juga berperan penting dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif. “Kita patut bangga karena museum di Indonesia kini semakin berkembang menjadi ruang kreatif yang menarik,” tambahnya.
Kegiatan ini dirancang sebagai ajakan bagi keluarga untuk menjadikan museum sebagai tempat edukasi yang menyenangkan. Selain pertunjukan, Aniwayang Studio menyajikan sesi nonton bareng dan interaksi langsung dengan lima dalang serta lima voice actor profesional. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi seperti Aniwayang, dan ruang budaya menjadi tindak lanjut audiensi tanggal 17 Desember 2025, yang menargetkan pengembangan lebih luas dari IP lokal.
Daud Nugraha menegaskan bahwa inisiatif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kaya budaya yang mampu mengolah tradisi menjadi mesin kekuatan ekonomi baru. “Terima kasih untuk Museum Nasional yang memberikan space keren untuk pergelaran hari ini,” pungkasnya.