Pemkot Jaksel prioritaskan keselamatan kerja petugas PPSU

Pemkot Jaksel Prioritaskan Keselamatan Kerja Petugas PPSU

Pemkot Jaksel prioritaskan keselamatan kerja petugas – Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menempatkan keselamatan kerja para pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sebagai prioritas utama, terutama setelah sejumlah kecelakaan kerja terjadi di lapangan. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho dalam pernyataannya, Senin, mengingatkan seluruh camat dan lurah untuk memastikan kualitas pengadaan barang, termasuk alat kerja dan perlengkapan keselamatan bagi petugas PPSU.

“Hal yang menjadi prioritas saat ini adalah alat keselamatan kerja. Kita sering menggaungkan pentingnya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kepada para pengusaha dan perusahaan swasta. Namun, terkadang kita sendiri justru kurang peduli terhadap petugas PPSU yang bekerja di lapangan,” ujar Ali.

Ali menjelaskan sejumlah perlengkapan yang harus dipastikan ketersediaannya, antara lain traffic cone, lampu peringatan, scotlite atau pemantul cahaya pada seragam PPSU, serta alat bantu lain yang menunjang keselamatan kerja, terutama dalam kondisi berisiko tinggi. Ia menekankan bahwa perlengkapan ini tidak hanya penting untuk keamanan, tetapi juga membantu mengurangi potensi kecelakaan yang bisa terjadi di lingkungan kerja.

Mengenai pekerja yang bekerja pada shift malam atau mulai bekerja sejak subuh, Ali memastikan bahwa perlengkapan yang memadai sangat diperlukan. “Apalagi, bagi mereka yang bekerja pada shift malam atau mulai bekerja sejak subuh, perlengkapan yang memadai sangat diperlukan,” tegas Ali. Ia menambahkan bahwa kondisi seperti itu memerlukan perhatian ekstra karena pekerja harus menghadapi risiko yang berbeda dibandingkan mereka yang bekerja di siang hari.

Dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan kerja, Ali berharap peningkatan kepedulian terhadap keselamatan para petugas PPSU dapat menghasilkan dampak positif. Menurutnya, para pekerja ini memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sehingga perlindungan mereka tidak hanya menjamin kesehatan tetapi juga efisiensi kerja. “Saya minta agar petugas-petugas yang bekerja dengan risiko tinggi benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kejadian tidak baik terulang lagi,” ucap Ali.

Kasus Kecelakaan yang Memicu Perhatian

Sebelumnya, seorang petugas PPSU dari Kelurahan Ragunan, berinisial BP (40 tahun), meninggal dunia setelah tertabrak mobil yang dikemudikan oleh AS (30 tahun) di Jalan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 15 April 2026. Kejadian tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan betapa rentannya para pekerja PPSU dalam menjalani tugas sehari-hari.

Menurut informasi yang didapat, BP sedang melakukan tugas di jalan raya saat kecelakaan terjadi. Mobil yang melintas pada saat itu tidak menghindar, sehingga menabrak BP secara tak terduga. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemkot Jaksel untuk lebih memperkuat tindakan pencegahan dan pengawasan terhadap keselamatan kerja para pekerja PPSU. Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa meski pekerja PPSU berada di lingkungan publik, mereka tetap memerlukan perlindungan maksimal.

Kecelakaan serupa sebelumnya telah terjadi di beberapa lokasi lain, yang menunjukkan adanya kecenderungan risiko dalam operasional PPSU. Dengan adanya BP yang meninggal, Pemkot Jaksel semakin berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kerja mereka. Ali Murthadho mengungkapkan bahwa Pemkot Jaksel sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengadaan perlengkapan keselamatan, termasuk menambah jumlah alat bantu seperti reflektor, pakaian reflektif, serta perlengkapan pengaman lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali juga menyoroti pentingnya pelatihan keselamatan kerja bagi petugas PPSU. Ia berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat kesadaran para pekerja akan potensi bahaya yang mereka hadapi setiap hari. “Pekerja PPSU harus terbiasa mengenali lingkungan kerja yang penuh risiko, seperti lalu lintas yang padat atau kondisi jalan yang tidak rata,” jelasnya. Ali menegaskan bahwa Pemkot Jaksel siap memperbesar anggaran untuk memastikan kualitas perlengkapan yang diberikan kepada para petugas.

Ali juga meminta kepada semua stakeholder, termasuk masyarakat sekitar, untuk turut serta mendukung upaya memperbaiki kondisi kerja PPSU. “Kami ingin masyarakat lebih mengerti bahwa para pekerja ini adalah bagian dari sistem yang menjaga kota tetap bersih dan nyaman,” tambahnya. Dengan adanya kesadaran ini, diharapkan tindakan yang diambil oleh Pemkot Jaksel dapat lebih efektif dalam mencegah kecelakaan serupa di masa depan.

Peningkatan keselamatan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perusahaan yang menggaji para petugas. Ali menyoroti bahwa terkadang perusahaan-perusahaan yang menempatkan petugas PPSU kurang memperhatikan standar keselamatan kerja. “Kita perlu memastikan bahwa setiap alat yang diberikan memiliki fungsi optimal, karena hal kecil seperti lampu peringatan atau seragam yang terang bisa menyelamatkan nyawa pekerja,” tegas Ali.

Sebagai bagian dari kebijakan baru, Pemkot Jaksel juga berencana mengadakan inspeksi rutin terhadap lingkungan kerja para petugas PPSU. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi di lapangan selalu aman dan siap digunakan. Ali mengungkapkan bahwa inspeksi akan mencakup semua aspek, mulai dari kebersihan jalan hingga ketersediaan alat keselamatan. “Inspeksi ini tidak hanya untuk memeriksa keadaan fisik, tetapi juga untuk menilai kesadaran dan kesiapan petugas dalam menghadapi situasi darurat,” tambahnya.

Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Jaksel berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh petugas PPSU. Kejadian BP meninggal menjadi momentum untuk mendorong perbaikan tata kelola keselamatan kerja. “Kami ingin kecelakaan serupa tidak terulang lagi, karena setiap nyawa sangat berharga,” pungkas Ali. Pemkot Jaksel juga berencana memberikan penghargaan kepada petugas PPSU yang aktif dalam menjaga lingkungan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka terhadap kota Jakarta Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *