New Policy: PAM Jaya dorong warga pakai toren untuk cadangan air

PAM Jaya Dorong Warga Manfaatkan Toren untuk Cadangan Air

New Policy – Kamis, Jakarta – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya menyerahkan bantuan toren air gratis kepada masyarakat di RT 12/RW 08, Pulogebang, Jakarta Timur, sebagai upaya meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan air rumah tangga. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan praktik penyimpanan air di rumah sebagai solusi antisipatif terutama saat tingkat penggunaan air mencapai puncak. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil lantaran adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan air di wilayah tertentu.

“PAM seringkali mengalami keterbatasan pasokan atau penurunan tekanan di area terjauh saat puncak penggunaan air,” jelas Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM Jaya, dalam acara serah terima bantuan toren gratis kepada warga RT 12/RW 08, Pulogebang, Jakarta Timur, pada hari Kamis.

Dalam agenda tersebut, Arief menyoroti pergeseran pola penggunaan air yang terjadi seiring berkembangnya teknologi dan kebiasaan masyarakat. Dulu, sebagian besar rumah tangga memiliki tangki air sendiri untuk menyiapkan pasokan selama kebutuhan tinggi. Kini, banyak warga lebih bergantung pada aliran air langsung dari pipa. Hal ini menimbulkan tantangan, terutama di jam-jam kritis seperti pagi hari dan sore hari.

“Biasanya waktu subuh dan sore hari itu penggunaan air tinggi sekali. Dengan toren, warga tidak terlalu bergantung pada jam-jam air mengalir,” ujar Arief.

Menurut Arief, penggunaan toren bisa meminimalkan dampak dari fluktuasi tekanan air yang sering terjadi. Saat permintaan air meningkat tajam, seperti di pagi hari sebelum aktivitas kerja atau di malam hari setelah pulang, toren menjadi alat penting untuk memastikan ketersediaan air. Ia menekankan bahwa manajemen air yang lebih baik akan mengurangi kekhawatiran akan kehabisan air dan menekan pemborosan.

Program bantuan toren gratis ini mencakup pelanggan lama maupun baru PAM Jaya. Arief menjelaskan bahwa sebagian besar penerima bantuan adalah pelanggan yang sudah lama menggunakan jasa PDAM Jaya, sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan distribusi air bersih. Di wilayah Pulogebang, 357 unit toren telah disiapkan dan akan didistribusikan secara bertahap. Proses pengadaan dan penyaluran terus dipercepat untuk memastikan akses yang merata.

“Kita bergerilya memberikan bantuan ini karena pengadaan torennya juga dipercepat,” tambah Arief.

Sejauh ini, PAM Jaya telah membagikan 1.000 toren gratis ke lima wilayah di Jakarta, termasuk Pulogebang. Target penyaluran hingga 5.000 toren dalam tahun 2026 juga sudah ditetapkan. Arief optimistis program ini akan terus berkembang, terutama jika realisasi distribusi berjalan cepat. Ia menambahkan bahwa PAM Jaya berencana menyebarkan bantuan hingga 1.000 toren per wilayah di akhir tahun 2026.

Penggunaan toren dianggap sebagai strategi sederhana namun efektif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Arief menyatakan bahwa konsep ini tidak hanya mengatasi masalah tekanan air, tetapi juga mengajarkan masyarakat tentang pentingnya mengelola air secara lebih bijak. Dengan menyimpan air di rumah, kebutuhan selama jam sibuk bisa dipenuhi tanpa tergantung sepenuhnya pada jaringan distribusi yang mungkin mengalami hambatan.

Bantuan toren gratis ini juga menjadi bentuk dukungan PAM Jaya terhadap upaya peningkatan kualitas hidup warga Jakarta. Arief menyebutkan bahwa infrastruktur air yang lebih lengkap diharapkan bisa mengurangi kesulitan akses air di wilayah tertentu dan meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan air sehari-hari. Ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PDAM Jaya dalam menyediakan layanan yang lebih andal.

Di samping itu, perubahan kebiasaan penggunaan air terbukti memengaruhi sistem distribusi. Arief menjelaskan bahwa di masa lalu, masyarakat lebih terbiasa menyiapkan cadangan air sendiri, sedangkan kini kebutuhan air bersih cenderung bersifat langsung dan tidak terencana. Hal ini berdampak pada fluktuasi permintaan yang membuat sistem distribusi lebih rentan terhadap gangguan.

“Kadang-kadang memang PAM pada waktu-waktu puncak (peak) daerah terjauh suka kekurangan atau tekanannya hilang. Jadi kita memberikan toren supaya mereka punya cadangan air,” kata Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin dalam agenda serah terima bantuan toren air gratis ke rumah warga di RT 12/ RW 08, Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis.

Perumda PAM Jaya juga menyadari bahwa penggunaan toren bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan air, tetapi juga membentuk kesadaran masyarakat terhadap manajemen sumber daya air. Dengan menempatkan toren di rumah, warga bisa lebih mengatur penggunaan air sesuai kebutuhan, mengurangi ketergantungan pada jam-jam pengaliran yang tidak stabil, dan menghemat biaya di masa jangka panjang.

Sebagai langkah strategis, PAM Jaya sedang memperluas program ini ke berbagai wilayah Jakarta. Arief menyebutkan bahwa distribusi toren gratis akan berlangsung secara bertahap, dengan fokus pada daerah yang membutuhkan prioritas. Selain itu, program ini juga diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam membentuk pola hidup hemat air yang lebih luas di masyarakat.

Kerja sama antara PAM Jaya dan warga menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan menambahkan toren sebagai alat penyimpanan, masyarakat bisa berperan aktif dalam mengelola air sehari-hari. Arief mengatakan bahwa peningkatan kualitas hidup melalui akses air yang lebih stabil adalah tujuan utama dari inisiatif ini. Ia berharap, dalam beberapa tahun mendatang, warga Jakarta bisa lebih mandiri dan mengurangi beban pada sistem distribusi air bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *